Beranda Agenda & Kegiatan BC Pangkalan Bun Bekali Pegawai Tentang Teknik Sounding

BC Pangkalan Bun Bekali Pegawai Tentang Teknik Sounding

36

  Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi dengan penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Salah satu produk dari Kelapa Sawit tersebut adalah Crude Palm Oil (CPO) dimana menjadi salah satu komoditi ekspor di Daerah Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Nah.. sebagai Instansi yang bertugas melayani dan mengawasi kegiatan ekspor impor, Bea Cukai Pangkalan Bun tentunya seringkali berhadapan dengan kegiatan pengawasan atas komoditi tersebut. Salah satu metode untuk mendukung kegiatan pengawasan dilakukan melalui teknik sounding. Maka pada Selasa, 13 November 2018 Bea Cukai Pangkalan Bun menyelenggarakan kegiatan P2KP dengan Tema Teknik Pengukuran Barang Curah Cair Dalam Tanki (Sounding) .       

  Sebagai Narasumber, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan (P2) (Fitriyanto Brotowasana), bersama Pelaksana dari Seksi P2 (Bangkit Bakti Dewantara) & Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai (PKC) (Muhammad Fahrurizal) membuka kegiatan ini dengan soal pre-test untuk mengukur sejauh mana pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun mengetahui tentang materi yang akan disampaikan.

  Sesuai dengan penjelasan narasumber, definisi Sounding adalah suatu cara untuk mengetahui jumlah muatan cairan (volume) yang terdapat di dalam tanki baik yang ada di darat /ataupun di kapal. Nah dalam Sounding terdapat dua cara untuk mengukur volume, yaitu dengan cara Ullage dan Innage/Dip. Ullage sendiri merupakan cara untuk mengetahui volume tanki dengan mengukur jarak antara permukaan muatan dengan atap tangki (Top Tank), sedangkan Innage/DIP merupakan cara untuk mengetahui volume tanki dengan mengukur kedalaman atau jarak antara dasar tanki (meja ukur) hingga permukaan muatan.

  Materi selanjutnya merupakan tahapan untuk menghitung muatan Tanki Darat dengan metode studi kasus yang diikuti secara antusias oleh peserta, dimana pada sesi ini para pegawai dapat mengetahui cara yang dilakukan untuk mengukur muatan yang biasa dilakukan di lapangan. Adapun tahapan tersebut diantaranya :

  1. Mengetahui nomor tanki darat yang akan dihitung volumenya (misalnya tanki nomor 5);
  2. Lakukan sounding dengan menggunakan alat sounding tape untuk mengukur volume yang ada di dalam tanki;
  3. Ukur suhu cairan dengan thermometer;
  4. Lakukan perhitungan dengan menggunakan tabel kalibrasi.

  Kegiatan P2KP ditutup dengan evaluasi penyampaian materi yang dikemas melalui post test dan untuk 3 pegawai dengan nilai tertinggi saat pre-test dan post-test berhak mendapatkan hadiah coklat. Harapannya dengan adanya kegiatan pembekalan ini dapat meningkatkan kemampuan pegawai dalam  melakukan pelayanan dan pengawasan ekspor.