Beranda Agenda & Kegiatan Customs Visit Customer, Bentuk Asistensi Bea Cukai Pangkalan Bun Kepada Pengguna Jasa

Customs Visit Customer, Bentuk Asistensi Bea Cukai Pangkalan Bun Kepada Pengguna Jasa

33

Rabu, 13 Februari 2019, terlaksana kegiatan Customs Visit Customer (CVC) di salah satu PT yang berada dalam pengawasan Bea Cukai Pangkalan Bun, yaitu PT. Agro Menara Rachmat (AMR). Dari capaian bea masuk 2018 sebesar Rp14.767.421.000, PT. AMR merupakan salah satu perusahaan yang memberikan kontribusi penerimaan bea masuk terbesar di Bea Cukai Pangkalan Bun atas impor sapi dan peralatan ternak. Kegiatan Customs Visit Customer merupakan kegiatan kunjungan untuk menciptakan hubungan yang semakin baik antar Pengguna Jasa dengan Bea Cukai terkait pelayanan dan pengawasan di bidang Kepabeanan dan Cukai.

Rangkaian kegiatan Customs Visit Customer dimulai pada pukul 10.00 WIB. Kegiatan dihadiri oleh jajaran direksi PT. Agro Menara Rachmat dan Tim Bea Cukai Pangkalan Bun. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Pimpinan PT. AMR yang dalam kesempatan kali ini diwakili oleh Juli Haposan Lubis, selaku Kepala Tata Usaha dan Kepala Bea Cukai Pangkalan Bun, Nurtanti Widyasari. Dalam sambutannya Nurtanti Widyasari menyampaikan bahwa kegiatan CVC ini untuk mengetahui mengenai rencana dari perusahaan sehingga Bea Cukai Pangkalan Bun dapat optimal dalam melakukan pelayanan. “..tujuan dari kegiatan ini adalah untuk tahu lebih dalam terhadap rencana stakeholder terkait kegiatan impor…” ujarnya.

Selanjutnya, diadakan diskusi yang membahas tentang proses bisnis dan rencana impor yang akan dilakukan PT. AMR selama tahun 2019. Juli Haposan sangat mengapresiasi pelayanan yang dilakukan Bea Cukai Pangkalan Bun sebagai mitra dari PT. AMR dalam melakukan importasi. Kemudian dalam diskusi tersebut juga dijelaskan secara detail tentang jenis dan jumlah sapi yang akan diimpor di tahun ini, yaitu CCO (cow calf operation) yang merupakan sapi untuk pembibitan dan  fattening yang merupakan sapi untuk penggemukan.

Selain proses bisnis dan rencana impor, diskusi juga membahas mengenai kendala-kendala yang dihadapi dalam melakukan kegiatan impor maupun perizinan. Salah satu kendala yang dihadapi PT. AMR yaitu kesediaan kapal dari negara eksportir yang akan mengangkut sapi tersebut ke Pangkalan Bun, padahal permintaan pasar di Kalimantan semakin tinggi. Terdapat hal menarik dari PT. AMR mengenai motto yang diterapkan di perusahan ini yaitu “bekerja tanpa disuruh, disiplin tanpa diawasi”. Juli Haposan mengatakan bahwa motto ini sudah lama diterapkan di perusahaan tersebut.

Setelah diskusi, Tim Bea Cukai Pangkalan Bun melakukan tinjauan lapangan untuk mengetahui sedikit banyak proses bisnis yang digeluti PT. AMR. Nurtanti Widyasari juga menyampaikan bahwa apabila ada kendala yang mendesak, Bea Cukai Pangkalan Bun selalu siap sedia untuk mengasistensi dan mencari solusi atas kendala tersebut.

Kegiatan ini diapresiasi baik oleh perusahaan karena melalui kesempatan ini perusahaan dapat menyampaikan permasalahan dan kendala yang dialami sekaligus mendapatkan solusi melalui diskusi yang ada, serta dapat menjalin komunikasi yang baik dengan Bea Cukai Pangkalan Bun selaku partner bisnis.