Beranda Agenda & Kegiatan Pemantauan Harga Transaksi Pasar Produk Hasil Tembakau Untuk Mengamankan Penerimaan dan Kepentingan...

Pemantauan Harga Transaksi Pasar Produk Hasil Tembakau Untuk Mengamankan Penerimaan dan Kepentingan Konsumen

405

Bagi masyarakat awam tentunya bertanya-tanya bila melihat petugas Bea Cukai memeriksa produk rokok yang dijual di toko-toko. Apa yang dilakukan petugas Bea Cukai tersebut? Pilihannya ada 2, yaitu kalau tidak operasi pasar ya pemantauan harga transaksi pasar. Seperti yang dilakukan pada hari Kamis-Jumat, 8-9 Maret 2018 lalu, Bea Cukai Pangkalan Bun melakukan kegiatan Pemantauan Harga Transaksi Pasar di toko-toko Kecamatan Sematu Jaya dan Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau.

Apa itu kegiatan Pemantauan Harga Transaksi Pasar?

Sesuai  PMK nomor: 146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau disebutkan bahwa Pemantauan Harga Transaksi Pasar (HTP) adalah kegiatan membandingkan harga transaksi pasar (harga pada tingkat konsumen akhir) dengan Harga Jual Eceran (HJE) yang tercantum dalam pita cukai hasil tembakau. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa harga transaksi pasar :

  1. Tidak melampaui batasan harga jual eceran per batang atau gram di atasnya; atau
  2. Kurang dari 85% dari harga jual eceran yang tercantum dalam pita cukai hasil tembakau

Kenapa hal tersebut perlu diawasi?

Sebelum menjawab hal tersebut, perlu disampaikan, ada 3 unsur pungutan negara di dalam sebatang rokok, yang  terdiri dari Cukai, PPN HT, dan Pajak Rokok.

Besaran tarif cukai telah ditetapkan dengan jumlah dalam rupiah untuk setiap satua batang atau gram hasil tembakau dengan didasarkan pada jenis HT, golongan pengusaha, dan HJE.

Besaran PPN HT didapat dari 9,1% dikalikan HJE.

Dan besaran pajak rokok didapat dari 10% dikalikan tarif cukai.

Nah sesuai hal tersebut, disimpulkan bahwa besaran HJE menentukan nilai besaran tarif cukai dan PPN HT, dan besaran tarif cukai akan menentukan besaran pajak rokok. Maka bila seandainya HTP melebihi batasan HJE yang ditetapkan seharusnya besaran tarif cukai dan PPN HTnya akan berubah, dan pajak rokok juga akan berubah.

Selain terkait dengan pengaruh pada penerimaan, kontrol terhadap harga transaksi pasar ini juga berguna untuk memberi jaminan atas kepentingan konsumen untuk mendapatkan harga sesuai dengan batas Harga Jual Eceran (HJE) yang ditetapkan.

Lalu apa yang akan dilakukan apabila hasil pemantauan kedapatan HTP melampaui batasan HJE atau kurang dari 85% dari HJE?

Dalam hal hasil pemantauan kedapatan HTP melampaui Batasan HJE atau kurang dari 85 dari HJE pada sebagian besar wilayah pemantauan, hal tersebut akan menjadi dasar bagi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk melakukan penetapan penyesuaian tarif cukai hasil tembakau kepada pengusaha pabrik hasil tembakau atau importir yang terkait produk HT tersebut.