Bupati Lamandau Dukung Penuh Upaya Bea Cukai Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Bupati Lamandau Dukung Penuh Upaya Bea Cukai Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Selasa (11/8) Bea Cukai Pangkalan Bun berkesempatan untuk berkunjung ke Pemerintah Daerah Kabupaten Lamandau yang merupakan salah satu dari 3 Kabupaten di bawah pengawasan Bea Cukai Pangkalan Bun. Rombongan Bea Cukai yg dipimpin oleh Kepala Kantor, Pandhu Pratomo disambut langsung oleh Bupati Lamandau, Hendra Lesmana yang didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Lamandau, Penyang M. Ec, Dev. Pertemuan berlangsung hangat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid 19.

Ada 3 masalah pokok yang menjadi topik diskusi antar pimpinan daerah dan pimpinan instansi vertikal tersebut. Yang pertama adalah tentang potensi ekspor dari kekayaan alam yang terdapat di kabupaten Lamandau. Komoditi alam seperti pertambangan dan kehutanan tentu masih menjadi primadona dari Kabupaten ini, namun kendala logistik yg ada mengakibatkan belum ada ekspor yang langsung dari Kabupaten ini. Walaupun begitu Bea Cukai siap bekerjasama untuk mengasistensi dan mensosialisasikan tentang fasilitas fasilitas ekspor impor yang dapat dipakai oleh masyarakat maupun pelaku usaha di Kabupaten Lamandau.

Selanjutnya Pandhu Pratomo menyampaikan tentang amanah yang diberikan oleh Pemerintah Pusat tentang pendataan kinerja pemerintah daerah terkait Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBH-CT). Dan yang terakhir adalah penyampaian tentang operasi Gempur Rokok Ilegal yang sudah dan terus menerus akan dilakukan oleh Bea Cukai untuk menekan peredaran rokok Ilegal di wilayah pengawasan Bea Cukai Pangkalan Bun. Operasi Gempur Rokok Ilegal ini difokuskan pada pengawasan dan sosialisasi dimana Bea Cukai dan Pemda Lamandau melalui Disperindagkop & UMKM sudah pernah bersama-sama melakukan sosialisasi ke pedagang rokok di sekitar Lamandau dengan memanfaatkan DBHCT tersebut. “Kami sangat mendukung Bea Cukai dalam program Gempur Rokok Ilegal ini karena tentu akan menambah potensi penerimaan cukai yang akan berdampak pada masyarakat sekitar”, ucap Hendra Lesmana.

Diskusi hangat ini diakhiri dengan foto bersama dukungan Pemerintah Kabupaten Lamandau kepada Bea Cukai Pangkalan Bun dalam mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi tahun 2020. Dan diharapkan sinergi ini akan terus terjadi di masa mendatang sehingga rokok ilegal dapat terus ditekan peredarannya dan semoga akan ada komoditi ekspor baru yang dapat menambah devisa bagi negara dan menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar.

Read More
Bea Cukai Pangkalan Bun, Dukung Impor Aspal Untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur Di Pangkalan Bun

Bea Cukai Pangkalan Bun, Dukung Impor Aspal Untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur Di Pangkalan Bun

Kamis (6/8) Bea Cukai Pangkalan Bun melakukan kunjungan pertama kali ke perusahaan setelah sebelumnya meluncurkan kegiatan Going To New Normal pada bulan Juli lalu. Kunjungan kali ini dalam rangka Customs Visit Customer (CVC) yang merupakan rangkaian acara kegiatan Customs Close To You (CCTY). Dalam kesempatan kali ini Bea Cukai Pangkalan Bun melaksanakan kunjungan ke PT Sarana Sampit Mentaya Utama (SSMU) yang terletak di   Kumai Hulu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat. Kegiatan CVC ini tetap mematuhi protokol kesehatan dalam pencegahan covid-19.

Kegiatan CVC dihadiri  jajaran direksi PT Sarana Sampit Mentaya Utama dan Tim Bea Cukai Pangkalan Bun. CVC dibuka dengan sambutan oleh Tri Joko selaku general manager PT SSMU dan dilanjutkan oleh Pandhu Pratomo selaku kepala kantor Bea Cukai Pangkalan Bun, Pandhu menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kerjasama antara Pengguna Jasa dengan Bea Cukai serta untuk mengetahui profil, proses bisnis dan proyeksi kedepannya sampai dengan kendala atapun permasalahan perusahaan.

 

Joko menjelaskan PT SSMU merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang importasi aspal, “ kami berdiri pada tahun 2008 dengan 2 buah anak perusahaan di Kalimantan Tengah yang terletak di Pangkalan Bun dan Pulang Pisau. Untuk tahun ini akibat dari pandemi covid-19 PT SSMU diproyeksikan hanya akan melakukan impor aspal sebanyak 6.000 Ton dibandingakan tahun – tahun sebelumnya yaitu sebanyak 10.000-12.000 Ton, terakhir kali kami melakukan impor aspal pada bulan Mei lalu dan kemungkinan akan melakukan impor kembali pada akhir bulan Oktober sebanyak 1.500 Ton, aspal ini disupply ke beberapa wilayah di Pangkalan Bun untuk pembangunan jalan raya, tak hanya disini saja kami juga melakukan supply ke beberapa wilayah diluar Pangkalan Bun seperti Mempawah ataupun Ketapang, sebenarnya untuk kendala ataupun permasalahan untuk saat ini  tidak ada kendala yang berarti dalam melakukan kegiatan impor disini”, pungkas Joko mengakhiri pemaparannya.

Menutup sesi diskusi tersebut Pandhu memberikan tanggapan bahwa Bea Cukai siap mendukung dan memberikan pelayanan terbaik dalam proses impor aspal ini, “kami akan selalu mendukung dan melakukan pengawasan terhadap proses importasi aspal serta melakukan perbaikan pelayanan untuk mempercepat proses bisnis pembangunan infrastruktur seperti jalan raya  sehingga berjalan dengan lancar”, kata Pandhu sesi diskusinya.

Tak hanya itu Pandhu juga menyampaikan perihal langkah-langkah Bea Cukai Pangkalan Bun menuju Wilayah Bebas Korupsi Tahun 2020 yang sebentar lagi akan dilakukan penilaian dari Kemenpan-RB. Menanggapi hal tersebut PT SSMU siap mendukung Bea Cukai Pangkalan Bun, “kami siap dalam memberikan dukungan kepada Bea Cukai Pangkalan Bun dalam pembentukan Kantor Berpredikat Wilayah Bebas Korupsi Tahun 2020” , kata Joko.

Setelah diskusi, Tim Bea Cukai Pangkalan Bun melakukan tinjauan lapangan untuk mengetahui sedikit banyak proses bisnis yang digeluti PT SSMU. Dengan adanya CVC ini diharapkan menciptakan hubungan yang semakin baik antar Pengguna Jasa dengan Bea Cukai terkait pelayanan dan pengawasan di bidang Kepabeanan dan Cukai untuk mewujudkan Bea Cukai yang Makin Baik.

Read More
Coffe Morning di Era Tatanan Normal Baru?

Coffe Morning di Era Tatanan Normal Baru?

 

Kamis/16 Juli 2020 Bea Cukai Pangkalan Bun mengadakan Coffe Morning dengan Pengguna Jasa yang bertemakan  Bea Cukai Pangkalan Bun Going to the New Normal. Acara ini merupakan acara lanjutan dimana telah dibuka dengan apel khusus yang diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan KPPBC TMP C Pangkalan Bun pada hari selalu lalu. Acara kali ini sedikit berbeda,karena dilaksanakan secara online (virtual meeting)  yang diikuti oleh seluruh pejabat di lingkungan Bea Cukai Pangkalan Bun yang terdiri dari Kepala Kantor, Para Pejabat Eselon IV dan Eselon V serta 19 perusahaan yang terdiri dari Importir, Eksportir, Agen Pelayaran dan PPJK.

Acara ini diawali dengan sambutan oleh Pandhu Pratomo Surtianto selaku Kepala KPPBC TMP C Pangkalan Bun, pada acara kali ini Pandhu menjelaskan going to the new normal yang dilakukan bea cukai pangkalan bun merupakan langkah awal dalam menghadapi masa transisi ke new normal serta merupakan langkah adaptasi kebiasaan baru dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Apa itu Bea cukai pangkalan bun going to the new normal? yaitu Bea cukai pangkalan bun siap melayani dan beraktifitas kembali seperti semula namun tetap memperhatikan protokol-protokol kesehatan yang ada” , kata Pandhu.

Tak hanya membahas mengenai persiapan Bea Cukai Pangkalan Bun dalam adapatasi kebiasaan baru, pada acara kali ini dilakukan launching tagline Bea Cukai Pangkalan yaitu BERKOBAR yang memiliki akronim BERiman, KOmpeten, Berintegritas, Amanah dan Responsif. Dengan adanya tagline ini diharapkan seluruh pegawai dapat menerapkan nilai-nilai tersebut. Tak berhenti sampai disitu acara kali ini dilanjutkan dengan pemaparan program kegiatan Customs Close to You yang dibawakan oleh Yuli Wijayanto selaku Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan serta Munawar selaku Kepala Subseksi Penyuluhan dan Layanan Informasi.

Yuli mengatakan program ini merupakan tindaklanjut atas banyaknya  perubahan yang terjadi selama ini mulai dari pekerjaan yang biasanya di lakukan kantor secara tatap muka dan datang langsung menjadi via online dan pemberlakuan  work from home (wfh) untuk meminimalkan orang berkumpul pada suatu ruang, persuratan di kantor Bea Cukai Pangkalan Bun sendiri yang semula menggunakan hardcopy telah beralih ke media elektronik (Nadine) dengan menggunakan tanda tangan elektronik (Digital Signature) serta pelayanan eksternal yang dilakukan Bea Cukai Pangkalan Bun menjadi beralih ke media online melalui email dan aplikasi SIMANTAP dan tetap melakukan pelayanan bila ada pengguna jasa yang datang langsung ke kantor dengan memperhatikan protokol kesehatan. “New normal merupakan adaptasi kebiasaan baru, Bea Cukai Pangkalan Bun harus menyesuaikan dengan kebiasaan baru pada masa transisi ini dalam melakukan pekerjaan baik di area kantor, maupun di lapangan ketika melakukan pengawasan. Seluruh pegawai diwajibkan untuk memperhatikan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak (social distancing)”, kata Yuli

Untuk program customs close to you sendiri, Yuli menjelaskan bahwa kegiatan  ini  bertujuan untuk menjalin kedekatan, menciptakan hubungan yang baik antara Pengguna Jasa dengan Bea Cukai terkait pelayanan dan pengawasan di bidang Kepabeanan dan Cukai. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain Skill improvement festival yang bertujuan untuk  menambah pengetahuan dan skill pegawai sebagai bekal untuk memberikan pelayanan yang optimal, mulai dari pembekalan yang bersifat teknis sampai dengan non teknis. Olah raga bersama dengan pengguna jasa untuk meningkat hubungan antara Bea Cukai dengan Pengguna Jasa yang terdiri dari olah raga bulu tangkis, tenis meja, catur, domino dan fun bike. Beberapa agenda kegiatan rutin seperti customs visit customer yang bertujuan menciptakan hubungan yang baik antar Pengguna Jasa dengan Bea Cukai terkait pelayanan dan pengawasan di bidang Kepabeanan dan Cukai dan acara puncak untuk yaitu BC Pangbun Awards yang rencananya akan dilaksanakan bulan September mendatang.

Ucapan terimakasih tak lupa disampaikan Pandhu pada kesempatan kali ini. “kami ucapkan terimakasih kepada bapak/ibu yang hadir dalam acara virtual meeting coffe morning pada pagi hari ini serta dukungan bapak/ibu dalam melakukan pengisian survey dalam rangka penilaian ZI-WBK/WBBM tingkat Kementerian Keuangan sehingga kami dapat maju ke tingkat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN-RB), Semoga dengan adanya coffe morning kali ini hubungan antara Bea Cukai dan Pengguna Jasa dapat terjalin dengan baik dan kami akan terus melakukan peningkatan pelayanan dan pengawasan untuk mewujudkan Bea Cukai yang Makin Baik” Kata Pandhu mengakhiri acara pagi pagi ini.

Read More
Going to the New Normal, Apa Langkah Bea Cukai Pangkalan Bun?

Going to the New Normal, Apa Langkah Bea Cukai Pangkalan Bun?

Selasa 14 Juli 2020 bertempat di Halaman KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun dilaksanakan kegiatan apel pagi pertama kalinya setelah diberlakukan penerapan social distancing dan kebijakan Work From Home (WFH) akibat merebaknya pandemi COVID-19.Acara ini diikuti oleh para pejabat Eselon IV dan Eselon V serta para pegawai pelaksana di lingkungan KPPBC TMP C Pangkalan Bun.
Apel diambil langsung oleh Pandhu Pratomo Surtianto selaku Kepala KPPBC TMP C Pangkalan Bun. Apel kali ini dilakukan atas arahan pemerintah mengenai sistem kerja pada masa transisi dalam tatanan normal baru sehingga perlunya adaptasi kebiasaan baru. Menindaklanjuti arahan tersebut maka Bea Cukai Pangkalan Bun melakukan apel khusus sebagai pembuka kegiatan Going to the New Normal di lingkungan KPPBC TMP C Pangkalan Bun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan jaga jarak (social distancing).

Pandhu menjelaskan penerapan social distancing dan WFH ini membuat perubahan seperti penerapan teknologi untuk menunjang pekerjaan mulai dari pembuatan tata naskah dinas yang semula berbentuk hardcopy menjadi menggunakan aplikasi berbasis online (office DJBC dan Nadine) serta pemanfaatan aplikasi internal (SI MANTAP) untuk pengajuan izin timbun, bongkar, dan izin muat. Kegiatan tatap muka yang digantikan dengan media teleconference serta penggunaan penerapan protokol pencegahan COVID-19 dengan menggunakan masker, sarung tangan, baju safety dalam melakukan pemeriksaan dan pengawasan di lapangan.

Tak hanya itu pandhu juga menjelaskan berbagai perubahan tatanan hidup di lingkungan kerja harus disikapi dengan sebaik mungkin. Dengan hadirnya COVID-19 ini, memaksa untuk lebih fleksibel dan menyesuaikan diri pada perkembangan teknologi, untuk itu Bea Cukai Pangkalan Bun telah menyusun serangkain program seperti Skill Improvement Festival (Skiprov) yang merupakan kegiatan untuk menambah pengetahuan dan skill pegawai berbasis teknologi, Customs Close To You (CCTY) yang merupakan program untuk meningkatkan pelayanan dan hubungan antara Bea Cukai Pangkalan Bun dengan pengguna jasa yang terdiri dari Intimasi dengan pengguna jasa berupa olahraga bersama, Skill Improvement Festival (Skiprov) serta Customs Visit Customer (CVC) serta acara puncak yaitu BC Pangbun Awards.
“Maka saya sangat mengharapkan, seluruh pegawai dapat mengikuti dan mendukung program ini dengan semaksimal mungkin dan bekerjasama secara proaktif untuk menyukseskan program ini”, kata pandhu.

Tak hanya membahas tentang langkah-langkah menghadapi era tatanan normal baru, Bea Cukai Pangkalan Bun juga memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada pegawai atas kontribusi berupa karya, kreativitas dan prestasi yaitu pemberiaan penghargaan atas pencipta theme song “Relakan Diri Untuk Negeri”, finalis olimpiade parade sosialisasi tingkat nasional DJBC , pemenang sayembara tagline Bea Cukai Pangkalan Bun serta pegawai terbaik periode semester I Tahun 2020.

“Pada kesempatan ini saya juga ingin mengingatkan kepada seluruh pegawai untuk tetap menjaga kesehatan di masa-masa transisi menuju new normal. Di masa-masa ini saya harapkan kita dapat bekerja dengan cerdas, terus meningkatkan kualitas kerja, dan siap menghadapi tantangan-tantangan yang ada di depan. Dengan kembali dilaksanakannya apel hari ini, saya harapkan kita telah siap untuk menyesuaikan diri dengan tatanan kehidupan yang baru”. Kata Pandhu menutup amanat apel tersebut.

Read More
Sinergi dengan Pemerintah Daerah, Penggalian  Potensi Ekspor di Wilayah Kotawaringin Barat

Sinergi dengan Pemerintah Daerah, Penggalian Potensi Ekspor di Wilayah Kotawaringin Barat

Kamis 9 Juli 2020 Bea Cukai Pangkalan Bun melakukan kunjungan ke Dinas Perindustrian,Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kotawaringin Barat (Disperindagkop UKM Kobar). Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi Bea Cukai Pangkalan Bun dengan dinas setempat terkait tugas dan fungsi organisasi yang salah satunya berkaitan dengan penggalian potensi ekspor di wilayah Kotawaringin Barat.

Bertempat di Aula Kantor Disperindagkop UKM Kobar, Bea Cukai yang diwakili oleh Yuli Wijayanto (Humas Bea Cukai Pangkalan Bun) bersama Disperindag yang diwakili oleh Rakhmat Mulyanto (Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UKM) membahas mengenai penggalian potensi ekspor di wilayah Kotawaringin Barat. Potensi ekspor yang digali lebih di fokuskan untuk Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di daerah setempat, hal ini dikarenakan sampai saat ini belum ada IKM maupun UKM di wilayah Kotawaringin Barat yang melakukan pengajuan ekspor untuk hasil produknya.
“Untuk di wilayah Kotawaringin Barat sendiri menurut data selama beberapa akhir tahun ini hanya 3 komoditi yang telah di ekspor yaitu CPO dan turunannya, kayu (woodchip) dan hasil tambang, itu pun skala perusahaan besar”, jelas Rakhmat.
“Untuk IKM dan UKM sendiri, di wilayah ini masih belum pernah ada yang mengajukan untuk pembuatan surat keterangan asal yang selanjutnya digunakan sebagai salah satu persyaratan ekspor, namun dari Kementerian Perdagangan sendiri telah menyusun rencana kegiatan yaitu pelatihan ekspor/impor ke pengusaha/UKM yang akan dilaksanakan mulai tahun 2021” pungkasnya.
Hal tersebut tentu disambut baik oleh Bea Cukai yang siap mendukung melalui pemberian fasilitas yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sesuai dengan fungsi organisasi sebagai Industrial Assistance. Selain itu, dalam kesempatan ini juga dibahas mengenai penilaian atas capian kinerja pemerintah daerah (Pemda) di bidang cukai semester I Tahun Anggaran 2020 yang berkaitan dengan kegiatan sosialisasi ketentuan di bidang cukai serta pemberantasan barang kena cukai (BKC) illegal yang harus dilakukan secara rutin oleh Disperindagkop UKM secara mandiri dan melibatkan peran serta Bea cukai didalamnya.. Yuli menjelaskan bahwa penilaian tersebut berdampak pada Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBH CT) yang diberikan kepada Pemda setiap tahunnya.
“Diharapkan kedepannya agar kerjasama Bea Cukai dan Pemerintah Daerah terus dilaksanakan, seperti sosialisasi pengendalian BKC ilegal maupun sosialisasi ketentuan di bidang ekspor/impor di wilayah Kotawaringin Barat. Kami juga akan terus mengunjungi dinas-dinas terkait sampai dengan menjadwalkan Focus Group Discussion dengan Pelaku Usaha dan Pemerintah Daerah” tutup Yuli Wijayanto.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat mempererat sinergi antara Bea Cukai dan instansi-instansi lainnya untuk Indonesia yang lebih baik.

Read More
BC Pangbun di Jumat Krida : Sehat Jasmani dan Pikiran

BC Pangbun di Jumat Krida : Sehat Jasmani dan Pikiran

Menapaki transisi era normal baru, Bea Cukai Pangkalan Bun melaksanakan senam pagi bersama (19/6) di halaman Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun yang dilaksanakan serentak oleh seluruh instansi Bea Cukai di Indonesia dengan instruktur senam dari Kantor Pusat Bea Cukai melalui live streaming.

Olahraga bersama pertama semenjak pandemi Covid- 19 melanda ini disambut ceria dan penuh semangat oleh Pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun untuk meningkatkan kesehatan jasmani.

Tidak hanya sehat secara jasmani, usai melakukan olahraga bersama pegawai mengikuti arahan dari Menteri keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati di acara Townhall Meeting secara daring via video teleconference seputar respon dan tanggung jawab Kementerian Keuangan dalam menghadapi COVID-19.

Sri menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 memberikan efek domino pada aspek sosial, ekonomi, dan keuangan. Kementerian Keuangan sebagai ujung tombak dalam mengelola keuangan negara yang terdiri dari 12 unit eselon 1 dan organisasi vertikal dibawahnya diharapkan dapat berkontribusi untuk menjaga Keuangan Negara dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Saya mau mengucapkan terima kasih atas dedikasi Anda (Pegawai Kemenkeu), saya harapkan seluruh keluarga besar Kemenkeu sebagai pengelola keuangan negara memiliki solidaritas dan semakin cerdas dan antisipatif dalam menjalankan tugas. Dimanapun Anda berada dan apapun fungsi Anda harus mampu ikut mengemban tugas organisasi yang sangat berat saat ini untuk tetap menjaga keuangan negara sebagai instrumen untuk memulihkan negara dari COVID-19” ujar Sri Mulyani.

Selain itu, Sri juga menyampaikan seputar program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp695,20 triliun serta estimasi terkini kebutuhan tambahan pembiayaan APBN akibat COVID-19 dan progres stimulus fiskal penanganan COVID-19 dan PEN yang memiliki tantangan di level operasional dan proses administrasi. Dengan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan instansi penegak hukum mulai dari perumusan kebijakan hingga aplikasi di lapangan, Kementerian Keuangan berkomitmen untuk memegang prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan PEN dan stimulus salah satunya dengan secara rutin menyampaikan laporan terkait kondisi APBN dan program-program untuk Covid yang sedang berjalan.

“untuk itu sudah tugas jajaran Kemenkeu untuk ikut memonitoring. Tugas kita belum selesai, bahkan baru dimulai. Miliki mindset yang sama, meminimalisir risiko, dan bersama-sama bekerja menghadapi tantangan” pungkas Sri.

Tak lupa pula, dalam kesempatan ini dibahas seputar aspirasi pegawai Kemenkeu dalam masa transisi menuju new normal yang out of the box untuk tetap menjaga kesehatan pegawai secara jasmani maupun pikiran.

Read More
BC Pangkalan Bun Diskusikan Kebijakan Sektor Keuangan di masa Pandemi

BC Pangkalan Bun Diskusikan Kebijakan Sektor Keuangan di masa Pandemi

Rabu, 16 Juni 2020 – Bea Cukai Pangkalan Bun menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti oleh Pejabat dan Pegawai Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun tentang Kebijakan Sektor Keuangan sebagai Crisis Relief dalam Menangani Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) secara daring dengan narasumber Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun, Pandhu Pratomo S.

Dalam kegiatan ini, terdapat 4 agenda utama yang didiskusikan bersama yaitu seputar Dampak Pandemi COVID-19, Respon Sektor Keuangan Global, Respon Sektor Keuangan Domestik, dan Kinerja Sektor Keuangan tahun 2020 selama masa pandemi COVID-19.

Pandhu menyampaikan bahwa COVID-19 memberikan disrupsi terhadap aktivitas masyarakat, dunia usaha, investasi dan pasar keuangan serta mengancam seluruh dunia untuk masuk ke dalam jurang resesi. Untuk mengatasi hal tersebut, negara-negara di dunia termasuk Indonesia telah menyiapkan berbagai kebijakan sebagai respon untuk mengatasi disrupsi yang ada baik secara sosial dengan melakukan lockdown, physical distancing, massive test maupun respon di sektor keuangan berupa kebijakan fiskal dan moneter.

Dengan adanya forum diskusi, diharapkan peserta dapat memahami perkembangan sektor keuangan di tahun 2020 beserta indikator dan kebijakan-kebijakan yang ada untuk mempertahankan ekonomi Indonesia lebih dalam sehingga meningkatkan kesadaran pegawai sebagai punggawa keuangan negara.

Read More
Hari Kerja Pertama Idul Fitri, BC Pangkalan Bun Lakukan Kegiatan Boatzoeking

Hari Kerja Pertama Idul Fitri, BC Pangkalan Bun Lakukan Kegiatan Boatzoeking

Di hari kerja pertama setelah idul fitri, Bea Cukai Pangkalan Bun melakukan kegiatan Boatzoeking (Pemeriksaan Kapal) terhadap kapal berbendera Malaysia, TB Manyplus 6 / BG Manyplus2 di perairan Kumai, Pangkalan Bun (26/5/2020).

Dalam kegiatan boatzoeking ini, Bea Cukai Pangkalan Bun melakukan pemeriksaan pada seluruh bagian kapal dimulai dari haluan kapal. Kamar para awak kapal, ruang mesin, dan ruang penyimpanan kapal.

Boatzoeking sendiri berasal dari Bahasa belanda yang berarti pemeriksaan kapal, dapat pula diartikan pemeriksaan terhadap kapal yang mengangkut barang dan atau penumpang yang berasal dari luar kawasan pabean. Kegiatan boatzoeking yang dilakukan petugas Bea Cukai Pangkalan Bun merupakan salah satu upaya untuk menjaga dan menghindari terjadinya penyelundupan atas barang-barang terlarang yang kerap terjadi terjadi melalui sarana pengangkut laut.

Harapannya dengan adanya boatzoeking yang telah dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) ini , modus-modus penyelundupan dan kegiatan lain yang bertentangan dengan peraturan yang ada dapat dicegah sedini mungkin.

Read More
Larangan Pemberian Gratifikasi terkait Momen Hari Raya Idul Fitri 2020

Larangan Pemberian Gratifikasi terkait Momen Hari Raya Idul Fitri 2020

Yth. Pengguna Jasa, Pegawai, dan Stakeholder Bea Cukai Pangkalan Bun

sehubungan dengan Hari Raya Idul Fitri 2020, kami sampaikan untuk tidak memberi maupun menerima parsel, bingkisan, dan atau hadiah sebagai Tunjangan Hari Raya (THR) atau dengan sebutan lain.

Read More
Mantap Betul ! Target Penerimaan BC Pangkalan Bun Tembus 50%

Mantap Betul ! Target Penerimaan BC Pangkalan Bun Tembus 50%

Masih di bulan pertama pada Quartal ke dua tahun 2020, Bea Cukai Pangkalan Bun telah berhasil mencapai target penerimaan lebih dari 50% dari target tahunan yang telah ditetapkan. Hal tersebut dibahas dalam kegiatan rutin dalam Dialog Kinerja Organisasi bulan Mei 2020 yang dilakukan secara daring antar Kantor Bea Cukai di bawah Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Selatan (12/5/2020).

Per 30 April 2020, BC Pangkalan Bun telah berhasil menghimpun penerimaan sebesar Rp11.791.274.000 dari target tahunan sebesar Rp23.428.651.000 atau sebesar 50,33% dari target yang ada. Proporsi penerimaan tersebut terdiri dari Bea Masuk senilai Rp331.223.000, Bea Keluar Rp4.088.117.000, dan SPSA sebesar Rp10.200.000.

Dari data tersebut tentu sebuah hal yang positif bagi perekonomian di daerah Pangkalan Bun dan sekitarnya. Mengapa demikian? Di tengah-tengah Pandemi COVID-19 yang mengancam perlambatan ekonomi yang ekstrem dan memukul sektor industri, perusahaan-perusahaan di bawah pengawasan dan pelayanan Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun tetap mampu melakukan aktivitas ekspor dan impor.

Meskipun begitu, Bea Cukai Pangkalan Bun tidak ingin bereuforia berlebihan karena masih banyak tantangan ke depan di waktu yang tersisa di Tahun 2020 ini. Melalui pelayanan seoptimal mungkin dan fasilitas yang disediakan, kami harapkan dapat mendorong kinerja perusahaan semaksimal mungkin untuk Indonesia yang makin baik.

Read More