Beranda Agenda & Kegiatan Customs Visit To Customers PT. Kapuas Prima Coal

Customs Visit To Customers PT. Kapuas Prima Coal

261

Mengawali tahun 2018, Hari Rabu, tanggal 17 Januari 2018, Bea Cukai Pangkalan Bun mengadakan kunjungan kerja ke PT. Kapuas Prima Coal (KPC) yang bertajuk “Bea Cukai Pangkalan Bun Customs Visit To Customers”. PT. KPC adalah perusahaan yang melakukan kegiatan usaha di bidang pertambangan dan sekaligus eksportir barang tambang. Fokus utama perusahaan ini adalah pertambangan Galena (PbS), yang kemudian diolah menjadi konsentrat Timbal (Pb) dan Seng (Zn). Menurut data dari Bea Cukai Pangkalan Bun, PT. KPC merupakan salah satu perusahaan penyumbang penerimaan terbesar dari sektor Bea Keluar pada tahun 2017.
Acara Customs Visit Customer (CVC) ini dibuka dengan pemaparan businness process dari PT. KPC yang diwakili oleh Direktur Operasional, Padli. Berdasarkan pemaparan beliau, PT. KPC saat ini sedang berusaha mengembangkan usahanya, tidak lagi sebagai eksportir konsentrat Timbal dan Seng, melainkan menjadi eksportir timbal dan seng batangan, dengan bekerja sama dengan PT. Kapuas Prima Citra sebagai perusahaan penyedia smelter. Dan saat ini, pembangunan smelter timbal oleh PT. Kapuas Prima Citra sudah masuk tahap penyelesaian dengan progress 80% per Juli 2017 dan rencananya akan menjadi First Primary Lead Smelter di Indonesia, sedangkan untuk pembangunan smelter seng direncanakan dimulai pada tahun 2018 ini.

Selanjutnya, perwakilan dari KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun, Kepala Kantor, Nurtanti Widyasari menyampaikan bahwa acara Customs Visit Customer (CVC) diselenggarakan dalam rangka menjalin kerja sama yang baik dengan pengguna jasa dan mendapatkan review atas pelayanan yang diberikan oleh Bea Cukai pangkalan Bun. Beliau juga menyampaikan, sebagai Trade Facilitator, Bea Cukai juga menyediakan beberapa fasilitas bagi industri yang bergerak di bidang ekspor, seperti Kawasan Berikat.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi calon smelter Timbal yang rencananya akan diresmikan pada tahun 2018 ini.
  
Dengan kegiatan tersebut, diharapkan hubungan antara Bea Cukai dan pengguna jasa dapat terjalin dengan baik. Dan pengguna jasa, sebagai mitra pelaksana ketentuan kepabeanan dapat bekerja dengan baik dan dapat memahami fasilitas kepabeanan yang dapat digunakan untuk mendukung perkembangan industrinya.