Semarak Hari Pabean Internasional Tahun 2023

Semarak Hari Pabean Internasional Tahun 2023

Setiap tanggal 26 Januari, World Customs Organization (WCO) dan 179 negara anggotanya termasuk Indonesia memperingati International Customs Day atau Hari Pabean Internasional (HPI).  Peringatan Hari Pabean Internasional (HPI) tahun 2023 mengusung tema “Nurturing the Next Generation: Promoting a Culture of Knowledge-sharing and Professional Pride in Customs”. Dalam rangka memperingati HPI tahun 2023, Bea Cukai Pangkalan Bun menyelenggarakan beberapa rangkaian kegiatan, yang meliputi: pertandingan olah raga persahabatan, donor darah, dan Apel Khusus. Semarak HPI tahun 2023, dimulai dengan pertandingan olah raga persahabatan bersama Instansi Vertikal Kemenkeu lainnya yang dielenggarakan pada tanggal 17 Januari 2023 di Lapangan Mini Soccer R88. Dengan terlaksananya olahraga bersama ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi dan mempererat kekeluargaan antar Satuan Kerja Kemenkeu di Pangkalan Bun melalui GAHAONE (Gawi Hapakat Kemenkeu One).

Rangkaian kegiatan semarak HPI tahun 2023 yang kedua yaitu Donor Darah. Bea Cukai Pangkalan Bun mengadakan kegiatan Donor Darah yang diikuti oleh seluruh unit vertikal kemenkeu, pengguna jasa, dan instansi terkait di lingkungan Kotawaringin Barat. Bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kotawaringin Barat, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2023 di Aula Satya Ananta dan menghasilkan 28 kantong darah. Dengan adanya kegiatan donor darah ini, diharapkan mampu menumbuhkan jiwa sosial dalam masing-masing dari partisipan.

Tepat pada tanggal 26 Januari 2023, seluruh pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun mengikuti apel khusus dalam rangka Hari Pabean Internasional tahun 2023. Apel khusus dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Kantor, Raden Wahyudhi Arief Wibowo.

Bertepatan dengan pelaksanaan Apel Khusus tersebut, terdapat dua kategori penghargaan yang diberikan yaitu penghargaan Pegawai Teladan Tahun 2022 diberikan kepada Jelly Novianto dan Duta Anti Korupsi Tahun 2023 diberikan kepada Gian Rizkiansyah dan Umi Syafiqoh. Pegawai Teladan Tahun 2022 diberikan atas kontribusi besar pegawai kepada Bea Cukai Pangkalan Bun sehingga Bea Cukai Pangkalan Bun semakin maju dan terdepan. Sementara pada Pemberian Penghargaan Duta Anti Korupsi Tahun 2023 diberikan atas keberhasilannya dalam meningkatkan serta memberikan contoh kesadaran terhadap pentingnya perilaku anti korupsi dalam bekerja, dimulai dari hal kecil seperti kedisiplinan waktu jam kerja hingga anti gratifikasi. Pemilihan Duta Anti Korupsi telah dilaksanakan di tahun 2022 sebagai bagian dari peringatan Hari Anti Korupsi dan sebagai komitmen Bea Cukai Pangkalan Bun sebagai institusi yang bebas dari korupsi.

Pelaksanaan Apel Khusus peringatan Hari Pabean Internasional menjadi kegiatan penutup pada semarak HPI tahun 2023. Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan sinergitas Bea Cukai dengan seluruh stake holder dan pengguna jasa, mendorong budaya knowledge-sharing, dan mengoptimalkan sumber daya manusia, khususnya para generasi muda sebagai poin penting dari proses transformatif.

Read More
Kampanyekan Anti Korupsi, Bea Cukai Pangkalan Bun laksanakan Customs Visit Customer

Kampanyekan Anti Korupsi, Bea Cukai Pangkalan Bun laksanakan Customs Visit Customer

Rabu, 07 Desember 2022 – Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, Bea Cukai Pangkalan Bun melaksanakan Customs Visit Customer untuk mengkampanyekan anti korupsi kepada pengguna jasa yang meliputi importir, eksportir, PPJK dan Agen Pelayaran yang berada di bawah pengawasan Bea Cukai Pangkalan Bun.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini Bea Cukai Pangkalan Bun secara aktif melakukan kunjungan ke perusahaan untuk mendengar masukan dari pengguna jasa atas pelayanan yang selama ini diberikan. Kegiatan ini sekaligus untuk melakukan kampanye anti korupsi yang dituangkan dalam Komitmen Anti Gratifikasi yang ditandatangani oleh Plt. Kepala Bea Cukai Pangkalan Bun dengan pihak perusahaan sebagai bentuk dukungan penuh dan peran proaktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Penandatanganan komitmen antigratifikasi ini merupakan salah satu tools sebagai upaya preventif kami dalam mencegah adanya gratifikasi dalam pelayanan yang kami berikan” Ucap Plt. Kepala Bea Cukai Pangkalan Bun, Raden Wahyudhi.

Selain itu, penghargaan kantor dengan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang telah Bea Cukai Pangkalan Bun raih juga menjadi dasar kami untuk terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan bebas korupsi. Sejalan dengan komitmen tersebut, Bea Cukai Pangkalan Bun juga telah menyediakan saluran saluran dan mekanisme pengaduan masyarakat, termasuk saluran pengaduan secara anonim.

“Kami mengapresiasi kinerja dari Bea Cukai Pangkalan Bun, selama kami bekerjasama tidak ada pungutan liar maupun gratifikasi, kami harapkan kerjasama yang baik ini bisa terus berjalan” ucap H. Maturi, Senior Manager PT. Korindo Ariabima Sari, salah satu perusahaan yang dikunjungi Bea Cukai Pangkalan Bun.

Semoga dengan adanya kegiatan ini, Bea Cukai Pangkalan Bun dapat meningkatkan pelayanan bebas korupsi yang diberikan kepada pengguna jasa. HAKORDIA 2022, Integritas Tangguh, Pulih Bertumbuh, Indonesia pulih Bersatu Lawan Korupsi.

Read More
Gemar Monitoring dan Evaluasi Fasilitas Kepabeanan Tahun 2022

Gemar Monitoring dan Evaluasi Fasilitas Kepabeanan Tahun 2022

Rombongan Tim Pendampingan Kegiatan Gemar Monev Kantor Pusat DJBC bersama Tim Gemar Monev Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Selatan melakukan kunjungan ke Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun pada Rabu, 30 November 2022 dalam rangka “Gemar Monitoring dan Evaluasi Fasilitas Kepabeanan Tahun 2022”. Kedatangan tim ini disambut hangat oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun, Raden Wahyudhi Arief Wibowo.

Tim Pendampingan Kegiatan Gemar Monev Kantor Pusat DJBC yang beranggotakan Vita Budhi Sulistyo selaku Kepala Subdirektorat Ekspor, Sunardi selaku Pemeriksa Bea Cukai Muda Direktorat Audit Kepabenan dan Cukai, Yomi Burhanudin selaku Kepala Seksi Kawasan Berikat serta 3 orang pelaksana dari Direktorat Penindakan dan Penyidikan dan Direktorat Fasiliatas Kepabeanan.

Kegiatan diawali dengan diskusi terkait monev yang sedang berlangsung di Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun. Monitoring dan Evaluasi dilakukan dalam rangka menunjang efektivitas dan efisiensi pelaksana tugas pelayanan serta pengawasan kegiatan perusahaan Tempat Penimbunan Berikat (TPB) dalam hal ini adalah PT. Citra Borneo Utama yang berlokasi di Kumai Hulu, Kec. Kumai, Kab. Kotawaringin Barat.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke PT. Citra Borneo Utama pada hari Kamis, 01 Desember 2022. Pada kesempatan ini dibahas kendala pelaksanaan rangkaian monev, menyimak pemaparan proses bisnis PT. Citra Borneo Utama, kendala dan hambatan yang dialami perusahaan dalam hal memenuhi kewajiban sebagai penerima fasilitas dan peninjauan lapangan.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke PT. Citra Borneo Utama pada hari Kamis, 01 Desember 2022. Pada kesempatan ini dibahas kendala pelaksanaan rangkaian monev, menyimak pemaparan proses bisnis PT. Citra Borneo Utama, kendala dan hambatan yang dialami perusahaan dalam hal memenuhi kewajiban sebagai penerima fasilitas dan peninjauan lapangan.

Kemudian kegiatan monev diakhiri dengan review dan diskusi berkenaan dengan kendala dan langkah yang akan ditempuh untuk menindaklanjuti kegiatan monev tersebut serta menyepakati hal-hal yang akan disampaikan sebagai laporan tim gemar monev kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

Read More
Sosialisasi Rokok Ilegal sekaligus Pemantauan Harga Transaksi Pasar Rokok

Sosialisasi Rokok Ilegal sekaligus Pemantauan Harga Transaksi Pasar Rokok

(07/09/2022) – Pada bulan terakhir triwulan III, Bea Cukai Pangkalan Bun gencarkan sosialisasi rokok illegal pada masyarakat kecamatan kuala jelai, pantai lunci, nanga bulik serta kecamatan lamandau. Ini sejalan dengan salah satu misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yaitu melindungi masyarakat Indonesia dari penyelundupan dan perdagangan illegal dan mengoptimalkan penerimaan negara di sektor kepabeanan dan cukai.

Kegiatan Sosialisasi Rokok Ilegal ini dilaksanakan pada tanggal 1 s.d 7 September 2022 sekaligus pemantauan Harga Transaksi Pasar Produk Hasil Tembakau yakni rokok. Tim Bea Cukai Pangkalan Bun turun langsung dengan sistem Door to Door, yaitu dengan mendatangi secara langsung pedagang rokok untuk kemudian diberikan pengertian mengenai ciri-ciri rokok ilegal, sanksi, cara mengidentifikasi rokok ilegal melalui pengenalan ciri-ciri Pita Cukai dan melakukan pendataan harga transaksi pasar rokok yang dijual pada masing-masing Tempat Penjualan Eceran (TPE).

Adapun ciri-ciri rokok ilegal yaitu rokok tanpa pita cukai, rokok yang dilekati pita cukai palsu, rokok yang dilekati pita cukai bekas, serta rokok dilekati pita cukai yang tidak sesuai peruntukan (misalnya Sigaret Kretek Mesin/SKM dilekati pita cukai Sigaret Kretek Tangan/SKT atau jumlah kemasan tidak sesuai).

Berdasarkan Surat Edaran Dirjen Bea dan Cukai Nomor SE-5/BC/2022 tentang Pemantauan Perkembangan Harga Transaksi Pasar Produk Hasil Tembakau bertujuan menjaga stabilitas harga dan persaingan bisnis produk hasil tembakau di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa harga transaksi pasar tidak melampaui batasan harga jual eceran per batang atau gram di atasnya atau kurang dari 85% dari harga jual eceran yang tercantum dalam pita cukai hasil tembakau.

Tim Bea Cukai Pangkalan Bun menghimbau kepada pedagang agar tidak memperdagangkan rokok ilegal kepada pelanggan. Apabila kedapatan ada pedagang yang menjual rokok ilegal maka akan dikenakan sanksi pidana serta menghimbau apabila para pedagang menemukan rokok dengan ciri-ciri rokok ilegal untuk segera melaporkan ke Bea Cukai Pangkalan Bun. Selain itu Bea Cukai Pangkalan Bun juga menyediakan layanan informasi apabila pedagang ragu mengenai rokok yang dijualnya dengan menghubungi langsung ke nomor layanan informasi.

Read More
Sinergi dalam rangka pengawasan, Bea Cukai Pangkalan Bun bersama Satpolair Polres Kotawaringin Barat laksanakan Patroli Laut Gabungan

Sinergi dalam rangka pengawasan, Bea Cukai Pangkalan Bun bersama Satpolair Polres Kotawaringin Barat laksanakan Patroli Laut Gabungan

Hai Sobat Minbun..

Salah satu tugas dari Bea Cukai yaitu sebagai Community Protector, yang mana melindungi masyarakat Indonesia dari penyelundupan dan perdagangan illegal, baik melalui darat, laut, maupun udara. Sebagai Community Protector, Bea Cukai rutin melaksanakan patroli di wilayah laut guna melakukan pengawasan dan mengambil tindakan-tindakan yang dianggap perlu dalam mengamankan hak-hak negara.

Pada kesempatan kali ini, dalam rangka pengawasan, Bea Cukai Pangkalan Bun bersama Satpolair Polres Kotawaringin Barat kembali bersinergi melaksanakan kegiatan Patroli Laut Gabungan sejak tanggal 22 Agustus sampai dengan 24 Agustus 2022.

Senin (22/08/2022), bertempat di Dermaga Satpolair Polres Kotawaringin Barat, kegiatan dibuka dengan Apel Pembukaan Operasi Patroli Laut Gabungan yang dihadiri oleh awak kapal satuan tugas Patroli Laut Haruan Bea Cukai Pangkalan Bun dengan Satpolair Polres Kotawaringin Barat. Dalam apel pembukaan kegiatan tersebut, diberi pengarahan langsung oleh pembina apel Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Bea Cukai Pangkalan Bu, Heru Nugroho dan Kasatpolairud Polres Kobar, AKP Roni Paslah, S.H.

Kemudian, patroli gabungan ini dilanjutkan dengan menyelusuri dan melakukan patroli di wilayah Perairan Pangkalan Bun, Kumai, Sebuai, Sebukat, dan sekitarnya dan menggunakan Kapal Patroli Bea Cukai dengan nomor lambung BC 1007 dan Kapal Polairud.

Patroli Gabungan menjadi sebuah agenda rutin untuk mencegah dan menggagalkan masuknya barang-barang ilegal dan peredaran Narkotika Psikotropika dan Prekusor (NPP), serta mengurangi pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai yang dilakukan di laut sekaligus menjaga perairan Negara Republik Indonesia dari berbagai macam ancaman.

Diharapkan dengan adanya kegiatan bersama ini dapat meningkatkan sinergi, komitmen dan koordinasi di antara jajaran Bea Cukai Pangkalan Bun dengan jajaran Polres Kotawaringin Barat sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk melaksanakan tugas dan fungsi.

Read More
Bea Cukai dan Pajak Pangkalan Bun Melakukan Penandatanganan Keputusan Pembentukan Tim Pengawasan Bersama

Bea Cukai dan Pajak Pangkalan Bun Melakukan Penandatanganan Keputusan Pembentukan Tim Pengawasan Bersama

(12 Januari 2022) KPPBC Pangkalan Bun dan KPP Pratama Pangkalan Bun melakukan penandatanganan keputusan pembentukan tim pengawasan bersama (Joint Analysis) dalam pengoptimalan penerimaan sebagai tindak lanjut pemutakhirkan keputusan bersama di tahun 2021 sesuai Nomor: KEP-215/WPJ.29/KP.07/2020 dan KEP-103/WBC.15/KPP.MP.03/2020.

Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Bapak Pandhu Pratomo, Kepala kantor Bea Cukai Pangkalan Bun dan Ibu Dahlia, Kepala kantor Pajak Pratama Pangkalan Bun dengan mengambil tempat di Rooftop WCO Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun dengan disaksikan oleh seluruh pejabat eselon IV dari kedua belah pihak.

Keputusan Pembentukan Tim Pengawasan Bersama (Joint Analysis) yang dilakukan ini berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 210/KMK.01/2021 tentang Program Sinergi Reformasi Dalam Rangka Optimalisasi Penerimaan Negara. Dalam program sinergi reformasi yang tercantum dalam Keputusan Menteri Keuangan tersebut terdapat 8 (delapan) kelompok kerja program sinergi, yang meliputi : 1. Joint  Analysis, 2. Joint Audit, 3. Joint Investigasi, 4. Joint Intelligence, 5. Joint Collection, 6. Joint Proses Bisnis dan Teknologi Informasi, 7. Secondment, 8. Program Sinergi Reformasi Lainnya.

Pembentukan tim pengawasan bersama ini mengacu pada program sinergi joint analysis dalam hal pengawasan serta analisis data untuk pengoptimalan penerimaan negara. “Keputusan tim pengawasan yang berkelanjutan ini sebagai upaya pertukaran data dan kolaborasi, untuk selanjutnya dianalisis bersama sebagai dasar rekomendasi kegiatan audit-pemeriksaan sehingga dapat mengoptimalkan penerimaan negara” tutur Pandhu dalam sambutannya.

Dan harapannya, tidak hanya untuk pengoptimalan penerimaan saja, tetapi adanya penerapan joint proses bisnis lainnnya antara dua instansi di bawah naungan Kemenkeu, yaitu DJBC dan DJP tidak hanya di level pusat tetapi dapat diterapkan di kantor vertikal, khususnya Kantor Bea Cukai dan Pajak Pangkalan Bun.

Lebih lanjut Dahlia dalam sambutannya, “Dalam program reformasi birokrasi dan transformasi kelembagaan Kementerian Keuangan, yaitu untuk mewujudkan program sinergi Kemenkeu Satu, mari kita bersama membentuk program sinergi terkhusus program-program lokal untuk kita terapkan.” Diharapkan sebagai wujud sinergi Kemenkeu Satu ini, agar segera diimplementasikan dan dikaji bersama atas hasil pelaksanaannya.

Bea Cukai Pangkalan Bun terus menggalakkan berbagai kegiatan untuk mendukung program Kemenkeu Satu dengan terus menjajaki berbagai kegiatan yang dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan seluruh unit vertikal Kemenkeu di Kotawaringin Barat. 

Read More
Realisasi Penerimaan Bea Cukai Pangkalan Bun Tahun 2021 Capai 534,4 Miliar

Realisasi Penerimaan Bea Cukai Pangkalan Bun Tahun 2021 Capai 534,4 Miliar

(Rabu, 05 Januari 2022) Bea Cukai Pangkalan Bun melaksanakan apel perdana di awal tahun 2022 yang diikuti oleh seluruh pegawai bertempat di halaman kantor dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Pada kesempatan apel kali ini, pelaksanaan dipimpin oleh Heru Nugroho, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan.

Dalam amanatnya, Heru menyampaikan bahwa realisasi penerimaan telah melampui target yang ditentukan. Dengan total penerimaan sebesar Rp 534,4 Milyar atau presentase realisasi mencapai 3.757,26% dari target yang ditetapkan oleh Kanwil DJBC Kalbagsel. “Untuk realisasi kinerja penerimaan Bea Masuk sebesar 101,97% dengan total Rp.928.292.000,- turun 47% dibandingkan dengan tahun 2020. Hal ini disebabkan turunnya jumlah PIB (26,67%) dan juga Devisa Impor (21,91%) dari tahun sebelumnya. Sementara itu untuk realisasi Bea Keluar sebesar 4.049,81% dengan total penerimaan Rp 539.096.670.000,- naik 3.950% dari tahun 2020”  demikian disampaikan Heru dalam sambutannya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa “Jumlah penindakan sepanjang tahun 2021 sebanyak 20 SBP, naik 100% dari tahun 2020. Dengan total nilai barang sebesar Rp 91.118.737,- Hasil penindakan selama tahun 2021 dilaporkan berupa BKC HT (Rokok) Ilegal sebanyak 24.624 batang, MMEA Ilegal sebanyak 3.5 liter atau 7 botol dan HPTL Ilegal berupa Vape sebesar 1.740 ml atau sebanyak 39 botol.  Penindakan jenis barang larangan berupa Boraks Anhidrat 95% dengan total perkiraan kerugian pungutan impor senilai Rp 56.443.088,-

“Selain itu, memasuki awal tahun 2022 dengan semangat kerja baru ditengah ancaman varian baru virus Covid-19 Omicorn yang saat ini sudah mencapai 165 kasus di area DKI Jakarta. Untuk itu diharapkan kepada seluruh pegawai untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan saat sedang beraktivitas di kantor maupun diluar rumah ” tambah Heru.

Sebelum menutup apel pagi, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan Employee Of The Month periode Desember 2021 kepada pegawai dan pemberian penghargaan kepada PPNPN dan PKD Terbaik Tahun 2021. “kami berharap bahwa pemberian penghargaan ini, dapat memberikan suntikan semangat baru kepada para pegawai untuk terus meningkatkan kinerja di tahun 20202” tutur heru menutup amanatnya.

Read More
Lomba Pidato dalam Rangka HAKORDIA 2021 untuk Generasi Milenial

Lomba Pidato dalam Rangka HAKORDIA 2021 untuk Generasi Milenial

Selasa,21 Desember 2021 – Bea Cukai Pangkalan Bun menyelenggarakan Lomba Pidato dalam rangka Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2021 yang diikuti oleh 46 peserta dari SMA/K Sederajat se-kabupaten kotawaringin Barat. Lomba Pidato ini merupakan bentuk sinergi atau Kerjasama antara Bea Cukai Pangkalan Bun dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin Barat. Proses lomba melalui beberapa tahapan penilaian, setelah sebelumnya dilaksanakan babak penyisihan secara online mulai tanggal 22 September – 05 Desember 2021 dimana setiap peserta wajib mengumpulkan video pidato dengan durasi maksimal 6 menit.  Melalui penilaian yang a lot dari tim juri diperoleh 15 finalis yang berhak mengikuti perlombaan secara offline atau tatap muka di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotawaringin Barat.

Acara lomba pidato diawali dengan sambutan dari Pandhu Pratomo selaku Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun. “Kami sangat terkejut dengan antusiasme para siswa-siswi yang ikut berpartisipasi pada acara lomba pidato kali ini. Memilih 15 besar sangat sulit karena seluruh peserta sangat bagus-bagus dari video yang dikumpulkan ke panitia” terang Pandhu dalam sambutannya.  Kemudian acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Rustam Efendi. Dalam sambutannya Pak Rustam sangat mengapresiasi karena lomba ini merupakan proses edukasi yang sangat positif untuk melatih para siswa-siswi.

“Lomba pidato ini bisa membiasakan diri siswa-siswi mampu berpidato didepan umum sebagai generasi penerus bangsa dan dapat mengungkapkan pikiran mereka dalam bentuk tulisan dan kata-kata.” ujar Pak Rustam.

Dalam babak 15 Besar, peserta diminta untuk menyampaikan pikiran dan gagasannya melalui pidato yang sudah disusun sebelumnya dengan tema “Peran Nyata Siswa Milenial dalam Melawan Korupsi”. Setelah dilakukan undian untuk menentukan urutan penampilan, 15 finalis menyampaikan pidato dengan semangat dan antusias dengan harus memenuhi kriteria penilaian dari dewan juri dan batas waktu yang diberikan oleh panitia yaitu maksimal 5 (lima) menit dalam menyampaikan pidatonya.

Setelah tahap penjurian selesai, 6 finalis dengan nilai tertinggi dengan penampilan terbaik yang berhakl lolos ke babak selanjutnya yang kemudian ‘bermain’ dengan Role of Play dalam menyampaikan pidato. Para peserta mengambil undian dan selanjutnya akan mendapatkan peran “role of play” yang menentukan mereka akan menyampaikan tema sebagai apa. Para peserta memperoleh 6 peran role of play yang berbeda-beda dan harus dituangkan dalam konsep naskah pidato saat itu juga.  Tentu hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi 6 finalis yang tersisa, dikarenakan peserta dituntut untuk dapat berpikir dengan cepat dan menuangkannya dengan waktu 7 menit. Pada babak role of play ini kemampuan literasi dari para peserta benar-benar diuji.

Setelah melalui persaingan ketat dalam proses penjurian, Indra Birukman dari SMK Sumbermas Sarana berhasil menjuarai Lomba Pidato dalam Rangka HAKORDIA 2021 edisi perdana yang diselenggarakan oleh Bea Cukai Pangkalan Bun. Juara 2 diraih oleh Natzswa Widyaiswara dari SMAN 3 Pangkalan Bun, Juara 3 diraih oleh Anggi K. U. dari SMAN 1 Pangkalan Lada dan Juara Favorit yang ditentukan dari bayanknya likesdi media sosial masing-masing peserta  diraih oleh Desta Suryaningsuh dari SMAN 2 Kumai.

Lomba Pidato HAKORDIA 2021, Milenial Bebas Bersuara, Satu Padu Lawan Korupsi.

Read More

Permendag No : 82 Th 2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu

Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Perdagangan nomor : 82 tahun 2017 tanggal 26 Oktober 2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional Untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu, dengan ini disampaikan bahwa terhadap :

  1. Eksportir dengan komoditas batu bara dan/atau CPO dan importir dengan beras dan/ barang untuk pengadaan barang pemerintah diwajibkan untuk menggunakan Angkutan Laut yang dikuasai oleh Perusahaan Perusahaan Angkutan Laut Nasional dan wajib menggunakan Asuransi dari Perusahaan Pengasuransian Nasional.
  2. Ketentuan tersebut wajib dilaksanakan paling lambat tanggal 26 April 2018.
  3. Lebih lanjut mengenai peraturan di atas, dapat diunduh pada link berikut permendag 82 th 2017

 

Read More

MATERI SHARING SESSION KEPABEANAN DAN CUKAI COFFEE MORNING 21 DESEMBER 2017

MATERI SHARING SESSION KEPABEANAN DAN CUKAI COFFEE MORNING 21 DESEMBER 2017

Read More