Wujudkan SDM yang Kompeten, BC Pangkalan Bun Selenggarakan Assesment

Wujudkan SDM yang Kompeten, BC Pangkalan Bun Selenggarakan Assesment

Bertempat di Gedung Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun telah dilaksanakan Assesment / Uji Kompetensi dalam rangka Inpassing para Pejabat Eselon V di lingkungan KPPBC TMP C Pangkalan Bun pada tanggal 2-3 Maret 2020.

“ Saya harap kalian serius dalam assessment ini, dan saya harap kalian (pejabat eselon V) lulus “ ujar Pandhu Pratomo S, Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun pada pembukaan kegiatan (2/3).

Penilaian dilakukan oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Yuli Wijayanto dan Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Fitriyanto Brotowasana kepada Para Pejabat Eselon V yang terdiri dari Kepala Subseksi Intelijen, Kepala Subseksi Penindakan dan Sarana Operasi, Kepala Subseksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas, Kepala Subseksi Administrasi Manifes, Penerimaan, dan Jaminan, Kepala Subseksi Penagihan dan Pengembalian, Kepala Subseksi Hanggar Pabean dan Cukai I, Kepala Subseksi Hanggar Pabean dan Cukai II, dan Kepala Urusan Keuangan.

Secara garis besar terdapat 7 (tujuh) hal sebagai bahan evaluasi terhadap pemahaman para peserta assessment, yaitu seputar Kepabeanan, Fasilitas Kepabeanan, Cukai, Manifes, Perbendaharaan, Pengawas Kepabeanan dan Cukai, Kepatuhan Internal, serta tentang Layanan Informasi, dan Pengelolaan Data dan Informasi.
.
Selain sebagai upaya komitmen Bea Cukai dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia yang kompeten, kegiatan ini dilakukan dalam rangka persiapan penyetaraan jabatan dan transformasi jabatan administrasi ke jabatan fungsional di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan prioritas utama adalah pengangkatan pejabat eselon V existing ke dalam Jabatan Fungsional Pemeriksa Bea dan Cukai (PBC) Ahli Pertama melalui mekanisme inpassing.

#beacukaipangkalanbun

#wilayahbebasdarikorupsi2020

Read More
BC Pangkalan Bun Dukung Sensus Penduduk “Menuju Satu Data Kependudukan Indonesia”

BC Pangkalan Bun Dukung Sensus Penduduk “Menuju Satu Data Kependudukan Indonesia”

 

Kamis, 5 Maret 2020 bertempat di Aula Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun dilaksanakan Program Pembinaan Keterampilan Pegawai (P2KP) tentang Sensus Penduduk tahun 2020 “Menuju Satu Data Kependudukan Indonesia” dengan narasumber dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kotawaringin Barat.
Sensus penduduk sendiri adalah pendataan penduduk / warga secara menyeluruh yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Tujuan dari dilaksanakannya Sensus Penduduk tahun ini yaitu untuk menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk menuju satu data kependudukan Indonesia. Selain itu, sensus penduduk tahun ini yang akan dilakukan secara online juga dilakukan sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan di berbagai bidang antara lain pendidikan, kesehatan, perumahan, tenaga kerja, dan bidang lain.


“Prinsipnya kita mendukung sensus penduduk 2020. Kita semua wajib memberikan data sebenar-benarnya supaya Indonesia punya data yang mutakhir” ujar Pandhu Pratomo, Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun.

 
Selain pemaparan materi, dalam kesempatan ini Pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun berkesempatan langsung dilakukan sensus dengan mengisi data melalui website Badan Pusat Statistik. Di akhir kegiatan, Pandhu Pratomo menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada Kepala BPS Kotawaringin Barat OO Suharto.

#beacukaimakinbaik

#beacukaipangkalanbunwbk2020

Read More

Maklumat Pelayanan Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun

Read More
MANTAP Euii ! BC Pangbun Luncurkan Aplikasi SI MANTAP dalam Coffee Morning

MANTAP Euii ! BC Pangbun Luncurkan Aplikasi SI MANTAP dalam Coffee Morning

Kamis, 27 Februari 2020 bertempat di Aula Gedung Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun dilaksanakan kegiatan coffee morning yang diikuti pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun dengan para pengguna jasa importir, eksportir, agen pelayaran, dan Pengusaha Pengurus Jasa Kepabeanan (PPJK).
Dengan suguhan secangkir-dua cangkir teh & kopi serta kudapan, acara mengalir dengan santai sehingga menciptakan suasana yang hangat untuk saling berinteraksi antar pengguna jasa maupun dengan pegawai Bea Cukai. Memang, hal tersebut merupakan salah satu tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yaitu untuk membangun intimasi atau keakraban antara Bea Cukai Pangkalan Bun dengan para pengguna jasa.

Hal lainnya yang menjadi tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang merupakan bentuk nyata komitmen Bea Cukai Pangkalan Bun sejak berdirinya tonggak pencanangan Zona Integritas dalam rangka menuju Kantor Wilayah Bebas dari Korupsi tahun 2020 yang telah dilakukan pada bulan Januari.

“Secara internal BC (Bea Cukai-red) Pangkalan Bun untuk meraih predikat WBK ada 6 area perubahan yaitu manajemen perubahan, penataan tata laksana, manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan perubahan di 6 aspek ini, tujuan yang ingin dicapai yaitu tadi, kantor yang pegawainya berintegritas dan peningkatan kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh pengguna jasa.” ujar Pandhu Pratomo Surtianto, Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun sebagai narasumber dalam sesi pertama gelar wicara (talkshow).

Selain itu, Yuli Wijayanto (Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan) yang juga merupakan narasumber menambahkan bahwasannya BC Pangkalan Bun selain telah melakukan peningkatan kualitas pelayanan, juga telah berbenah pada fasilitas sarana dan prasarana dengan pembangunan gedung baru yang harapannya dapat meningkatkan kenyamanan bagi para pengguna jasa.
Aksi nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan yaitu dengan diluncurkannya aplikasi daring BC Pangkalan Bun dalam sesi kedua gelar wicara dengan narasumber Hendro Endrikho (Kepala Subseksi Hanggar Pabean dan Cukai II) dan Munawar (Plt. Kepala Subseksi Penyuluhan dan Layanan Informasi) dengan nama produk SI MANTAP (Aplikasi Mandiri dan Terpadu Bea Cukai Pangkalan Bun) untuk memudahkan pengguna jasa dalam melakukan kegiatan permohonan izin timbun, izin bongkar, dan izin muat di luar kawasan pabean secara online yang dapat diakses melalui website resmi Bea Cukai Pangkalan Bun.
Dengan adanya aplikasi ini, kemudahan, efisiensi, dan efektivitas diharapkan dapat dirasakan oleh pengguna jasa yang tidak perlu mendatangi kantor BC Pangkalan Bun untuk mengajukan permohonan pelayanan sebagaimana dimaksud.

Selain itu, permohonan layanan dapat diterima oleh BC Pangkalan Bun serta proses atau tindak lanjut dari permohonan tersebut dapat dimonitoring sendiri oleh pengguna jasa sampai dengan diterbitkannya keputusan tak terbatas pada jam pelayanan maupun tempat.

Berbagai peningkatan dari segi sarana prasarana, kualitas SDM dan pelayanan merupakan komitmen Bea Cukai Pangkalan Bun untuk terus melakukan Continous Improvement atau perubahan yang terus menerus di segala bidang ke arah yang semakin baik demi mewujudkan era Bea Cukai Lepas Landas.
#beacukaimakinbaik
#beacukaipangkalanbunwbk2020

Read More
Sinergikan Kekuatan, BC Pangkalan Bun Berkoordinasi Lintas Sektoral

Sinergikan Kekuatan, BC Pangkalan Bun Berkoordinasi Lintas Sektoral

Senin, 24 februari 2020 bertempat di Aula Kantor Polres Kotawaringin Barat dilaksanakan kegiatan rapat koordinasi lintas sektoral yang diikuti oleh Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Barat, TNI Kotawatingin Barat, Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Kotawaringin Barat, Kantor Syahbandar dan Otorias Pelabuhan (KSOP), Bea Cukai Pangkalan Bun, dan instansi lainnya dengan agenda pembahasan mengenai pencegahan tindak pidana penyelundupan melalui jalur darat, laut, dan udara di wilayah Kotawaringin Barat.

Sebagai instansi yang salah satu fungsinya sebagai community protector, Bea Cukai Pangkalan Bun terus berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari barang-barang yang memiliki dampak berbahaya bagi masyarakat dan lingkungan terutama di wilayah pengawasan Bea Cukai Pangkalan Bun yaitu di Kabupaten Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Lamandau.


Dalam rapat koordinasi ini Current issue yang menjadi topik bahasan yaitu mengenai penyelundupan dan peredaran barang-barang dari luar negeri maupun barang berbahaya terutama narkotika yang saat ini diketahui bahwa indonesia saat ini sedang darurat narkoba karena merupakan negara pemakai nomor 1 dan peredaran nomor 7 di dunia.

Sinergi lintas sektoral antara TNI ,Polri, serta instansi terkait dalam upaya mencegah masuknya barang-barang berbahaya yang berpotensi merugikan masyarakat serta penerimaan negara diharapkan dapat berjalan dengan baik.

#beacukaimakinbaik
#beacukaipangkalanbun #beacukaipangkalanbunwbk2020

Read More
Cegah penyebaran Corona Virus, Bea Cukai Pangkalan Bun Adakan PKP

Cegah penyebaran Corona Virus, Bea Cukai Pangkalan Bun Adakan PKP

Akhir-akhir ini 2019 Novel Corona Virus (2019-nCoV) atau lebih dikenal dengan Virus Corona yang sedang marak diperbincangkan karena dampak yang ditimbulkan dan sudah menyebar termasuk ke negara-negara tetangga Indonesia seperti Singapura dan Malaysia, dimana pada awalnya virus tersebut diketahui memulai penyebarannya dari daerah Wuhan, China yang terdeteksi di akhir tahun 2019 dan sampai saat ini sudah banyak memakan korban jiwa.

Dalam tugas dan fungsi nya sebagai Trade Fasilitator, Community Protector dan Revenue Collector Bea Cukai menjadi garda terdepan dalam mengawal keluar masuknya barang dari dalam ke luar negeri maupun sebaliknya yang dengan melihat situasi saat ini mempunyai kemungkinan untuk terpapar Virus Corona karena dalam menjalankan tugasnya terdapat kemungkinan untuk bersentuhan langsung baik dengan barang-barang maupun warga negara asing yang masuk dari negara asing ke wilayah indonesia dengan kemungkinan untuk menularkan virus Corona.

Mengingat hal tersebut Bea Cukai Pangkalan Bun mengadakan edukasi pencegahan berupa Pengembangan Kompetensi Pegawai (PKP) yang diadakan di aula KPPBC Pangkalan Bun dimana Dokter Duita Eka Sari selaku narasumber membahas tentang bagaimana penularan virus tersebut dan bagaimana cara mencegah agar tidak tertular virus tersebut yang sampai saat ini masih belum ditemukan, karenanya prosedur pencegahan sangatlah penting seperti dengan makan dengan gizi yang seimbang, minum air 8 gelas per hari, makan makanan yang dimasak sempurna dan menjauhi daging dan hewan yang berpotensi menularkan, menjaga lingkungan dan rajin berolahraga, tidak merokok, mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker bila batu, apabila demam dan sesak agar segera melaporkan ke fasilitas kesehatan dan yang terpenting agar tidak lupa untuk berdoa.

Selain Virus Corona, silent killer juga menjadi topik pembahasan pada PKP kali ini. Silent killer atau penyakit yang dapat menyebabkan kematian namun tidak didahului oleh gejala atau tanda-tanda, beberapa penyakit tersebut adalah penyakit Jantung Koroner yang merupakan gangguan pada fungsi jantung dan merupakan silent killer pembunuh nomor satu di dunia , Kanker yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali dalam tubuh ,Hipertensi atau yang dikenal sebagai penyakit darah tinggi, Diabetes Melitus atau kencing manis yang merupakan penyakit gula darah, Hepatitis B dan C yang merupakan penyakit yang menyerang organ hati. Meskipun berpotensi membunuh, penyakit-penyakit tersebut dapat dihindari dengan menjaga kesehatan melalui pola makan yang sesuai, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, dan berolahraga yang teratur.


Diharapkan dengan diadakan PKP ini, dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Corona maupun Silent killer yang bisa menyerang kapan saja, siapa saja, dan dimana saja. Dengan menjaga kesehatan diharapkan dapat menjaga kinerja yang optimal sehingga meningkatkan penerimaan negara di masa kini dan kedepannya.
#beacukaimakinbaik
#beacukaipangkalanbunWBK2020

Read More
“Door to Door”, BC Pangkalan Bun Sosialisasikan Rokok Ilegal

“Door to Door”, BC Pangkalan Bun Sosialisasikan Rokok Ilegal

(13/2/2020) Bea Cukai Pangkalan Bun kembali hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mensosialisasikan seputar rokok illegal secara door to door. Berlokasi di Kecamatan Pangkalan Lada, Bea Cukai beserta tim mengunjungi toko-toko yang menjual rokok di wilayah tersebut.

“Selamat pagi pak, kami dari Bea Cukai Pangkalan Bun, bisa minta waktunya sebentar untuk sosialisasi seputar ketentuan rokok yang legal dan illegal” buka Dwi Muhammad Ikhsanudin (Petugas BC) dalam toko pertama yang dikunjungi.

“Iya bisa, silahkan” balas Sugeng dengan ramah, pemilik toko kecil yang menjual berbagai barang kebutuhan rumah tangga dan juga rokok di Jalan A. Yani KM 42, Pangkalan Lada.

Dwi menanyakan kepada sugeng, apakah telah mengetahui bahwa produk yang Ia jual yaitu rokok penjualannya diatur oleh negara. “ Belum tau mas” ujar sugeng.

“Baik pak, jadi begini… rokok yang merupakan Barang Kena Cukai diatur penjualannya oleh negara yaitu wajib dilekati Pita Cukai. Jadi pastikan rokok yang bapak jual dilekati pita cukai pada kemasannya. Selain itu ada pula jenis rokok illegal selain tidak dilekati pita cukai (polos), yaitu rokok yang dilekati pita cukai palsu, tidak sesuai peruntukan, maupun bekas pakai yang dapat dilihat dengan kasat mata” ujar dwi sembari menunjukan cara untuk mengetahui rokok yang legal dan illegal.

Adapun pengertian rokok illegal sendiri yaitu rokok yang tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai, atau rokok yang sengaja atau berusaha mengelak/menghindar dari kewajiban pelunasan cukai. Ciri-ciri rokok illegal diantaranya tidak dilekati pita cukai/polos, dilekati pita cukai palsu atau bekas, dilekati pita cukai yang bukan haknya (pita cukai pabrik lain), dan dilekati pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya (misalnya Sigaret Kretek Mesin/SKM dilekati pita cukai Sigaret Kretek Tangan/SKT atau jumlah kemasan tidak sesuai).

Cara untuk mengidentifikasi rokok illegal sendiri secara kasat mata dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :

  1. Cek pada kemasan rokok apakah terdapat pita cukai atau tidak;
  2. Bila ada, cek apakah pita cukai asli atau palsu. Sama halnya dengan uang, pita cukai memiliki hologram yang memuat tulisan BC dan RI. Pita cukai asli juga memiliki desain yang berbeda tiap tahunnya.
  3. Bila ada dan asli, cek apakah pita cukai asli tersebut baru atau bekas pakai;
  4. Bila ada pita cukai, asli dan baru, cek kesesuaian kode personalisasi dengan pabrik yang tercantum pada rokok tersebut. Contoh : PT. Gunung Mas Sakti Maju Lancar Jaya tercantum GUMSMLJO
  5. Setelah itu, cek kesesuaian peruntukan pada pita cukai dan kemasan. Misalnya apabila pada kemasan tertulis SKM (Sigaret Kretek Mesin), maka pada pita cukai harus juga tertulis SKM. Apabila kemasan berisi 12 batang rokok, maka pita cukai juga harus tertulis 12 batang.

Tak hanya pada 1 toko, soisialisasi ini berlanjut dengan mengunjungi toko-toko lainnya di wilayah Pangkalan Lada. Harapannya, dengan kedatangan langsung Bea Cukai dan tim dapat memberikan informasi yang memadai bagi para pedagang rokok agar mengetahui dan mengenali rokok yang dapat dan tidak dapat diperjualbelikan, sehingga mempersempit ruang gerak peredaran rokok illegal. Mari Bersama Gempur Rokok Ilegal !

Read More

Hasil Survei Kepuasan Pengguna Jasa 2019

Terima Kasih atas Kepercayaan yang Bapak / Ibu berikan. Kami akan senantiasa mempertahankan Kepercayaan yang diberikan serta meningkatkan kualitas pelayanan kami.

Read More
Standar Operasional Prosedur (SOP) di KPPBC TMP C Pangkalan Bun

Standar Operasional Prosedur (SOP) di KPPBC TMP C Pangkalan Bun

Berikut Daftar Standar Operasional Prosedur pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun :

1. Pemeriksaan Fisik Barang Ekspor di Luar Kawasan Pabean : http://bit.ly/SOP11

2. Pelayanan Pembetulan PEB yang Disampaikan Melalui Pertukaran Data Elektronik : http://bit.ly/SOP05

3. Pelayanan Pemeriksaan Fisik Barang Impor : http://bit.ly/SOP12

4. Penelitian Pemberitahuan Pabean dalam Rangka Impor (BC 2.0) Yang Mendapatkan Pelayanan Merah : http://bit.ly/SOP13

5. Pelayanan Impor Sementara Kapal Wisata Asing : http://bit.ly/SOP0718

6. Pelayanan Penyampaian BC 1.0 Melalui Sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) : http://bit.ly/SOP0118

7. Pelayanan Pemberitahuan Pabean dalam Rangka Pengangkutan (BC 1.1) Inward Manifes Melalui PDE : http://bit.ly/SOP0218

8.  Pelayanan Pemberitahuan Pabean dalam Rangka Pengangkutan (BC 1.1) Outward Manifes Melalui PDE : http://bit.ly/SOP0318

9. Pelaporan Data Ekspor, Impor, dan Cukai (15 Harian) : http://bit.ly/SOP0418

10. Penanganan Layanan Konsultasi (Information Frontdesk) : http://bit.ly/SOP0918

Read More
Apel Rutin Bulan Februari

Apel Rutin Bulan Februari

Kamis, 6 Februari 2020 bertempat di halaman Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun diselenggarakan apel rutin Bulan Februari. Pada kesempatan ini, Pandhu Pratomo Surtianto, yang baru bertugas selama 1 (satu) bulan sebagai Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun mengungkapkan bahwa kegiatan apel kali ini spesial untuknya.

“ Saya akan menyampaikan beberapa hal terkait kondisi kantor dan arahan dari Bapak Kanwil (Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Selatan” ucap Pandhu dalam pembukaan amanatnya.

Hal pertama yang disampaikan yaitu terkait Penerimaan Kantor di Bulan Januari 2020. Bea Cukai Pangkalan Bun berhasil mengumpulkan penerimaan Rp2,23 M yang terdiri dari penerimaan Bea Masuk sebesar Rp270 Juta, Bea Keluar Rp1,95 Miliar, dan Pungutan Pabean lainnya sejumlah Rp10 Juta.

Integritas yang merupakan salah satu dari Nilai-Nilai Kementerian Keuangan dan Sikap dasar Pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) juga tak luput disampaikan. Pandhu mengingatkan komitmen pegawai terhadap integritas yang harus dipertahankan bahkan ditingkatkan terlebih lagi pada Bulan Januari lalu, Bea Cukai Pangkalan Bun telah mencanangkan pembangunan zona integritas menuju Kantor berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi.

“untuk membuat nama Bea Cukai baik, memerlukan peran serta seluruh pegawai untuk berkinerja baik, namun untuk membuat nama Bea Cukai buruk hanya memerlukan satu orang” ucap Pandhu.

Hal lainnya yang disampaikan yaitu terkait pesan dari Bapak Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Selatan mengenai Bea Cukai Go Tourism. Pengawasan dan pelayanan Kapal Wisata Asing (Yacht) harus diperhatikan untuk menunjang pariwisata daerah.

Dalam penutupan amanatnya, Pandhu juga mengingatkan setiap pegawai untuk menjaga kesehatan. Dengan fisik yang sehat, tentu akan mengoptimalkan setiap pegawai dalam memberikan pelayanan kepada Pengguna Jasa untuk Bea Cukai yang Makin Baik.

Read More