Beranda Agenda & Kegiatan Perkuat Reformasi Kepabeanan dan Cukai, Bea Cukai Pangkalan Bun Bina Mental...

Perkuat Reformasi Kepabeanan dan Cukai, Bea Cukai Pangkalan Bun Bina Mental Pegawai

111

Rabu 15 Januari 2019, bertempat di Aula KPPBC TMP C Pangkalan Bun, kembali terselenggara Pekan Peningkatan Mental Pegawai (PPMP) yang diikuti oleh seluruh pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun. PPMP dilakukan dalam rangka mendukung penguatan reformasi Kepabeanan dan Cukai yang telah dicanangkan sejak tahun 2016. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama merupakan PPMP yang diikuti oleh pegawai muslim yang dipimpin oleh Ustadz Yazid, sedangkan sesi kedua diikuti pegawai kristiani yang dibawakan oleh Pendeta Nancy.

Pada PPMP sesi pertama yang diikuti oleh pegawai Muslim, kegiatan dibuka oleh MC, Ristya Nurharisa, dengan mengucapkan mukaddimah dakwah, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah oleh Bangkit Bakti Dewantara dan Boby Febriyan Ramadhan. Sambutan disampaikan oleh Kadiyat, selaku Kepala Sub Bagian Umum, yang menyampaikan bahwa di tahun 2019 ini kegiatan PPMP direncanakan untuk dilaksanakan secara rutin di Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun.

Dalam kesempatan ini, Ustadz Yazid menjelaskan tentang Al-Quran sebagai Kitab Allah dan pentingnya hidup dalam keberkahan. Beliau bertausiyah bahwa membaca hingga dapat menghafal ayat suci Al-Quran merupakan hal mulia yang mendatangkan keberkahan. Berkah membaca Al-Quran diriwayatkan melalui Hadits Riwayat Muslim. Suatu ketika Rasulullah Muhammad SAW bertanya pada para sahabat, “Maukah salah seorang diantara kalian, jika kembali ke rumah mendapati di dalamnya terdapat tiga unta hamil, gemuk, serta besar?” Ketika para sahabat mengiyakan tawaran beliau, Rasulullah SAW bersabda, “Salah seorang dari kalian yang membaca tiga ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapatkan tiga unta yang hamil, gemuk, serta besar.” Unta yang merupakan harta paling besar yang dimiliki orang Arab pada masa itu, dapat dikiaskan dengan kendaraan paling mewah jaman sekarang, sehingga perumpamaan yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW memiliki makna bahwa seluruh dunia ini nilainya lebih rendah dibandingkan dengan mengenal satu ayat Kitabullah yang pahalanya begitu melimpah.

Ustadz Yazid melanjutkan tausiyah dengan menjelaskan bahwa Allah akan memberikan kenikmatan kepada umatnya sesuai dengan amalan yang kita perbuat. Apabila kita rajin membaca Al-Quran maka Allah akan memberikan berkah, tak hanya untuk diri sendiri, bahkan suatu tempat pun bisa ikut mendapat keberkahan dari Allah SWT. Contohnya apabila pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun membaca Al-Quran di kantor, maka kantor Bea Cukai Pangkalan Bun pun ikut mendapatkan syafaat. Subhanallah, betapa berkah membaca Al-Quran merupakan suatu nikmat Allah yang tak ternilai.

Pentingnya berkah dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak manfaatnya. Sebagai contoh adalah harta dalam bentuk gaji/pendapatan para pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun. Apabila harta milik para pegawai mendapat berkah dari Allah SWT, maka harta tersebut akan membawa kebaikan dan terhindar dari bencana. Harta yang berkah akan membuat para pegawai merasa cukup dengan apa yang dimiliki, senantiasa bersyukur pada nikmat Allah SWT, sehingga menghindarkan kita dari sifat kufur nikmat. Segala sesuatu yang berkah, akan mendatangkan nikmat pada raga dan fisik kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari untuk melakukan kebaikan sebagai bekal kita di dunia.

 

Diakhir tausiah, Ustadz Yazid berharap kepada para pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun untuk meningkatkan taqwa kepada Allah SWT, dengan selalu mensyukuri apa yang dimiliki. Dalam mencari berkah Allah, kita dapat mewujudkannya dengan meningkatkan frekuensi dalam membaca & menghafal ayat suci Al-Quran, namun tidak melupakan tugas dan kewajiban lainnya yang dimiliki sebagai pegawai.

Pada PPMP sesi kedua yang diikuti oleh pegawai Kristiani, Pendeta Nancy menjelaskan tentang Waktu Tuhan. Melewati tahun 2018 yang penuh berkat dari Tuhan, tentu banyak hal manis dan pahit yang kita rasakan. Ada keberhasilan dan juga kegagalan yang kita lewati sepanjang tahun lalu. Kegagalan jangan kita pendam sebagai rasa kecewa kepada Tuhan, namun harus kita imani sebagai rancangan Tuhan yang akan mendatangkan keindahan pada waktunya.

Dengan adanya kegiatan pembinaan mental ini, diharapkan dapat meningkatkan iman dan taqwa setiap pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun dalam mengemban amanah, baik dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari untuk #BeaCukaiMakinBaik