Bea Cukai Pangkalan Bun “Kobarkan” Merdeka Belajar Melalui CGTS 2021

Bea Cukai Pangkalan Bun “Kobarkan” Merdeka Belajar Melalui CGTS 2021

Senin (31/05/2021) Bea Cukai Pangkalan Bun menggelar Customs Goes to School (CGTS) 2021 dengan tajuk “Berkobar Bersama Bea Cukai Pangkalan Bun, Wujudkan Merdeka Belajar”. Digelar dengan media zoom, membuat CGTS 2021 berbeda dengan CGTS tahun sebelumnya karena memberikan kesempatan bagi seluruh siswa/i SMA/K/MA se-Kotawaringin Barat untuk ikut berpartisipasi pada acara CGTS ini.

Acara yang diselenggarakan di penghujung Bulan Mei ini sebagai bagian dari memperingati Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Selain itu acara ini juga diselenggarakan untuk mengenalkan Bea Cukai di Area / Wilayah Pangkalan Bun secara umum dan kepada generasi muda secara khusus. Dalam kesempatan ini, Tim Bea Cukai Pangkalan Bun memberikan sosialisasi mengenai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Kantor Bea Cukai di Pangkalan Bun (KPPBC TMP C Pangkalan Bun). Tak lupa pula sosialisasi mengenai Politeknik Keuangan Negara STAN diberikan kepada para peserta untuk mengenalkan Sekolah Ikatan Dinas.

Sejak dibuka oleh Master of Ceremony, yaitu Ristya Nurharisa dan Rolas Martua Simbolon, antusiasme peserta CGTS 2021 berkobar. Diawali dengan memperkenalkan instansi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) oleh Pandhu Pratomo selaku Kepala Kantor sebagai Narasumber dan Heru Nugroho sebagai Host, peserta ikut hanyut dalam penjelasan mengenai misi DJBC yaitu sebagai Trade Facilitator and Industrial Assistance (memfasilitasi perdagangan dan industri), Community Protector (menjaga perbatasan dan melindungi masyarakat Indonesia dari penyelundupan dan perdagangan illegal) dan Revenue Collector  (Mengoptimalkan penerimaan negara di sektor kepabeanan dan cukai) yang diberikan Pandhu. Selain menjelaskan mengenai visi, misi, tugas dan fungsi DJBC, Pandhu dan Heru juga mengenalkan jenis-jenis seragam yang digunakan oleh Pegawai Bea Cukai dalam menjalankan tugas. Di akhir sesi pertama ini, Pandhu menambahkan bahwa pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun menerapkan work life balance yang diikuti dengan mengenalkan jersey olahraga

Diselingi dengan games menarik dan melatih fokus membuat peserta semakin antusias untuk mengikuti jalannya acara CGTS 2021. Keseruan berlanjut saat Aldarida dan Rafif menyampaikan materi mengenai PKN STAN. Tak hanya materi tentang PKN STAN, motivasi disampaikan oleh Supargono untuk memberikan suntikan semangat kepada para peserta untuk tetap semangat belajar.

Apakah ada sanksi perorangan atau perusahaan yang tidak membayar bea masuk atau bea keluar?” tanya Nisrina di akhir sesi CGTS 2021. Pertanyaan mengenai tugas dan fungsi DJBC serta mengenai PKN STAN disampaikan oleh peserta CGTS 2021. “Silahkan kepada adik-adik SMA untuk berkuliah di PKN STAN. Dengan adanya CGTS 2021 ini, diharapkan adik-adik bisa termotivasi untuk melanjutkan pendidikan di PKN STAN dan menjadi putra daerah yang berhasil menjadi Keluarga Besar Bea Cukai” ucap Pandhu menutup acara CGTS 2021.

Dengan diselenggarakannya Customs Goes to School 2021 ini diharapkan dapat membuka wawasan dan memperbaiki stigma masyarakat mengenai Bea Cukai demi Bea Cukai yang Makin Baik.

Read More
BC Pangbun Awards, yang Milenial yang Beraksi

BC Pangbun Awards, yang Milenial yang Beraksi

Rabu, 24 Maret 2021- Bea Cukai Pangkalan Bun menggelar BC Pangbun Awards, sebuah acara penghargaan kepada pengguna jasa yang telah berkontribusi atas capaian target kinerja Bea Cukai Pangkalan Bun tahun 2020 serta untuk membangun silaturahmi, koordinasi, serta kerjasama antara pengguna jasa dan instansi yang ada di wilayah Pangkalan Bun.

Kami berharap dengan pelayanan prima yang kami berikan kepada pengguna jasa, Bea Cukai Pangkalan Bun ikut serta dalam menjaga bahkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.” tutur Pandhu selaku Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun dalam sambutannya. Lebih lanjut Pandhu menjelaskan dalam sambutannya  “realisasi target penerimaan Bea Cukai Pangkalan Bun sebesar 138,58% dengan rincian bea masuk sebesar 101,97%, bea keluar sebesar 141,10% dengan total penerimaan sebesar Rp.36,1 Milyar. Pun dengan indeks kepuasan pengguna jasa kami mendapatkan indeks 4.92 dalam skala 5 dengan kategori sangat puas”.

Bertempat di Aula Tanjung Puting, Brits Hotel Pangkalan Bun, acara penghargaan ini berjalan semarak dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Perpaduan nuansa perjuangan zaman dahulu dengan modern kekinian, pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun dan hadirin mengenakan dresscode ala pahlawan. Acara dikemas dengan santai seakan ‘nonton film di bioskop’. Dengan tajuk “Pahlawan Milenial dalam Membangun Negeri”, Bea Cukai Pangkalan Bun bermaksud menyuntikkan semangat juang pahlawan kepada generasi milenial. Konsep acara yang ‘beda’ membius hadirin yang hadir sehingga larut dalam cerita yang disuguhkan oleh pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun dari atas pentas.

Pengumuman pemenang awards dengan mengusung tema musik ‘tiktok” yang sedang tren di kalangan milenial, mampu menarik perhatian seluruh undangan yang hadir untuk mengetahui pemenang awards. Adapun pemenang awards Kategori Penyumbang Bea Masuk Terbesar – PT. Kalimantan Sawit Abadi, Kategori Penyumbang Bea Keluar – PT. Korintiga Hutani, Kategori Devisa Hasil Ekspor Terbesar – PT. Citra Borneo Utama, Kategori Agen Pelayaran Terbaik – PT. Sufie Bahari Lines, Kategori PPJK Clearance – CV. Rohim Putra Perdana, dan Kategori New Comer – PT. Garuda Biomass Indonesia.

Semoga kami bisa meningkatkan kegiatan ekspor sehingga dapat menunjang penerimaan di Bea Cukai Pangkalan Bun” ujar Wahyu selaku perwakilan dari PT. Garuda Biomass Indonesia dalam victory speechnya.

Selain penghargaan yang diberikan kepada pengguna jasa, BC Pangbun Awards juga turut memberikan penghargaan kepada Pegawai dengan Kategori “Petugas Pelayanan Prima pilihan Pengguna Jasa” setelah sebelumnya pengguna jasa melakukan voting untuk memilih siapakah pegawai yang layak mendapatkan awards tersebut.

For BC, tetap semangat. Semoga target di tahun ini dapat tercapai

Acara dikemas secara asyik dan TOP banget. Semakin Sukses buat BC Pangbun

Acaranya megah, meriah dan menarik. Dikemas dengan suasana apik. Penyampaian konten melalui teatrikal/musikal menambah menarik suasana. Semoga BC Pangbun semakin jaya dan terus dapat menjadi yang terbaik” tulis para hadirin pada kertas pesan kesan yang kemudian digantung pada pohon kesan pesan.

Read More
Apel Bulanan Perdana Tahun 2021 di Tengah Pandemi

Apel Bulanan Perdana Tahun 2021 di Tengah Pandemi

Kamis, 04 Februari 2021 Bea Cukai Pangkalan Bun menyelenggarakan apel bulanan perdana di tahun 2021 secara fisik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Bertempat di halaman Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun, Ahmad Pamuji Widodo selaku Kepala Subbagian Umum menjadi Pembina Apel.

Dalam amanatnya, Ahmad menyampaikan terkait update penerimaan sampai dengan Bulan Januari 2021,himbauan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama bekerja di tengah pandemi dan menyambut pegawai On The Job Training (OJT) yang telah bergabung selama kurang lebih 1 (satu) bulan.

Hal pertama yang disampaikan yaitu terkait Penerimaan Kantor di Bulan Januari 2021. Bea Cukai Pangkalan Bun berhasil mengumpulkan penerimaan Rp24.894.549.000 yang terdiri dari penerimaan Bea Masuk sebesar Rp88 Juta dan Bea Keluar Rp24 Miliar.

Selanjutnya, beliau mengatakan “Dalam bekerja, kita perlu aman, imun, dan iman. Aman dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, imun dengan tetap mengonsumsi makanan yang bergizi serta gaya hidup yang sehat, serta iman dengan tetap menjaga dan senantiasa meningkatkan kualitas ibadah kepada Tuhan” tutur Ahmad.

Sebagai penutup, Ahmad juga mengungkapkan harapan besarnya kepada pegawai OJT untuk dapat berkontribusi bagi Bea Cukai Pangkalan Bun. Dengan dilaksanakannya apel bulanan di bulan Februari ini, Bea Cukai Pangkalan Bun siap meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan pelayanan kepabeanan dan cukai di tengah pandemi demi Bea Cukai Makin Baik.

Read More
Bea Cukai Pangbun Awards, Penganugerahan Kepada Pengguna Jasa atas Kontribusi Terhadap Penerimaan Bea Cukai Pangkalan Bun Tahun 2019

Bea Cukai Pangbun Awards, Penganugerahan Kepada Pengguna Jasa atas Kontribusi Terhadap Penerimaan Bea Cukai Pangkalan Bun Tahun 2019

Senin (7/12) Bertempat di Aula Satya Ananta.Bea Cukai Pangkalan Bun menyelenggarakan Acara Bea Cukai Pangkalan Bun Awards (BC Pangbun Awards). BC Pangbun Awards merupakan acara yang tiap tahun digelar sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi kepada para Pengguna Jasa atas kontribusinya dalam pencapaian target penerimaan Bea Cukai Pangkalan Bun.

Acara kali ini cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena diselenggarakan secara online (virtual meeting). BC Pangbun Awards kali ini mengundang 32 perusahaan yang melakukan kegiatan customs clearance pada Tahun 2019 . Acara ini diikuti oleh perwakilan perusahaan dari eksportir, importir, agen pengangkut/pelayaran serta PPJK. Dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun Pandhu Pratomo Surtianto serta Para Pejabat dan pegawai di lingkungan Bea Cukai Pangkalan Bun.

Dalam acara kali ini Pandhu menyampaikan bahwa acara BC Pangbun Awards Tahun 2020 harus mengalami penundaan dan diganti pelaksanaannya secara online, dengan mempertimbangkan beberapa hal, ” Acara ini semula akan diselenggarakan secara langsung dengan tatap muka pada tanggal 02 Desember di Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun namun harus mengalami penundaan dan mempertimbangakan situasi pandemi covid-19 saat ini dimana jumlah orang yang terinfeksi virus covid-19 di Kotawaringin Barat mengalami peningkatan, sehingga gugus tugas penanganan covid-19 di Kotawaringin Barat mengeluarkan kebijakan untuk membatasi kegiatan yang mengumpulkan masa dan berpotensi menimbulkan kerumunan, dengan adanya hal tersebut maka diputuskan untuk batal diselenggarakan namun berganti secara online melalui zoom meeting. hal ini sejalan dengan kebijakan gugus tugas penanganan covid-19 untuk mencegah penularan covid-19″, Kata Pandhu dalam sambutannya.

Acara BC Pangbun Awards 2020 memberikan penghargaan kepada para pengguna jasa yang telah berperan dalam pencapaian target penerimaan di Tahun Anggaran 2019. Awards kepada pengguna jasa dibagi menjadi 6 kategori yaitu penyumbang bea masuk terbesar, penyumbang bea keluar terbesar, devisa hasil ekspor terbesar, PPJK clearance terbaik, agen pelayaran terbaik serta new comer terbaik. Penghargaan tersebut dipilih atas dasar kontribusi yang telah diberikan dengan mempertimbangan kepatuhan dan ketepatan waktu pengajuan dokumen. Selain itu, terdapat satu awards khusus yang diberikan kepada pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun berdasarkan pemilihan dan penilaian dari pengguna jasa yaitu pegawai pelayanan prima terbaik. Pemilihan dan penilaian didasarkan pada kinerja pegawai, integritas, sinergi dan kesempurnaan dalam proses pelayanan dan pengawasan baik di kantor maupun di lapangan.

Pada kesempatan kali ini juga Bea Cukai Pangkalan Bun juga memperkenalkan tiga orang pejabat yang baru bergabung menggantikan pejabat sebelumnya, diharapkan dengan adanya para pejabat baru ini dapat lebih meningkatkan kinerja dan pencapaian Bea Cukai Pangkalan Bun.

Selain itu Pandhu juga mengucapkan terimakasih atas partisipasi para pengguna jasa dalam pengisian survei kepuasan penguna jasa tahun 2020, “Terimakasih kepada Bapak/Ibu semua yang sudah memberikan penilain sehingga kantor Bea Cukai Pangkalan Bun mendapatkan nilai 4,92 dari skala 5, hasil survey ini memicu kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa. Selain itu, kami mohon kepada para pengguna jasa untuk membantu menjaga integritas dengan cara tidak memberikan imbalan apapun dalam bentuk apapun dan dengan alasan apapun” . kata Pandhu menutup sambutannya.

Dalam acara BC Pangbun Awards ini Padli Noor selaku Perwakilan PT Kapuas Prima Coal pemenang Bea Keluar Terbesar memberikan ucapan terimakasih dan menghimbau agar semua orang selalu menjalankan protokol covid-19,”Saya mewakili manajemen PT Kapuas Prima Coal mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bea Cukai Pangkalan Bun karena kami mendapatkan apresiasi berupa penghargaan atas penyumbang bea keluar terbesar Tahun 2019, semoga pandemi ini segera berlalu dan kami memohon doa kepada kawan-kawan semua agar kita dapat memberikan kontribusi lebih di tahun depan baik bea masuk, bea keluar atau yang lainnya.Semoga kita selalu dalam lindungan Allah dan mari kita semua menjalankan protokol covid-19 dengan menjalankan 3M”, kata Padli dalam kesan dan pesannya.

Diharapkan dengan adanya acara ini intimasi dan kerjasama antara Bea Cukai dan Pengguna Jasa dapat terus terjalin sehigga dapat memberikan kontribusi yang lebih ditahun depan untuk membantu pemulihan ekonomi nasional sesuai dengan program pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional akibat pandemi covid-19 ini.

Read More
Percepat Arus Keluar Masuk Barang, Bea Cukai Pangkalan Bun Gelar Customs Visit Customer ke Perusahaan Pelayaran

Percepat Arus Keluar Masuk Barang, Bea Cukai Pangkalan Bun Gelar Customs Visit Customer ke Perusahaan Pelayaran

Rabu/25 November 2020 Sehubungan dengan program Customs Close To You (CCTY) dengan tujuan mendekatkan diri ke pengguna jasa , Bea Cukai Pangkalan Bun melaksanakan Kegiatan Customs Visit Customer (CVC). kegiatan ini dilaksanakan di PT Delang Makmur Jaya dan PT Pelayaran Haluan Segara Line. Keduanya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran yaitu pengiriman barang baik dari/ke dalam negerimaupun luar negeri.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur PT Delang Makmur Jaya sekaligus karyawan PT Pelayaran Haluan Segara Line cabang Kumai,  Yan Kristopol beserta staff operasional dan dari Bea Cukai Pangkalan Bun Yuli Wijayanto selaku  Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan berserta staff. Acara ini dibuka dengan sambutan dari Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Yuli mengatakan bahwa acara ini selain mendekatkan diri dengan pengguna jasa juga merupakan kegiatan untuk mengetahui proses bisnis, kendala serta rencana kegiatan perusahaan tersebut.

 Yan Kristopol menyambut baik perihal kegiatan ini, “Kegiatan ini sangat positif sehingga pengguna jasa merasa dekat dengan Bea Cukai”, kata Yan dalam sambutannya. Pada kegiatan ini Yan juga menyampaikan kendala akibat adanya covid-19 yaitu berkurangnya pengiriman barang sehingga kunjungan kapal berkurang baik dari/ke  dalam negeri maupun luar negeri, selain itu dikarenakan adanya covid-19 ini, semula checking kapal dilakukan di wilayah muara sekarang harus di luar muara sehingga memerlukan biaya yang besar karena harus menyewa speedboat untuk menuju kesana.

Selain itu Yuli juga menanyakan potensi atau rencana kedepannya mengenai kegiatan ekspor di Pangkalan Bun, “Apakah kedepannya kemungkinan ada produk yang akan diekspor dari Pangkalan Bun dan adakah  perusahaan yang mengalami kendala? , kata Yuli. Menanggapi hal tersebut Yan  mengatakan ada rencana produk yang akan diekspor di tahun depan yaitu pasir kuarsa, tanah liat sebagai bahan keramik, PAO (limbah sawit) serta cangkang kelapa. Untuk kendala tidak ada tetapi perusahaan menanyakan mengenai dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan ekspor. Menindaklanjuti hal itu, Yuli mengatakan bahwa Bea Cukai siap melakukan asistensi kepada perusahaan apabila ingin menanyakan terkait dokumen ataupun persyaratan untuk ekspor produk tersebut.

Direktur PT Delang Makmur Jaya sekaligus pengurus PT Haluan Segara Line ini juga mengatakan bahwa mereka merasa terbantu dengan adanya aplikasi SIMANTAP  dan mengapresiasi atas respon pegawai Bea Cukai yang sangat cepat dalam memberikan pelayanan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini maka kerjasama antara Bea Cukai dengan perusahaan terus terjalin serta kedepannya kegiatan ekspor maupun impor dapat berjalan dengan baik selaras dengan slogan Bea Cukai yaitu Bea Cukai Makin Baik.

Read More
Latihan Patroli Bersama, Antara Bea Cukai Pangkalan Bun dengan Polres Kotawaringin Barat Perkuat Komitmen Koordinasi dan Sinergi Pengawasan

Latihan Patroli Bersama, Antara Bea Cukai Pangkalan Bun dengan Polres Kotawaringin Barat Perkuat Komitmen Koordinasi dan Sinergi Pengawasan

Selasa (17/11) bertempat di halaman KPPBC TMP C Pangkalan Bun dilaksanakan apel gabungan bersama antara Bea Cukai Pangkalan Bun dengan Polres Kotawaringin Barat sebagai tanda dimulainya latihan patroli bersama. Latihan patroli bersama tersebut antara satuan tugas Patroli Laut Bea Cukai Pangkalan Bun dengan Satpolair Polres Kotawaringin Barat.

Apel ini diambil langsung oleh Pandhu Pratomo Surtianto selaku Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun bersama AKBP Devi Firmansyah selaku Kapolres Kotawaringin Barat. Pandhu mengatakan bahwa kegiatan apel ini merupakan latihan bersama perdana antara Bea Cukai Pangkalan Bun dengan Polres Kotawaringin Barat dan diharapkan setelah dilakukannya kegiatan  ini maka dapat dilanjutkan dengan kegiatan patroli bersama secara berkala, “Kegiatan hari ini, merupakan latihan bersama perdana antara BC Pangkalan Bun dan Polres Kotawaringin Barat. Saya berharap, setelah kegiatan latihan ini bisa dilanjutkan dengan kegiatan patroli bersama yang dilakukan secara berkala, dan bisa dilakukan pertukaran data dan informasi (sharing information) yang pada akhrinya dapat menghasilakn targeting dan melakukan penindakan bersama, sehingga pengawasan dan penegakan hukum laut/perairan bisa lebih optimal, efektif dan efisien. “.pungkasnya.

Polres Kotawaringin Barat beserta jajarannya siap memberikan bantuan dalam mendukung proses pengawasan kepabeanan dan cukai, ” Jajaran Kepolisian Polres Kotawaringin Barat tentu saja siap dalam memberikan bantuan penindakan terhadap pelanggaran kepabeanan dan cukai yang ditemukan dan akan dilakukan secara tegas tanpa tebang pilih. Penertiban barang ilegal dan selundupan oleh Bea Cukai penting untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik.Iklim ekspor dan impor juga akan membaik, sehingga bisa memacu pertumbuhan ekonomi di Kotawaringin Barat ini. Jajaran Kepolisian Polres Kobar Satpolair pada khususnya siap mendukung proses pengawasan terhadap kegiatan ekspor CPO melalui kegiatan patroli”. Kata AKBP Devi dalam amanatnya.

Latihan patroli bersama ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama yang ditandatangani tanggal 24 Agustus 2020 antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI dengan Kepolisian RI Nomor KEP-193/BC/2020 dan Nomor : PKS/47/VIII/2020 tentang peningkatan Sinergi Tugas Operasional dan Sumber Daya Dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi. Dalam perjanjian kerja sama tersebut terdapat satu poin yang berisi latihan patroli bersama Korpolairud dengan Bea Cukai dan bantuan pengerahan sarana patroli dan/atau personel dalam keadaan mendesak.

Pada latihan patroli bersama kali ini dilaksanakan simulasi teknik mendekati / approaching terhadap kapal target. Diharapkan dari kegiatan bersama ini dapat meningkatkan sinergi, komitmen dan koordinasi di antara jajaran Bea Cukai Pangkalan Bun dengan jajaran Polres Kotawaringin Barat sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk melaksanakan tugas dan fungsi.

Selain itu diharapkan dengan adanya pelatihan ini kedepannya Sinergi dan Koordinasi dapat terus terjalin untuk bersama-sama melaksanakan pengawasan dan tindakan penegakan hukum terhadap penyelundupan dan peredaran barang illegal, pelanggaran di bidang Kepabeanan dan Cukai, serta secara bersama-sama melindungi masyarakat dan pelaku usaha dari peredaran barang-barang illegal yang dapat merugikan masyarakat.

Read More
Peringati HORI ke-74, Bea Cukai Pangkalan Bun Peduli Masyarakat  Laksanakan Donor Darah dan Bakti Sosial

Peringati HORI ke-74, Bea Cukai Pangkalan Bun Peduli Masyarakat Laksanakan Donor Darah dan Bakti Sosial

Kamis (22/10) Bea Cukai Pangkalan Bun memeriahkan perayaan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke 74. Peringatan HORI merupakan momentum terbitnya mata uang Oeang Republik Indonesia (ORI) pertama kali sebagai salah satu simbol kemerdekaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam perayaan hari oeang ini bertema “Peduli, Responsif, Adaptif Atasi Pandemi, Bangkitkan Ekonomi.” Tema yang diangkat menjadi sangat relevan dalam menghadapi situasi saat ini.

Berbeda dari pelaksanaan tahun sebelumnya, yang selalu dilaksanakan secara gabungan dengan beberapa instansi di bawah Kementerian Keuangan yaitu antara KPPBC (Bea Cukai) , KPPN (Perbendaharaan), KPP (Pajak) dan KPKNL (Kekayaan Negara dan Lelang). Acara tahun ini lebih difokuskan untuk mengurangi kerumunan masa di satu tempat sehingga diadakan acara di masing-masing instansi. Namun untuk tetap memeriahkan perayaan HORI tahun ini diadakan pertandingan lari secara virtual (virtual run) yang dapat diikuti oleh seluruh pegawai Kementerian Keuangan di Kotawaringin Barat.

Bea Cukai Pangkalan Bun sendiri dalam rangka Peringatan Hari Bea Cukai dan Hari Oeang ke-74 melaksanakan kegiatan donor darah di Aula Satya Ananta yang diikuti oleh para pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun. Donor darah ini bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia Cabang Kotawaringin Barat.

selain melaksanakan kegiatan donor darah, Bea Cukai Pangkalan Bun juga melaksanakan acara kegiatan bakti sosial yaitu melakukan kunjungan ke Panti Asuhan Muhammadiyah yang terletak tidak jauh dari kantor Bea Cukai. Dalam bakti sosial kali ini Bea Cukai Pangkalan Bun menyerahkan sejumlah sembako dan uang tunai kepada Panti Asuhan tersebut.

Kegiatan donor darah dan bakti sosial ini merupakan bentuk rasa kepedulian Bea Cukai kepada masyarakat sekitar, diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menciptakan kedekatan antara bea cukai dan masyarakat sehingga masyarakat merasa dekat dan selalu mendukung Bea Cukai yang Makin Baik.

Read More
Bea Cukai Pangkalan Bun  Berantas Rokok Ilegal

Bea Cukai Pangkalan Bun Berantas Rokok Ilegal

Jumat (9/10) Bea Cukai Pangkalan Bun melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka pemberatasan peredaran rokok ilegal yaitu kegiatan gempur rokok ilegal. kegiatan ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi kepada masyarakat khususnya para pedagang rokok di wilayah pengawasan Bea Cukai Pangkalan Bun.

Kegiatan ini berlangsung setiap bulannya dengan tempat sosialisasi yang berbeda-beda dikarenakan wilayah pengawasan Bea Cukai Pangkalan Bun sendiri cukup luas, wilayah pengawasan Bea Cukai Pangkalan Bun terdiri dari tiga kabupaten yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Sukamara. Namun untuk sosialisasi gempur kali ini dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Barat tepatnya di dua kecamatan berbeda yaitu Kecamatan Pangkalan Lada dan Pangkalan Banteng.

Dalam kegiatan ini,unit penyuluhan dan layanan informasi (PLI) turun langsung melakukan sosialisasi kepada pegadang rokok dengan sistem door to door. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan agar pedagang rokok dapat membedakan ciri-ciri rokok legal dan ilegal. Adapun ciri-ciri rokok ilegal yaitu rokok tanpa pita cukai, rokok yang dilekati pita cukai palsu, rokok yang dilekati pita cukai bekas, serta rokok dilekati pita cukai yang tidak sesuai peruntukan. tak hanya itu unit PLI juga menyampaikan bahwa rokok yang dilekati pita cukai berarti perusahaan tersebut telah ikut andil dalam pembayaran pajak khususnya cukai untuk pembangunan negara ini.

Selain melakukan sosialisasi Bea Cukai Pangkalan Bun juga mengingatkan kepada pedagang untuk tidak menjual rokok ilegal dengan ciri-ciri diatas, apabila kedapatan ada pedagang yang menjual rokok ilegal maka dapat dikenakan sanksi pidana serta menghimbau apabila ada pedagang menemukan rokok dengan ciri-ciri rokok ilegal untuk segera melaporkan ke Bea Cukai Pangkalan Bun. Tak hanya itu Bea Cukai Pangkalan Bun juga menyediakan layanan informasi apabila pedagang ragu mengenai rokok yang dijualnya, pedagang dapat menghubungi langsung ke nomor layanan informasi untuk menanyakan mengenai hal tersebut.

Tak akan berhenti sampai disini saja, Bea Cukai Pangkalan Bun akan terus melaksanakan sosialisasi gempur rokok ilegal ini kebeberapa kecamatan di bawah wilayah pengawasannya untuk menekan peredaran rokok ilegal nantinya.

Read More
Kenali Hukum, Jauhi Hukuman. Bea Cukai Pangkalan Bun Selenggarakan P2KP Konsekuensi Hukum dari Perikatan Kontrak Pengadaan Barang

Kenali Hukum, Jauhi Hukuman. Bea Cukai Pangkalan Bun Selenggarakan P2KP Konsekuensi Hukum dari Perikatan Kontrak Pengadaan Barang


Kamis, 24 September 2020. Bertempat di Aula Satya Ananta, Bea Cukai Pangkalan Bun melaksanakan Program Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pegawai (P2KP) Skill Improvement Festival dengan materi Konsekuensi Hukum dari Perikatan Kontrak Pengadaan Barang. Kegiatan ini melibatkan seluruh pegawai bea cukai pangkalan bun baik yang sedang melaksanakan Work From Office (WFO) maupun yang sedang melaksanakan Work From Home (WFH). Bagi pegawai yang sedang melaksanakan WFH tetap mengikuti kegiatan dengan cara daring menggunakan media Zoom Meeting. Sedangkan yang WFO mengikuti kegiatan dengan hadir secara langsung di Aula Satya Ananta. Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun.

Saat sambutan, Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun Pandhu Pratomo mengucapkan terimakasih kepada narasumber yang telah berkenan hadir dan menyampaiakan materi. Pandhu juga menghimbau kepada seluruh peserta P2KP untuk mendengarkan materi dengan baik karena pegawai bea cukai tentu mau tidak mau harus berhubungan dengan pengadaan barang jadi harus tau konsekuensi-konsekuensi yang muncul akibat dari perikatan pengadaan barang tersebut.

Narasumber pada P2KP kali ini yaitu Kepala Kantor Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Dandeni Hardiana. Dandeni menyampaikan bahwa sangat penting bagi pegawai bea cukai maupun pemerintahan lainnya untuk paham betul bagaimana konsekuensi hukum dari sebuah perikatan kontrak pengadaan barang, karena setiap satuan kerja dalam pemerintah pasti pernah atau akan melakukan pengadaan barang. Untuk itu beliau dengan senang hati hadir dan membawakan materi tersebut. Dandeni menjelasakan bahwa konsekuensi atas perjanjian/perikatan yang tidak dilaksanakan dengan benar dapat dikenakan jerat Pidana, Gugatan Perdata, atau Administratif. Jadi setiap orang yang melakukan perjanjian atau perikatan harus benar-benar mengetahui aturan yang berkaitan dengan pengadaan barang tersebut, karena konsekuensi yang ditimbulkan dapat menyangkut hukum yang nyata.

Dipenghujung kegiatan peserta P2KP diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber secara langsung. Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta dengan menanyakan materi yang belum jelas maupun keresahan pribadi baik yang menyangkut dengan pekerjaan maupun tidak.


Dalam wawancara setelah kegiatan Dandeni menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menambah pengetahuan pegawai bea cukai pangkalan bun dan dapat menjadi contoh bagi institusi atau instansi lain di Kotawaringin Barat untuk mengadakan kegiatan yang serupa mengingat akan pentingnya pemahaman konsekuensi hukum dari suatu perikatan kontrak pengadaan barang. Selain itu Yuli Wijayanto, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Pangkalan Bun juga menyampaikan terimakasih kepada Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat atas kesediaannya untuk menyampaikan materi. Dan berharap semoga apa yang telah disampaikan dapat diterima dengan baik dan dapat dijadikan pengingat agar selalu melaksanakan perjanjian atau perikatan dengan baik dan benar.

Read More
Dongkrak Pemulihan Ekonomi Nasional, Bea Cukai Pangkalan Bun Gelar Coffe Morning

Dongkrak Pemulihan Ekonomi Nasional, Bea Cukai Pangkalan Bun Gelar Coffe Morning

Kamis (3/9) Bea Cukai Pangkalan Bun menyelenggarakan acara coffe morning yang merupakan rangkaian customs close to you dengan tema penerimaan negara sebagai pendongkrak pemulihan ekonomi nasional (PEN). Bertempat di Hotel Avilla acara coffe morning ini berlangsung dengan tetap mengikuti protokol kesehatan covid-19, acara ini dihadiri oleh sebagaian besar pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun serta 25 perusahaan yang terdiri dari Importir, Eksportir, Agen Pelayaran  dan PPJK.

  

Bea Cukai Pangkalan Bun mengambil tema tersebut guna memaparkan fungsi penerimaan negara pada masa pandemi Covid-19 yang berbeda alokasinya dari tahun-tahun sebelumnya. Pemaparan kali ini disampaikan langsung oleh Pandhu Pratomo Surtianto selaku kepala kantor.

Pandhu mengatakan program PEN ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk mengurangi dampak covid-19 terhadap perekonomian. “Program PEN ini bertujuan melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya selama pandemi Covid-19” kata Pandhu. Program PEN ini diantaranya digunakan untuk perlindungan sosial, insentif usaha, pembiayaan korporasi, sektoral kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (pemda), usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta dana kesehatan.

Selain pemaparan mengenai apa itu program PEN dan tujuannya, Bea Cukai Pangkalan Bun juga melakukan evaluasi bersama pengguna jasa mengenai pengajuan dokumen impor ekspor melalui aplikasi SIMANTAP (sistem aplikasi mandiri dan terpadu) ataupun surat elektronik, hasil evaluasi penggunaan aplikasi SIMANTAP dari Februari sampai dengan hari ini perusahaan merasa sangat terbantu, “Bahwa aplikasi SIMANTAP ini membantu dan bermanfaat sekali” , kata Selamet selaku perwakilan perusahaan.

Tak hanya itu Bea Cukai Pangkalan Bun juga menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan perusahaan dalam mendukung pembentukan kantor menuju Wilayah Bebas dari Korupsi Tahun 2020 ini serta penyampaian kembali tahapan penilaian yang akan dijalani untuk pembentukan kantor menuju Wilayah Bebas dari Korupsi.

Dengan adanya coffe morning ini Pandhu berharap agar kedepannya Bea Cukai Pangkalan Bun dapat terus meningkatkan pelayanan dan pengawasan yang sudah ada dan terus memperbaiki alur proses pengajuan dokumen sehingga kedepannya dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi serta untuk mewujudkan Bea Cukai yang Makin Baik.

Read More