Beranda Agenda & Kegiatan Lestarikan Budaya Organisasi, Bea Cukai Pangkalan Bun Internalisasikan Sikap Dasar Pegawai DJBC

Lestarikan Budaya Organisasi, Bea Cukai Pangkalan Bun Internalisasikan Sikap Dasar Pegawai DJBC

88

Sebagai negara yang memiliki keberagaman budaya, menjadi kewajiban mutlak bagi seluruh rakyat Indonesia untuk melestarikan budaya yang ada di negeri ini. Mengapa demikian? Karena beragam budaya bukan berati menjadi ancaman akan pluralisme di Indonesia, tetapi beragam kebudayaan itulah yang membentuk jatidiri bangsa Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi satu. Meskipun masyarakat Indonesia memiliki berbagai budaya, tapi tetap harus menjunjung tinggi persatuan. Seperti sila ke-3 Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia. Persatuan ini berasal dari rasa memiliki, identitas, dan kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.
Begitu juga dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Berbagai sikap, cara pandang, dan perilaku-perilaku yang selama ini dipahami secara beragam sesuai dengan perspektif masing-masing pegawai memerlukan adanya kesepakatan bersama secara formal sesuai dengan karakteristik/budaya DJBC. Budaya Organisasi dapat diartikan sebagai tata nilai yang disepakati organisasi sebagai pedoman para pegawai dalam melaksanakan tugas dan sebagai perilaku dasar yang dianut bersama. Salah satu budaya organisasi DJBC yang perlu diperkuat adalah Sikap Dasar. Oleh karena itu, perlu adanya standar perilaku dan semangat bagi setiap pegawai sebagai wujud nyata pelaksanaan Nilai Nilai Kementerian Keuangan sesuai dengan karakteristik tugas pelayanan dan pengawasan di bidang kepabeanan dan cukai yang disebut Sikap Dasar Pegawai DJBC.


Melalui apel rutin yang dilaksanakan setiap bulannya, Bea Cukai Pangkalan Bun menginternalisasikan Sikap Dasar Pegawai DJBC sebagai Budaya Organisasi DJBC. Pada Rabu, 4 Juli 2018, bertempat di halaman KPPBC TMP C Pangkalan Bun, Nurtanti Widyasari sebagai pengambil apel mengamanatkan kepada seluruh pejabat dan pegawai untuk memiliki, menerapkan, dan memegang teguh Sikap Dasar Pegawai DJBC yang terdapat dalam Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor KEP-664/BC/2017.

Adapun sikap dasar tersebut tertuang dalam bentuk 5 sikap dasar “KLIK-Jujur” adalah sebagai berikut:
• Korsa
Setiap pegawai DJBC harus mempunyai rasa memiliki dan rasa kebersamaan di antara pegawai dalam rangka melaksanakan tugas. Sikap korsa dapat diwujudkan dengan rasa bangga menjadi pegawai DJBC, bahu membahu dalam mensukseskan pelaksanaan tugas, menjalin koordinasi dan komunikasi lintas unit, mengutamakan pencapaian target bersama di atas target individu, dan saling hormat menghormati.
• Loyal
Setiap pegawai DJBC harus memberikan dukungan penuh serta memiliki komitmen yang tinggi untuk berkontribusi terhadap kemajuan organisasi dengan cara bekerja dengan sungguh-sungguh demi menjaga nama baik institusi. Sikap loyal dapat diwujudkan dengan bekerja secara tuntas, tepat waktu, dan akurat sesuai target; bekerja dengan penuh tanggung jawab dan keteguhan hati; saling mendukung diantara pegawai dan pejabat dalam pelaksanaan tugas; antusias dan memiliki semangat kerja yang tinggi; dan memegang teguh kode etik jabatan.

• Inisiatif
Setiap pegawai DJBC harus mampu menyelesaikan permasalahan pekerjaan atau memberikan solusi tanpa menunggu adanya perintah demi terwujudnya pengawasan dan pelayanan yang lebih baik. Sikap inisiatif dapat diwujudkan dengan berani mengemukakan ide; senantiasa mengembangkan hal baru (inovasi) untuk perbaikan bea dan cukai; mengambil tindakan yang tepat saat diperlukan untuk kemajuan organisasi; lebih mengedepankan aksi, sedikit bicara, banyak bekerja; dan cepat tanggap.
• Koreksi
Setiap pegawai DJBC harus senantiasa mau mengakui, mengingatkan serta memperbaiki kesalahan (orang lain) untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Sikap koreksi dapat diwujudkan dengan aktif mengupdate informasi, regulasi, dan pengetahuan; melakukan perbaikan dimulai dari diri sendiri, melakukan pekerjaan bukan bagaimana biasanya, melainkan bagaimana seharusnya; menerima masukan dan kritik yang membangun dengan sikap terbuka; mengamati lingkungan kerja, berikan saran perbaikan secara aktif; dan mengingatkan pegawai yang melakukan kesalahan dengan cara yang baik.
• Jujur
Setiap pegawai DJBC harus melakukan tugas dengan benar, dapat dipercaya baik dalam perkataan ataupun perbuatan, sesuai dengan standar peraturan yang berlaku. Sikap jujur dapat diwujudkan dengan berpikir, berbicara, dan bertingkah laku yang mencerminkan sifat jujur dan benar; berani mengemukakan kebenaran dan tidak melakukan kecurangan; objektif dan transparan dalam menjalankan tugas; tidak melakukan KKN; menaati aturan dan etika pegawai; tegas dan tidak kompromistis/mengkondisikan keadaan untuk memperoleh keuntungan secara pribadi; dan menggunakan wewenang dan fasilitas jabatan sesuai aturan dan peruntukannya.

Dengan diterapkannya sikap dasar tersebut oleh setiap pegawai, diharapkan dapat mendorong tercapainya tujuan DJBC pada umumnya dan KPPBC TMP C Pangkalan Bun pada khususnya, baik dalam hal pengawasan, penerimaan, maupun hal administratif. Mengingat begitu pentingnya budaya sebagai pendorong keberhasilan tujuan sebuah organisasi, mari kita lestarikan Sikap Dasar Pegawai DJBC untuk #BeaCukaiMakinBaik