SINERGI BEA CUKAI, POLRI, PPATK, DITJEN PAJAK, DAN ITJEN KEMENKEU BONGKAR PENYELUNDUPAN TEKSTIL

SINERGI BEA CUKAI, POLRI, PPATK, DITJEN PAJAK, DAN ITJEN KEMENKEU BONGKAR PENYELUNDUPAN TEKSTIL

Jakarta, 3 Mei 2017 – Bea Cukai bekerja sama dengan PPATK, Ditjen Pajak, dan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan berhasil membongkar pelanggaran ekspor dengan modus pemberitahuan barang yang tidak sesuai dengan yang diberitahukan dalam Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang dilakukan oleh PT SPL yang berlokasi di Bandung. PT SPL melakukan ekspor barang dalam PEB dengan pemberitahuan 4.038 roll kain. Pada Rabu (29/06/2016), berdasarkan informasi dari Bea Cukai Jawa Barat dan hasil analisis intelijen Bea Cukai Tanjung Priok, dilakukan penindakan dengan hasil pemeriksaan hanya kedapatan 583 roll kain. Dari hasil penindakan ini, dilakukan audit investigasi oleh Bea Cukai dan dilakukan pengembangan bekerja sama dengan PPATK, Direktorat Jenderal Pajak (DJP), dan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan.

Kemenkeu Bongkar Penyelundupan Tekstil 2017

Perusahaan dijerat dengan Pasal 103 huruf a atau pasal 102 huruf f UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan jo. pasal 64 ayat (1) KUHP dan pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Berdasarkan hasil audit investigasi, potensi kerugian negara yang diakibatkan oleh pelanggaran ini diperkirakan kurang lebih sebesar Rp118 Miliar. Atas kasus ini, telah ditetapkan dua orang tersangka, yaitu FL dan BS, serta telah dilakukan penyitaan terhadap 16 rekening bank, tanah dan bangunan, mesin tekstil, apartemen, dan polis asuransi.
Tidak berhenti sampai di situ, Bea Cukai Tanjung Priok bekerja sama dengan Kepolisian Resort Tanjung Priok, Bea Cukai Bandung, dan Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Barat berhasil menggagalkan upaya ekspor tekstil yang diberitahukan berupa curtain, namun setelah diperiksa petugas kedapatan berupa air dalam plastik yang kemudian dibungkus lagi dengan kain dan karton, pada Rabu (23/11/2016). Atas penelitian petugas, didapati bahwa ketiga kontainer tersebut adalah milik PT LHD, sebuah perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat (KB) yang berada di wilayah Bandung.
Perkiraan nilai barang kurang lebih Rp7 Miliar. Terhadap pelanggaran ini, telah ditetapkan satu orang tersangka YT, yang merupakan oknum perusahaan dimaksud. Tersangka dijerat dengan Pasal 103 huruf a dan pasal 102A huruf d UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Pada konferensi pers yang digelar Rabu (03/05/2017), Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pelanggaran ekspor yang berhasil ditindak tidak hanya berupa pemberitahuan yang tidak benar pada dokumen PEB, namun juga berupa pembongkaran atau penimbunan barang tidak pada tempat yang ditentukan, seperti yang dilakukan PT WS, yang berlokasi di Bogor. Pada Sabtu (25/03/2017), petugas Bea Cukai berhasil menggagalkan laju lima unit truk milik PT WS yang mengangkut barang tekstil dan produk tekstil (TPT) dari KB, yang seharusnya ditujukan untuk diekspor, namun malah dibongkar di Pondok Gede, Bekasi. Atas penindakan ini, perusahaan dijerat Pasal 102A huruf d UU No. 10 Tahun 1995 jo. UU No. 17 Tahun 2006 karena membongkar barang ekspor di dalam daerah pabean tanpa izin Kepala Kantor Pabean jo. Pasal 55 KUHP. Salah seorang tersangka berinisial KH turut diamankan oleh petugas.
Dijelaskan Sri Mulyani, penindakan terhadap TPT ilegal tidak henti-hentinya digencarkan. Hal ini merupakan rangkaian penindakan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Jokowi kepada Kementerian Keuangan, Bakamla, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kepolisian untuk mencegah dan memberantas praktik penyelundupan pakaian bekas serta ekspor dan impor TPT ilegal yang masih terjadi, dimana sebelumnya pada Jumat (2/10/2015), Bea Cukai Tanjung Priok dan Bea Cukai Jawa Barat juga berhasil mengungkap kasus impor tekstil ilegal PT KYH dan PT YI, yang berlokasi di Purwakarta, dengan modus membongkar barang impor di luar KB untuk langsung diangkut ke tempat lain dan dijual ke pembeli akhir tanpa membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor. Atas pelanggaran ini telah ditetapkan lima orang tersangka AMF, EWY, AF, JJ, dan PK. Tersangka dijerat dengan Pasal 103 huruf a UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Total potensi kerugian negara kurang lebih mencapai Rp2 Miliar.
Berdasarkan data penindakan secara nasional, di tahun 2015 hingga 2017 Bea Cukai telah berhasil melakukan penindakan terhadap 179 kasus penyalahgunaan fasilitas KB yang terjadi di beberapa daerah, antara lain di Bandung, Purwakarta, Cikarang, Semarang, Bekasi, dan Bogor. Bea Cukai juga berhasil menindak 358 kasus penyelundupan pakaian bekas (ballpress) pada periode 2015 hingga 2017. Penindakan terhadap ballpress tersebut termasuk dilakukan melalui patroli laut gabungan di perairan Selat Melaka dengan Operasi Gerhana yang melibatkan Kantor Wilayah Bea Cukai di seluruh pulau Sumatera dan didukung oleh Pangkalan Kapal Bea Cukai Tanjung Balai Karimun dan Batam. Untuk memperkuat Operasi Gerhana, Bea Cukai pun melaksanakan penindakan terhadap pelanggaran impor dan ekspor di berbagai pelabuhan utama, khususnya komoditas TPT. Pada periode 2015 hingga 2017, Bea Cukai berhasil menindak 1.477 kasus pelanggaran ekspor impor TPT.
Lebih lanjut, Sri Mulyani menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan c.q. Bea Cukai berkomitmen untuk melakukan tindakan dalam mendukung industri TPT yang bersih, transparan, dan sesuai peraturan yang berlaku, serta mendukung iklim investasi yang baik dan mendorong ekspor produk manufaktur Indonesia dengan cara memberikan kemudahan prosedur bagi impor bahan baku yang selanjutnya akan diproduksi dan berorientasi ekspor. Dalam hal ini, komoditas TPT merupakan salah satu produk manufaktur utama yang direkomendasikan untuk peningkatan ekspornya.
Seiring dengan hal tersebut dan untuk menindaklanjuti secara teknis, Kementerian Keuangan c.q. Bea Cukai mengajak bersinergi beberapa Kementerian/Lembaga terkait antara lain:
1.    Kementerian Perdagangan untuk mengadakan program subsidi agar menghasilkan TPT dengan harga terjangkau untuk daerah perbatasan dan pemenuhan kebutuhan TPT dengan kebijakan keran impor TPT dalam jumlah yang terbatas dan diawasi, serta untuk melaksanakan operasi pasar TPT ilegal.
2.    Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan untuk mendorong fasilitas PLB agar dapat mengakomodasi kebutuhan UMKM.
3.    Kementerian Sosial untuk memenuhi kebutuhan pakaian di perbatasan dengan melakukan pengumpulan pakaian bekas layak pakai untuk disumbangkan ke daerah yang kurang pasokan produk tekstil.
4.    DJP untuk melakukan joint analysis, joint assistance, joint data (sharing), joint audit, dan joint collection bersama dengan Bea Cukai.
5.    Bareskrim Polri dan Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga Kemendag melakukan edukasi dan penertiban terhadap TPT ilegal.
Sri Mulyani menegaskan bahwa penyempurnaan kebijakan prosedur importasi TPT membutuhkan komitmen bersama dari berbagai pihak sebagai bentuk kepedulian, keinginan, dan tekad bersama untuk mengembangkan industri TPT, menstabilkan harga TPT dalam negeri, dan untuk mengoptimalkan penerimaan negara.

bongkar penyelundupan tekstil 2017

Sumber : http://www.beacukai.go.id/berita/sinergi-bea-cukai-polri-ppatk-ditjen-pajak-dan-itjen-kemenkeu-bongkar-penyelundupan-tekstil-.html

Read More
Sekilas tentang Pangkalan Bun

Sekilas tentang Pangkalan Bun

Letak Geografis

Kabupaten Kotawaringin Barat yang beribu kota di Pangkalan Bun, berada di Propinsi Kalimantan Tengah dan terletak di antara 3 kabupaten tetangga yaitu, sebelah utara dengan Kabupaten Lamandau, sebelah timur dengan Kabupaten Seruyan, sebelah barat dengan Kabupaten Sukamara dan sebelah selatan berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Luas wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat 10.759 km.

Dengan adanya pemekaran wilayah kabupaten sesuai dengan UU No. 5 tahun 2002, Kabupaten Kotawaringin Barat dimekarkan menjadi 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Sukamara dan Kabupaten  Lamandau. Seiring dengan semakin berkembangnya Kabupaten Kotawaringin Barat maka sejak tahun 2003 sesuai dengan Peraturan Daerah No. 10 tahun 2003 terjadi pemekaran kecamatan dari 4 kecamatan menjadi 6 kecamatan. Kecamatan yang mengalami pemekaran adalah Kecamatan Kumai yaitu menjadi Kecamatan Kumai, Kecamatan Pangkalan Lada dan Kecamatan Pangkalan Banteng. Kecamatan Kumai merupakan kecamatan terluas dengan luas wilayah 2.921 km2 dan Kecamatan Pangkalan Lada merupakan kecamatan yang terkecil dengan luas wilayah 229 km2

Pangkalan Bun adalah Ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat di Kalimantan TengahIndonesia. Pangkalan Bun merupakan bagian dari Kecamatan Arut Selatan dan aglomerasi dari beberapa wilayah kelurahan, terutama Kelurahan MendawaiRajaMendawai Seberang, dan Raja Seberang. Di Kabupaten Kotawaringin Barat terdapat empat sungai besar yakni Sungai Jelai, Sungai Arut, Sungai Lamandau, Sungai Kumai, dan puluhan anak sungai. Permukiman penduduk sejak berabad–abad yang lalu tumbuh di sepanjang sungai ini. Sungai ini selain menjadi tempat mencari ikan untuk kebutuhan makanan sehari-hari, juga tempat mandi dan transportasi. Penduduk asli yang tinggal di daerah ini adalah suku Dayak yang berindukkan Dayak Ngaju.

Sejarah Pangkalan Bun

Kerajaan Kotawaringin merupakan salah satu  kerajaan Islam yang wilayah intinya sekarang yang menjadi Kabupaten Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah. Kerajaan ini bagian dari kepangeranan cabang Kesultanan Banjar. Menurut catatan Istana Al-Nursari yang terletak di Kotawaringin Lama, kerajaan ini didirikan pada tahun 1615 atau 1530.

Pada mulanya Kotawaringin merupakan keadipatian yang dipimpin oleh Dipati Ngganding. Menurut perjanjian VOC-Belanda dengan Kesultanan Banjar, negeri Kotawaringin merupakan salah satu negara bagian di dalam “negara Banjar Raya”. Kotawaringin secara langsung menjadi bagian dari Kesultanan Banjar, sehingga sultan-sultan Kotawaringin selalu memakai gelar Pangeran jika mereka berada di Banjar. Sultan Alidin mengatakan, sebutan Pangkalan Bun yang saat ini menjadi nama ibukota Kotawaringin Barat berawal saat itu Sultan Imanuddin melakukan perjalanan dari Kotawaringin Lama menuju Kumai bahkan sampai ke Banjarmasin. Kemudian Sultan Imanuddin sering kali singgah di Pongkalan Buun (Pongkalan=tempat Singgah), sementara Bun adalah nama orang dari suku Dayak, rumah milik Buun yang berada di muara sungai inilah yang  sering disinggahi Sultan Imanudin.

Seiring berjalannya waktu, Sultan sering hilir mudik melakukan perjalanan, karena jauh maka muncul keinginan untuk membuat kampung. Dari situ lah sejarah nama Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.

Read More
Bea Cukai Pangkalan Bun Putus Mata Rantai Peredaran Rokok Ilegal

Bea Cukai Pangkalan Bun Putus Mata Rantai Peredaran Rokok Ilegal

Bea Cukai Pangkalan Bun, dalam upayanya melakukan kegiatan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal, menerapkan metode preventif dan represif.

Metode preventif dilakukan dengan tujuan mencegah rokok ilegal jangan sampai masuk ke daerah pengawasan Bea Cukai Pangkalan Bun. Metode ini lebih bersifat persuasif untuk mengajak masyarakat agar sadar dan menolak rokok ilegal. Metode ini dilakukan dengan cara Kampanye Stop Rokok Ilegal, di mana kegiatannya berisi penyuluhan kepada masyarakat tentang rokok ilegal dan ajakan agar tidak menjual rokok ilegal.

Pada bulan Maret ini, Bea Cukai Pangkalan Bun melakukan kegiatan tentang rokok ilegal kepada masyarakat di Kabupaten Lamandau, Kalimantan tengah. Penyuluhan dilaksanakan di lokasi berjualan para pedagang di kecamatan Nangabulik, Kabupaten Lamandau. Penyuluhan dilakukan dengan cara menjelaskan kepada para pedagang dan masyarakat tentang ciri dari rokok ilegal, bahayanya, dan tindakan apa yang dilakukan bila menemukannya. Pada penyuluhan ini, masyarakat bisa langsung mempraktekkan sendiri untuk mengetahui, membedakan mana rokok ilegal dan legal dengan menggunakan beberapa sample rokok yang dibawa oleh tim penyuluh.

DSC02125edit

DSC02181edit

DSC02148edit

Selanjutnya, metode represif. Metode ini dilakukan terhadap rokok-rokok ilegal yang masuk wilayah pengawasan Bea Cukai Pangkalan Bun. Metode ini dilakukan dengan jalan kegiatan operasi pasar dan penindakan kepada masyarakat yang kedapatan menjual, mengedarkan, atau menyimpan rokok ilegal.

Bersamaan dengan itu, pada bulan Maret ini, Bea Cukai Pangkalan Bun juga berhasil melakukan penindakan terhadap rokok ilegal. Dalam Operasi Pasar yang dilakukan di Kabupaten Lamandau, petugas berhasil mengamankan 2.600 bungkus rokok yang diduga ilegal merk Cartel dan Rseven dari 2 toko. Rokok yang diamankan tersebut diduga melanggar pasal 58 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

IMG-20170309-WA0004

IMG-20170309-WA0003

Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan akan semakin menekan peredaran rokok ilegal di masyarakat, khususnya di wilayah pengawasan Bea Cukai Pangkalan Bun. #BravoBeaCukai

Read More
Bea Cukai Pangkalan Bun Berikan Penghargaan Kepada Pengguna Jasa Berprestasi

Bea Cukai Pangkalan Bun Berikan Penghargaan Kepada Pengguna Jasa Berprestasi

Rabu, 22 Februari 2016 – Bertempat di aula KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun, diselenggarakan acara “Sosialisasi dan Apresiasi Bea Cukai Pangkalan Bun”. Acara tersebut diselenggarakan sebagai wujud terima kasih Bea Cukai Pangkalan Bun kepada pengguna jasa yang telah bekerja bersama selama tahun 2016, di mana berkat kerja sama tersebut Bea Cukai Pangkalan Bun berhasil mencapai beberapa target kinerja yang ditetapkan pada tahun 2016.

Acara yang dipandu oleh MC Dewanti Yanuarsari dimulai pukul 09.30 WIB. Kepala Kantor, Bapak Indra Rahmadi Sinuraya, dalam sambutannya mengungkapkan terima kasih pada segenap pengguna jasa yang selama 2016 sudah memberikan kontribusi dan kerja sama yang baik. Beliau menambahkan bahwa apresiasi yang akan diberikan ini adalah apresiasi dari Kementerian Keuangan yang diwakili oleh Bea Cukai Pangkalan Bun, untuk para pengguna jasa yang telah secara tidak langsung membantu Direktorat Bea Jenderal Bea Cukai mencapai target di tahun 2016 melalui kegiatan di bidang kepabeanan dan cukai.

DSC02065edit

DSC02043edit

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi tentang  Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2017, Registrasi Kepabeanan, dan Authorized Economic Operator (AEO) 2017 yang disampaikan oleh Kepala Subseksi Perbendaharaan dan Pelayanan, Bapak Eko Wijayanto. Dalam sosialisasinya disampaikan beberapa poin penting di antaranya :

  1. Bahwa mulai tanggal 01 Maret 2017, untuk keperluan kegiatan kepabeanan, pengklasifikasian barang berdasar pada BTKI 2017 di mana struktur HS menjadi 8 digit.
  2. Bahwa untuk registrasi kepabeanan ke depannya akan menggunakan single-ID, yaitu NPWP
  3. Bagi pengguna jasa yang tergabung dalam AEO akan mendapatkan perlakuan kepabeanan tertentu

DSC02050edit

DSC02047edit

Pada acara apresiasi Bea Cukai Pangkalan Bun, KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun memberikan 7 penghargaan dengan beberapa kategori sebagai berikut:

  1. Penyumbang Bea Masuk Terbesar, yang diterima oleh PT. Agro Menara Rachmat
  2. Penyumbang Bea Keluar Terbesar, yang diterima oleh PT.  Korintiga Hutani
  3. Penyumbang Cukai Terbesar, yang diterima oleh UD. Arif Jaya
  4. Pengurus Dokumen Terfavorit, yang diterima oleh Siti Rubaiah (PT Korintiga Hutani)
  5. Perusahaan Pengangkut Teladan, yang diterima oleh PT. Haluan Segara Line
  6. Eksportir dengan Volume Ekspor Terbesar, yang diterima oleh PT. Korindo Ariabima Sari
  7. Pegawai Frontdesk Terfavorit, yang diterima oleh Movi Herliansyah

DSC02084edit

DSC02088edit

DSC02090edit

DSC02092edit

DSC02097edit

Acara tersebut dimeriahkan oleh penampilan dari grup band pegawai OJT yang membawakan lagu “Kisah Kasih di Sekolah” dan “Jadilah Legenda”.

DSC02076edit

DSC02069edit

Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat terjadi kordinasi yang baik antara Bea Cukai dengan para pengguna jasa sebagai mitra kerja. Akhirnya terjalin sinergisitas dalam pelaksanaan pelayanan maupun pengawasan.

Read More

Acara Sosialisasi dan Apresiasi BC Pangkalan Bun

KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun akan mengadakan acara Sosialisasi dan Apresiasi, yang akan dilaksanakan pada :

Hari/ Tanggal : Rabu, 22 Februari 2017
Waktu : 09.00 – 11.45 WIB
Tempat : Aula KPPBC Tipe Pratama Pangkalan Bun
Tema Acara : 1.    Sosialisasi BTKI 2017, Registrasi Kepabeanan, dan Authorized Economic Operator (AEO)

2.    Apresiasi BC Pangkalan Bun 2016

Read More
PERINGATAN HARI PABEAN INTERNASIONAL KE-65 DI KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun

PERINGATAN HARI PABEAN INTERNASIONAL KE-65 DI KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun

Pangkalan Bun, 26 Januari 2017 pukul 07.30 WIB, bertempat di halaman KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun diselenggarakan apel dalam rangka memperingati Hari Pabean Internasional ke-65. Apel dipimpin oleh Kepala Sub Seksi P2, Bapak Syahril, dan dihadiri pegawai dan juga pegawai CCPNS. Dalam sambutan beliau, disampaikan amanat dari Menteri Keuangan dengan tema “Data Analysis” dengan slogan “Data Analysis for Effective Border Management”. Dalam isi amanat tersebut, Ibu Menteri mengungkapkan rasa bangganya terhadap Bea Cukai karena memiliki analis-analis handal yang menghasilkan target yang akurat dan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Jumlah penindakan kasus Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor pun meningkat hampir 50% dibanding tahun sebelumnya (2015). Tak lupa, Beliau berharap Bea Cukai dengan semangat reformasi birokrasi untuk senantiasa meningkatkan pelayanan dan pengawasan. Meskipun ada satu dua orang yang mengkhianati, namun banyak pegawai Bea Cukai yang berintegritas dan selalu berinovasi, jangan biarkan peribahasa karena nila setitik rusak sebelangga menurunkan semangat untuk membuat #BeaCukaiMakinBaik. Akhirnya, sebagai penturup, juga disampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang telah bekerja keras mengemban amanat negara serta menyulut semangat agar DJBC menjadi institusi kepabeanan terkemuka di dunia dan “harus makin baik”.

DSC01793 DSC01807

Selain pelaksanaan apel, dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Pabean Internasional ke-65, KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun juga menyelenggarakan berbagai perlombaan bagi pegawai yang sudah dimulai dari tanggal 09 Januari 2017, antara lain : ketangkasan bermain game PC Pro Evolution Soccer (PES), catur, bulu tangkis (ganda), tenis meja (ganda), dan gaple. Tema dalam acara perlombaan ini adalah kebersamaan, jadi kalah ataupun menang bukanlah masalah, yang terpenting adalah keceriaan, semangat berpartisipasi, serta kebersamaan yang terjalin antar pegawai. Harapannya dengan acara tersebut dapat me-refresh semangat pegawai dan sosialisasi antar pegawai dapat terjalin dengan baik, sehingga dapat mendorong pegawai bekerja dengan optimal untuk #BeaCukaiMakinBaik.

DSC01279 DSC01285 DSC01429 DSC01532 DSC01539

Read More

Pemberitahuan Maintenance Database Layanan CEISA

Sehubungan akan dilakukan maintenance database Layanan CEISA pada hari Sabtu tanggal 28 Januari 2017 pukul 22.00 WIB s.d. hari Minggu tanggal 29 Januari 2017 pukul 06.00 WIB, dengan ini disampaikan kepada pengguna jasa agar pengiriman data pemberitahuan kepabeanan atau cukai dilaksanakan sebelum hari Sabtu tanggal 28 Januari 2017 pukul 20.00 WIB. Terima kasih.

Read More
SEJARAH SINGKAT HARI PABEAN INTERNASIONAL

SEJARAH SINGKAT HARI PABEAN INTERNASIONAL

Setiap tanggal 26 Januari, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memperingati Hari Pabean Internasional. Lalu mengapa tanggal 26 Januari ditetapkan sebagai Hari Pabean Internasional? Untuk mengetahui jawabannya silahkan simak sejarah singkat Hari Pabean Internasional di bawah ini :

Ketika kita membicarakan tentang sejarah peringatan Hari Pabean Internasional, tidak akan jauh-jauh dari organisasi kepabeanan internasional atau yang lebih lazim dikenal dengan World Customs Organization (WCO). Sejarah WCO dimulai pada tahun 1947 ketika tiga belas pemerintah negara Eropa yang tergabung dalam Committee for European Economic Co-operation sepakat untuk membentuk kelompok inter-European Customs Unions yang berlandaskan prinsip-prinsip General Agreement on Tariffs and Trade (GATT). Pada 1948, kelompok ini membentuk dua komite, yaitu: Economic Committee dan Customs Committee. Customs Committee inilah yang menjadi cikal bakal Customs Co-operation Council (CCC) yang diresmikan pada konvensi di Brussel (Belgia) pada 26 Januari 1953 dan dihadiri oleh 17 perwakilan negara Eropa. Pertemuan pertama pada tanggal 26 Januari itulah yang mendasari diresmikannya Hari Pabean Internasional. Seiring perkembangan zaman, pada tahun 1994 nama Customs Co-operation Council bertransisi menjadi World Customs Organization (WCO) untuk lebih menekankan taraf Internasional pada institusi antar pemerintah global ini. Saat ini, sebanyak 179 negara di dunia telah bergabung menjadi anggota dari World Customs Organization, termasuk Indonesia.

Read More
Bea Cukai Pangkalan Bun Berhasil Lampaui Target 2016

Bea Cukai Pangkalan Bun Berhasil Lampaui Target 2016

Setiap organisasi pasti memiliki target yang ingin diraih. Demikian juga  KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun, sesuai dengan kontrak kinerja Kepala Kantor tahun 2016, KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun memiliki 10 target kinerja yang harus dicapai dalam waktu setahun di tahun 2016. Seiring berjalannya waktu, dengan usaha keras dari seluruh pegawai dan dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada, KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun akhirnya berhasil mencapai target kinerja tersebut dengan nilai capaian sebesar 114,33%.

Kamis, tanggal 12 Januari 2016, bertempat di aula KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun diadakan acara syukuran atas capaian kinerja di tahun 2016. Acara tersebut diawali dengan sambutan dari Kepala Kantor, Bapak Indra Rahmadi Sinurya. Dalam sambutannya, Beliau pertama-tama mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh pegawai atas capaian target kinerja di tahun 2016. Beliau juga menganalogikan keberhasilan tersebut seperti sebuah tim sepak bola yang bermain di Liga Inggris, Leicester City, di mana untuk mencapai dan mempertahankan sebuah target dibutuhkan effort dan strategi yang tepat.

DSC01460 DSC01466

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Penyelenggaraan Pembinaan Keterampilan Pegawai (P2KP). P2KP disampaikan oleh Bapak Nur Rahmat Setiawan selaku Kepala Subseksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan dengan tema Dialog Kinerja Individu (DKI). Di mana DKI, pada tahun 2017 ini sebagai sarana untuk mengontrol capaian kinerja pegawai. Dengan DKI, diharapkan kinerja individu meningkat, terwujud interaksi positif antara atasan langsung dan bawahan, serta terpetakannya potensi/kompetensi pegawai sebagai salah satu alat perencanaan pengembangan pegawai.

DSC01480 DSC01484

Setelah P2KP selesai, acara dilanjutkan dengan syukuran yang dilaksanakan melalui kegiatan doa bersama dan pemotongan tumpeng oleh Kepala Kantor. Dengan kegiatan tersebut,  diharapkan mampu melecut semangat pegawai untuk terus menerus memberikan kontribusi yang optimal untuk #BeaCukaiMakinBaik.

DSC01493 DSC01497 DSC01505 DSC01510

 

Read More
Operasi Pasar “ Sapu Bersih Rokok Ilegal” di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah

Operasi Pasar “ Sapu Bersih Rokok Ilegal” di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah

Pada hari Jumat, tanggal 9 Desember 2016, dalam rangka pemberantasan peredaran rokok ilegal di pasaran, KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun melakukan Kegiatan Operasi Pasar di Kabupaten Lamandau yang dipimpin langsung oleh Kepala Subseksi Penindakan dan Penyidikan, Syahril.

Kabupaten Lamandau merupakan salah satu kabupaten yang rawan terhadap peredaran rokok ilegal. Setelah Kejadian bulan-bulan sebelumnya rokok ilegal cukup banyak beredar di kabupaten ini. Kegiatan Operasi Pasar dilakukan di toko-toko maupun grosir sembako yang menjual rokok.

img-20161210-wa0002 img-20161210-wa0004 img-20161210-wa0006

Pada kegiatan Operasi Pasar kali ini, tim pengawasan tidak menemukan adanya peredaran rokok-rokok ilegal. Berdasarkan pengakuan dari para penjual yang sebelumnya pernah kedapatan menjual rokok ilegal, bahwa mereka sudah tidak menjual rokok ilegal dikarenakan jera dan takut dengan sanksinya.

Dari kegiatan operasi pasar, harapannya agar wilayah Pangkalan Bun dan sekitarnya yang berada di wilayah pengawasan KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun bersih dari peredaran rokok ilegal.

Operasi Pasar sebagai langkah untuk pengawasan terhadap barang barang ilegal tersebut akan selalu dilakukan untuk membersihkan barang barang yang merugikan negara tersebut, serta selalu meningkatkan kinerja bea cukai dalam hal Pengawasan untuk menjadi #Beacukaimakinbaik.

Read More