Beranda Agenda & Kegiatan Dukung Simplifikasi Ekspor CPO, Bea Cukai Pangkalan Bun Adakan Pelatihan

Dukung Simplifikasi Ekspor CPO, Bea Cukai Pangkalan Bun Adakan Pelatihan

51

Pangkalan Bun (5-6/3/2019) Dengan berlakunya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 21/PMK.04/2019 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 145/PMK.04/2007 tentang Ketentuan Kepabeanan di Bidang Ekspor dan Surat Edaran Nomor SE-03/BC/2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelayanan Ekspor Kelapa Sawit, Crude Palm Oil (CPO), dan Produk Turunannya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan pengadaan laboratorium dibeberapa Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai sebagai sarana simplifikasi ekspor CPO untuk melakukan pengukuran jumlah dan menentukan jenis dari komoditas ekspor.

Bea Cukai Pangkalan Bun sebagai salah satu kantor yang melayani dan mengawasi ekspor dengan komoditi CPO dan turunannya, mengadakan Pelatihan Pengukuran Jumlah dan Teknis Pengambilan Contoh CPO dan Turunannya yang diawali dengan Program Peningkatan Keterampilan Pegawai (P2KP). Dengan narasumber dari Balai Laboratorium Bea dan Cukai (BLBC) Kelas 1 Jakarta, yaitu Delfiendra selaku Kepala BLBC Kelas 1 Jakarta, dan 2 pegawai yaitu Anggie Febriyanto dan Indra Pratama Adi. P2KP yang dilaksanakan di Aula Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun berlangsung hingga pukul 20.00 WIB dan diikuti oleh seluruh pegawai dengan aktif dan partisipatif.

Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun, Nurtanti Widyasari berharap kepada seluruh jajarannya untuk selalu berusaha keras agar pelayanan yang diberikan sesuai dengan harapan pengguna jasa.

Selanjutnya Delfiendra, Kepala BLBC Kelas 1 Jakarta optimis bahwa dengan semangat menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, Bea Cukai dapat menjalankan peraturan baru ini dengan baik “..di masa peralihan seperti ini, semoga kita punya semangat yang sama..” tuturnya.

Dalam P2KP ini dijelaskan mengenai jenis-jenis CPO dan turunannya dan cara mengidentifikasi melalui fisik maupun dengan uji laboratorium. Selain itu, Anggie juga menjelaskan tentang cara sounding, tahapan menghitung muatan dalam tangki darat, dan penghitungan muatan dengan draft kapal. Sounding merupakan salah satu metode untuk mengetahui kuantitas muatan dalam tangki. Tim BLBC Kelas 1 Jakarta juga membawa contoh jenis CPO dan  alat yang digunakan untuk sounding.

DCIM/939MEDIA/DJI_0006.JPG

Setelah dilaksanakannya P2KP, pada hari selanjutnya dilaksanakan praktik sounding di PT. Citra Borneo Utama (CBU) yang diikuti oleh 16 (enam belas) pegawai. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh pegawai Bea Cukai untuk melakukan secara langsung apa yang telah dipaparkan selama P2KP. Dalam kegiatan tersebut, PT. CBU menyampaikan bahwa pihaknya berharap adanya pengerukan di muara sungai  sehingga memungkinkan kapal berukuran besar dapat memasuki wilayah perairan sungai Kumai.

Diharapkan dengan adanya rangkaian kegiatan Pelatihan Pengukuran Jumlah dan Teknis Pengambilan Contoh CPO dan Turunannya ini, Bea Cukai Pangkalan Bun dapat optimal dalam melayani dan mengawasi ekspor demi #BeaCukaiMakinBaik.