Beranda Agenda & Kegiatan Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Pangkalan Bun Sosialisasikan Cara Identifikasi Keaslian...

Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Pangkalan Bun Sosialisasikan Cara Identifikasi Keaslian Pita Cukai

70

Selasa, 26 Februari 2019, telah dilaksanakan Program Peningkatan Keterampilan Pegawai (P2KP) dengan tema “Identifikasi Keaslian Pita Cukai Tahun 2019”. Bertempat di Aula Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun, acara ini diikuti oleh seluruh pegawai dengan aktif dan partisipatif.

P2KP ini adalah tindak lanjut dari dilaksanakannya Workshop Identifikasi Keaslian Pita Cukai Desain Tahun 2019 oleh Kantor Pusat DJBC melalui Direktorat Teknis Fasilitas dan Cukai bekerjasama dengan Konsorsium Peruri di Kantor Wilayah Kalimantan Bagian Barat.

Bertindak sebagai pemateri, Supargono Rochani selaku Kepala Subseksi Penindakan dan Sarana Operasi dan Irwan Kadir selaku Kepala Subseksi Administarsi Manifes, Penerimaan, dan Jaminan menjelaskan bagaimana mengidentifikasi pita cukai desain 2019. Sebelum dilaksanakan pemaparan materi, dilakukan pretest dengan menggunakan Kahoot yang diikuti dengan antusias oleh seluruh pegawai.

Pada sesi pertama, Supargono Rochani memaparkan mengenai urgensi identifikasi pita cukai, dimana beliau menilik kembali penerimaan bea cukai tahun 2018 dan menjelaskan bahwa histori penerimaan cukai dari tahun ke tahun mengalami peningkatan serta isu mengenai rokok ilegal yang rencananya akan ditekan sampai 3% pada tahun 2020. Selain itu, beliau juga menjelaskan bagaimana perizinan pelaku usaha di bidang cukai dan penetapan tarif cukai.

Selanjutnya, Irwan Kadir menjelaskan bahwa identifikasi pita cukai dapat dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap awal dan tahap lanjut. Tahap awal dilakukan secara kasat mata dan menggunakan kaca pembesar. Sedangkan tahap lanjut dilakukan dengan lampu ultraviolet, holoreader, jarum, dan cairan kimia.

“Dalam desain pita cukai 2019, cetakan pita cukai terlihat lebih jelas dan tajam sehingga kemungkinan untuk dipalsukan rendah” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa untuk mengetahui pita cukai tersebut legal atau tidak dapat menggunakan rumus L = ABR  dimana L berarti legal, A berarti pita cukai yang melekat harus asli, B berarti pita cukai yang digunakan harus baru, dan R berarti pita cukai harus rusak apabila kemasan dibuka. Setelah pemaparan materi, dilakukan posttest untuk mereview materi yang telah disampaikan dan sesi tanya jawab.

Kepala Kantor, Nurtanti Widyasari, menambahkan bahwa perlu adanya pemilihan cara identifikasi pita cukai 2019 untuk masyarakat, sehingga masyarakat lebih mudah memahami serta dapat mengenali pita cukai yang legal. “untuk selanjutnya, perlu dipilih mana yang perlu diketahui oleh masyarakat, sehingga masyarakat lebih mudah dalam mengenali pita cukai yang legal” ujarnya.

Diharapkan dengan adanya P2KP ini, dapat menambah pengetahuan pegawai dalam mengenali pita cukai yang legal sehingga dapat lebih optimal dalam melakukan penyuluhan dan pengawasan.