Beranda Agenda & Kegiatan BC Pangkalan Bun Dukung Persiapan Operasional Kawasan Berikat Pertama Kotawaringin Barat

BC Pangkalan Bun Dukung Persiapan Operasional Kawasan Berikat Pertama Kotawaringin Barat

159

Menjelang detik-detik operasional Kawasan Berikat pertama di Kotawaringin Barat, pada hari Kamis, 26 Juli 2018 tim dari Bea Cukai Pangkalan Bun melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang Kawasan Berikat di Kawasan Berikat PT. Citra Borneo Utama (CBU).

Sosialisasi diikuti oleh pegawai-pegawai dari PT. Citra Borneo Utama yang nantinya akan berhubungan langsung dengan proses bisnis pada Kawasan Berikat. Tim sosialisasi menjelaskan konsep dasar tentang Kawasan Berikat. Hal-hal yang penting disampaikan terkait pengelolaan Kawasan Berikat yaitu tentang kewajiban-kewajiban sebagai pengusaha Kawasan Berikat, fasilitas yang didapat pengusaha, alur proses pemasukan dan pengeluaran barang, dan perlakuan khusus terhadap barang-barang yang ada di Kawasan Berikat

Seperti pernah dijelaskan pada artikel sebelumnya, PT. Citra Borneo Utama, telah ditetapkan sebagai Penyelenggara sekaligus Pengusaha Kawasan Berikat berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor-002/KM.04/2018 tanggal 5 Juli 2018.  Selanjutnya, rencana Kawasan Berikat ini akan mulai berproduksi pada awal Agustus ini. Kawasan Berikat, yang berlokasi di Kelurahan Kumai Hulu, Kecamatan Kumai, nantinya akan melakukan kegiatan utama berupa Refinery dan fractionation CPO (Crude Palm Oil ) dan PKO (Palm Kernel Oil) menjadi produk seperti RBD Palm Oil (RBD PO) , RBD Palm Kernel Oil (RBD PKO) ,Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) ,Palm Kernel Fatty Acid Distillate (PK FAD) dan turunannya, yang nantinya akan diekspor. Kawasan Berikat PT. Citra Borneo Utama ini nantinya akan menjadi Kawasan Berikat pertama di Kotawaringin Barat.

Dengan pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan nantinya pegawai yang bertugas di Kawasan Berikat ini dapat memahami tentang kekhasan dan hal-hal yang wajib dilakukan dalam proses bisnis di dalam Kawasan Berikat. Sehingga nantinya pelaksanaan kegiatan di Kawasan Berikat dapat berjalan sesuai ketentuan.