Beranda Agenda & Kegiatan Pemusnahan BMN Berupa Barang Kena Cukai di KPPBC Tipe Madya Pabean C...

Pemusnahan BMN Berupa Barang Kena Cukai di KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun

252

Pangkalan Bun – (11/8) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun melaksanakan kegiatan pemusnahan Barang Milik Negara Barang Kena Cukai hasil tembakau berupa rokok dan tembakau iris (TIS). Kegiatan tersebut diselenggarakan di PT KORINDO (pabrik pengolahan kayu) dan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Kalimantan Bagian Barat, Kepala Seksi PKN Wahyu Warsono dan Kasubbag Umum Jamaludin Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pangkalan Bun, Sekda Kabupaten Kotawaringin Barat, dan para Kepala Dinas se-Kabupaten Kotawaringin Barat.

Barang Kena Cukai yang dimusnahkan dengan menggunakan tungku pembakaran tersebut berupa hasil tembakau berupa rokok dengan total berat kurang lebih 19 (sembilan belas) ton dan hasil tembakau iris sebanyak 132 (seratus tiga puluh dua) kotak dengan berat 33 (tiga puluh tiga) kg. Barang-barang yang dimusnahkan tersebut terbukti melanggar Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 yaitu barang kena cukai hasil tembakau tanpa dilekati pita cukai dan Pasal 58 yaitu barang kena cukai hasil tembakau palsu atau bukan peruntukkannya. Harga total seluruh barang kena cukai tersebut diperkirakan sebesar Rp 1.560.520.800,00 dan apabila barang tersebut beredar di pasaran diperkirakan kerugian negara sebesar Rp 947.018.640,00 atau hampir Rp 1 M.

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat mengatakan bahwa kedepannya barang-barang illegal tidak hanya akan ditegah barangnya, tetapi juga akan dilakukan penyidikan secara menyeluruh dan akan disampaikan kepada Kejaksaan untuk dapat ditetapkan tersangkanya. “Kita harus tegas dalam menghadapi masalah ini, untuk menimbulkan efek jera bagi para pelaku”, ujar beliau.

Pembakaran dilaksanakan di tungku pembakaran (boiler) yang berada di PT KORINDO, sesuai dengan amanat dari Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat untuk meminimalisir titik api yang ada di Kab. Kotawaringin Barat. ali oleh  Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat dan kemudian diikuti oleh para tamu undangan.