Beranda Agenda & Kegiatan Sosialisasikan Ketentuan Di Bidang Cukai, Bea Cukai Pangkalan Bun Bersinergi Dengan...

Sosialisasikan Ketentuan Di Bidang Cukai, Bea Cukai Pangkalan Bun Bersinergi Dengan Pemda

36

Ketika Anda mendengar kata “cukai”,  apa yang terlintas di pikiran Anda? Apa yang Anda ketahui tentang cukai itu? Tahukah Anda bahwa rokok merupakan salah satu barang kena cukai (BKC) yang memiliki ketentuan tertentu dalam peredarannya di masyarakat?

3 pertanyaan tersebut merupakan kalimat pembuka dalam kegiatan Sosialisasi Ketentaun di Bidang Cukai yang diselenggarakan Bea Cukai Pangkalan Bun bersama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kotawaringin Barat. Diselenggarakan di 4 Kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Barat: tepatnya di Kecamatan Arut Selatan; Kumai; Pangkalan Lada; dan Pangkalan Banteng, pada minggu ke-2 dan ke-3 bulan September 2018, Bea Cukai Pangkalan Bun dan Disperindag Kotawaringin Barat memberikan penyuluhan kepada pedagang rokok dan masyarakat terkait cukai, khususnya cukai Hasil Tembakau (HT). Dari pertanyaan tersebut kami mendapati beberapa peserta sosialisasi yang masih belum mengetahui dengan jelas apa itu cukai dan apa saja ketentuan yang dikenakan terhadap BKC, dalam hal ini khususnya rokok yang menjadi salah satu produk yang banyak beredar di wilayah Kotawaringin Barat.

Materi sosialisasi dibuka dengan Pengenalan Cukai Secara Umum yang didalamnya dijelaskan apa itu cukai, barang apa saja yang dikenakan cukai, bagaimana perlakuan terhadap barang-barang yang dikenakan cukai, dan kontribusi cukai bagi penerimaan negara. Sesi selanjutnya dijelaskan lebih dalam tentang cukai HT, jenis-jenis produk HT serta ketentuannya, dimana rokok menjadi BKC yang paling familiar bagi peserta sosialisasi.

Dalam sesi materi rokok ilegal, interaksi antara narasumber dan audiens meningkat dengan penjelasan yang praktis. Narasumber dari Bea Cukai mencotohkan secara langsung cara mengenali rokok yang resmi maupun ilegal.  Audiens pun bersemangat untuk mengenali rokok ilegal yang sering beredar di masyarakat diantaranya yaitu: rokok polos (tanpa dilekati pita cukai), rokok dengan pita cukai palsu, rokok yang dilekati pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya, dan rokok dengan pita cukai bekas. Tak lupa juga Bea Cukai Pangkalan Bun menjelaskan mengenai sanksi baik administratif maupun pidana bagi yang melanggar ketentuan di bidang cukai ini. Selain itu pada kesempatan ini dijelaskan juga tentang ketentuan Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) yang telah berlaku per 1 Juli 2018 dan masa relaksasi sampai dengan 1 Oktober 2018. Di akhir sesi ini, Bea Cukai Pangkalan Bun menghimbau masyarakat untuk tidak memperjual belikan produk BKC ilegal dan mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam membantu upaya pemerintah memberantas BKC ilegal.

Materi sosialisasi ditutup dengan praktik Identifikasi Pita Cukai yang diikuti secara antusias oleh audiens. Di sesi ini dipraktikan cara-cara mengenali pita cukai asli yang dapat diidentifikasi dengan kasat mata atau dengan menggunakan alat bantu seperti: kaca pembesar, lampu uv, alat elektronis, jarum, dan cairan kimia.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang besarnya peran cukai. Keseluruhan acara sosialisasi ini yang merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat (Disperindag) bersama Bea Cukai Pangkalan Bun adalah untuk menegakan peraturan dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membangun Kabupaten Kotawaringin Barat yang bersih dari peredaran BKC ilegal. #StopRokokIlegal!