Beranda Artikel Sekilas tentang Pangkalan Bun

Sekilas tentang Pangkalan Bun

2456

Letak Geografis

Kabupaten Kotawaringin Barat yang beribu kota di Pangkalan Bun, berada di Propinsi Kalimantan Tengah dan terletak di antara 3 kabupaten tetangga yaitu, sebelah utara dengan Kabupaten Lamandau, sebelah timur dengan Kabupaten Seruyan, sebelah barat dengan Kabupaten Sukamara dan sebelah selatan berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat 10.759 km.

Dengan adanya pemekaran wilayah kabupaten sesuai dengan UU No. 5 tahun 2002, Kabupaten Kotawaringin Barat dimekarkan menjadi 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Sukamara dan Kabupaten  Lamandau. Seiring dengan semakin berkembangnya Kabupaten Kotawaringin Barat maka sejak tahun 2003 sesuai dengan Peraturan Daerah No. 10 tahun 2003 terjadi pemekaran kecamatan dari 4 kecamatan menjadi 6 kecamatan. Kecamatan yang mengalami pemekaran adalah Kecamatan Kumai yaitu menjadi Kecamatan Kumai, Kecamatan Pangkalan Lada dan Kecamatan Pangkalan Banteng. Kecamatan Kumai merupakan kecamatan terluas dengan luas wilayah 2.921 km2 dan Kecamatan Pangkalan Lada merupakan kecamatan yang terkecil dengan luas wilayah 229 km2

Pangkalan Bun adalah Ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat di Kalimantan TengahIndonesia. Pangkalan Bun merupakan bagian dari Kecamatan Arut Selatan dan aglomerasi dari beberapa wilayah kelurahan, terutama Kelurahan MendawaiRajaMendawai Seberang, dan Raja Seberang. Di Kabupaten Kotawaringin Barat terdapat empat sungai besar yakni Sungai Jelai, Sungai Arut, Sungai Lamandau, Sungai Kumai, dan puluhan anak sungai. Permukiman penduduk sejak berabad–abad yang lalu tumbuh di sepanjang sungai ini. Sungai ini selain menjadi tempat mencari ikan untuk kebutuhan makanan sehari-hari, juga tempat mandi dan transportasi. Penduduk asli yang tinggal di daerah ini adalah suku Dayak yang berindukkan Dayak Ngaju.

Sejarah Pangkalan Bun

Kerajaan Kotawaringin merupakan salah satu  kerajaan Islam yang wilayah intinya sekarang yang menjadi Kabupaten Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah. Kerajaan ini bagian dari kepangeranan cabang Kesultanan Banjar. Menurut catatan Istana Al-Nursari yang terletak di Kotawaringin Lama, kerajaan ini didirikan pada tahun 1615 atau 1530.

Pada mulanya Kotawaringin merupakan keadipatian yang dipimpin oleh Dipati Ngganding. Menurut perjanjian VOC-Belanda dengan Kesultanan Banjar, negeri Kotawaringin merupakan salah satu negara bagian di dalam “negara Banjar Raya”. Kotawaringin secara langsung menjadi bagian dari Kesultanan Banjar, sehingga sultan-sultan Kotawaringin selalu memakai gelar Pangeran jika mereka berada di Banjar. Sultan Alidin mengatakan, sebutan Pangkalan Bun yang saat ini menjadi nama ibukota Kotawaringin Barat berawal saat itu Sultan Imanuddin melakukan perjalanan dari Kotawaringin Lama menuju Kumai bahkan sampai ke Banjarmasin. Kemudian Sultan Imanuddin sering kali singgah di Pongkalan Buun (Pongkalan=tempat Singgah), sementara Bun adalah nama orang dari suku Dayak, rumah milik Buun yang berada di muara sungai inilah yang  sering disinggahi Sultan Imanudin.

Seiring berjalannya waktu, Sultan sering hilir mudik melakukan perjalanan, karena jauh maka muncul keinginan untuk membuat kampung. Dari situ lah sejarah nama Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.