Beranda Agenda & Kegiatan Kedepankan Pelayanan Prima, Bea Cukai Pangkalan Bun Gelar Pelatihan SLA

Kedepankan Pelayanan Prima, Bea Cukai Pangkalan Bun Gelar Pelatihan SLA

48

Jum’at, 23 November 2018 – Bea Cukai Pangkalan Bun menggelar Program Pembinaan Keterampilan Pegawai (P2KP) dengan mengangkat tema Service Level Agreement sebagai upaya untuk mengedepankan pelayanan prima. Bertindak sebagai pembicara adalah Yuli Wijayanto selaku Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, serta M. Fatkhur Rohman dan Movi Herliansyah dari Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis KPPBC TMP C Pangkalan Bun.

Yuli membuka presentasi dengan mengingatkan pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun akan pentingnya menghayati pilar-pilar reformasi. Sebagai ASN pegawai dituntut untuk bekerja sebagai pelayan publik, bukan sebaliknya. SLA sendiri merupakan standar layanan yang telah disepakati bersama berupa tindakan, bahasa lisan, bahasa tubuh, penampilan, dan sikap. Tujuan dari SLA adalah untuk mewujudkan pelayanan prima.

Beliau menyampaikan pentingnya penampilan karena hal itulah yang akan pertama kali dilihat oleh orang lain atau yang biasa kita sebut first impression. Dari penampilan saja orang lain bisa memberikan image kepada kita. Banyak orang seringkali tidak menyadari pentingnya kesan atau image, padahal image merupakan lukisan diri yang kita tampilkan pada orang lain. Keahlian atau keterampilan yang baik dan kualitas kerja yang tinggi memang sangat dibutuhkan, akan tetapi kesan atau image yang buruk bisa menutupi keahlian yang paling sempurna. Image yang buruk dapat mempengaruhi penerimaan rekan kerja akan ide-ide atau permintaan-permintaan kita. Etika penampilan yang baik adalah sopan, sesuai peruntukan, rapi bersih, wajar, pantas, dan tidak berlebihan.

Sesi selanjutnya dibawakan oleh M. Fatkhur Rohman dari Seksi PKCDT yang memaparkan tentang pentingnya komunikasi.

Disampaikan bahwa komunikasi bukan tentang apa yang kita sampaikan tetapi bagaimana kita menyampaikan, maka cara berkomunikasi antara orang 1 dengan yang lainnya perlu disesuaikan. Ada 3 perilaku komunikasi, yaitu: perilaku agresif, submisif, dan asertif. Agresif cenderung jujur dan terbuka namun cara mengungkapkan perasaan tidak tepat bahkan cenderung memaksakan kehendak. Submisif cenderung menghindari konflik, terhambat dalam mengungkapkan perasaan diri, dan bereaksi di belakang. Sikap yang paling tepat dalam berkomunikasi adalah asertif, yaitu berani mengungkapkan fikiran, perasaan, kebutuhan, hak pribadi, memperhatikan pikiran dan perasaan orang lain, serta menekankan penyelesaian masalah yang efektif.

Program pembinaan keterampilan pegawai diakhiri dengan sesi praktik standar layanan pemeriksaan barang yang dibawakan oleh Movi Herliansyah.

Secara keseluruhan P2KP berjalan lancar, komunikatif, dan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh pegawai. Harapannya dengan adanya P2KP SLA ini mampu mewujudkan Pelayanan Prima di Bea Cukai Pangkalan Bun untuk #BeaCukaiMakinBaik