Beranda Agenda & Kegiatan 1 Agustus, Kawasan Berikat Pertama di Kotawaringin Barat Resmi Beroperasi

1 Agustus, Kawasan Berikat Pertama di Kotawaringin Barat Resmi Beroperasi

328

PT. Citra Borneo Utama (PT. CBU), berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor-002/KM.04/2018 tanggal 5 Juli 2018 telah resmi ditetapkan sebagai Penyelenggara sekaligus Pengusaha Kawasan Berikat. PT. CBU yang terletak di Kawasan Industri di daerah Pelabuhan Tempenek, Kumai Hulu, Kotawaringin Barat, merupakan salah satu anak perusahaan PT. Surya Borneo Industri yang bergerak di bidang industri kelapa sawit. Dan tepat pada tanggal 1 Agustus ini, PT. CBU resmi beroperasi.

Sebagai Kawasan Berikat, PT. CBU melakukan kegiatan refinery dan fractionation dari Crude Palm Oli (CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO) dengan bahan penolong yang diimpor dari luar negeri berupa Phosporic Acid dan Bleaching Earth untuk selanjutnya menjadi produk jadi berupa RBD Palm Oil (RBD PO), RBD Palm Kernel Oil (RBD PKO), Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), Palm Kernel Fatty Acid Distillate (PK FAD), dan turunannya yang nantinya memiliki tujuan utama untuk diekspor ke luar negeri. Pada tahap awal ini PT. CBU, yang merupakan Kawasan Berikat pertama di Kotawaringin Barat, akan mengekspor produk ke Bangladesh.

Sesuai dengan PMK 147/PMK.04/2011 tentang Kawasan Berikat, pengertian Kawasan Berikat adalah Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun barang impor dan/atau barang yang berasal dari tempat lain di  dalam daerah pabean guna diolah atau digabungkan, yang hasilnya terutama untuk diekspor. Sebagai Kawasan Berikat, perusahaan akan mendapat fasilitas berupa penangguhan Bea Masuk, Pembebasan Cukai, tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor atas kegiatan impor ke Kawasan Berikat, dan tidak dipungut PPN atau PPN dan PPnBM atas kegiatan pemasukan barang dari lokal ke Kawasan Berikat.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, melalui KPPBC Tipe Madya Pabean Tipe C Pangkalan Bun, sebagai institusi yang diberi tugas untuk melakukan pelayanan dan pengawasan terhadap kegiatan di Kawasan Berikat PT. CBU melakukan pelayanan dan pengawasan atas aktivitas di dalam Kawasan Berikat dengan menempatkan petugas di Kawasan Berikat tersebut. Nantinya segala kegiatan pemasukan dan pengeluaran barang di Kawasan Berikat tersebut harus menggunakan dokumen kepabeanan dan mendapat persetujuan dari petugas Bea Cukai.

Kawasan Berikat ini adalah sebagai wujud fasilitator pemerintah kepada dunia usaha untuk mendorong ekspor dengan cara memberi kemudahan dalam rangka impor atas bahan baku/penolong yang perlu diimpor dari luar negeri untuk menghasilkan barang jadi yang dapat bersaing di pasaran internasional.