Bea Cukai dan Pajak Pangkalan Bun Melakukan Penandatanganan Keputusan Pembentukan Tim Pengawasan Bersama

Bea Cukai dan Pajak Pangkalan Bun Melakukan Penandatanganan Keputusan Pembentukan Tim Pengawasan Bersama

(12 Januari 2022) KPPBC Pangkalan Bun dan KPP Pratama Pangkalan Bun melakukan penandatanganan keputusan pembentukan tim pengawasan bersama (Joint Analysis) dalam pengoptimalan penerimaan sebagai tindak lanjut pemutakhirkan keputusan bersama di tahun 2021 sesuai Nomor: KEP-215/WPJ.29/KP.07/2020 dan KEP-103/WBC.15/KPP.MP.03/2020.

Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Bapak Pandhu Pratomo, Kepala kantor Bea Cukai Pangkalan Bun dan Ibu Dahlia, Kepala kantor Pajak Pratama Pangkalan Bun dengan mengambil tempat di Rooftop WCO Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun dengan disaksikan oleh seluruh pejabat eselon IV dari kedua belah pihak.

Keputusan Pembentukan Tim Pengawasan Bersama (Joint Analysis) yang dilakukan ini berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 210/KMK.01/2021 tentang Program Sinergi Reformasi Dalam Rangka Optimalisasi Penerimaan Negara. Dalam program sinergi reformasi yang tercantum dalam Keputusan Menteri Keuangan tersebut terdapat 8 (delapan) kelompok kerja program sinergi, yang meliputi : 1. Joint  Analysis, 2. Joint Audit, 3. Joint Investigasi, 4. Joint Intelligence, 5. Joint Collection, 6. Joint Proses Bisnis dan Teknologi Informasi, 7. Secondment, 8. Program Sinergi Reformasi Lainnya.

Pembentukan tim pengawasan bersama ini mengacu pada program sinergi joint analysis dalam hal pengawasan serta analisis data untuk pengoptimalan penerimaan negara. “Keputusan tim pengawasan yang berkelanjutan ini sebagai upaya pertukaran data dan kolaborasi, untuk selanjutnya dianalisis bersama sebagai dasar rekomendasi kegiatan audit-pemeriksaan sehingga dapat mengoptimalkan penerimaan negara” tutur Pandhu dalam sambutannya.

Dan harapannya, tidak hanya untuk pengoptimalan penerimaan saja, tetapi adanya penerapan joint proses bisnis lainnnya antara dua instansi di bawah naungan Kemenkeu, yaitu DJBC dan DJP tidak hanya di level pusat tetapi dapat diterapkan di kantor vertikal, khususnya Kantor Bea Cukai dan Pajak Pangkalan Bun.

Lebih lanjut Dahlia dalam sambutannya, “Dalam program reformasi birokrasi dan transformasi kelembagaan Kementerian Keuangan, yaitu untuk mewujudkan program sinergi Kemenkeu Satu, mari kita bersama membentuk program sinergi terkhusus program-program lokal untuk kita terapkan.” Diharapkan sebagai wujud sinergi Kemenkeu Satu ini, agar segera diimplementasikan dan dikaji bersama atas hasil pelaksanaannya.

Bea Cukai Pangkalan Bun terus menggalakkan berbagai kegiatan untuk mendukung program Kemenkeu Satu dengan terus menjajaki berbagai kegiatan yang dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan seluruh unit vertikal Kemenkeu di Kotawaringin Barat. 

Read More
Realisasi Penerimaan Bea Cukai Pangkalan Bun Tahun 2021 Capai 534,4 Miliar

Realisasi Penerimaan Bea Cukai Pangkalan Bun Tahun 2021 Capai 534,4 Miliar

(Rabu, 05 Januari 2022) Bea Cukai Pangkalan Bun melaksanakan apel perdana di awal tahun 2022 yang diikuti oleh seluruh pegawai bertempat di halaman kantor dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Pada kesempatan apel kali ini, pelaksanaan dipimpin oleh Heru Nugroho, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan.

Dalam amanatnya, Heru menyampaikan bahwa realisasi penerimaan telah melampui target yang ditentukan. Dengan total penerimaan sebesar Rp 534,4 Milyar atau presentase realisasi mencapai 3.757,26% dari target yang ditetapkan oleh Kanwil DJBC Kalbagsel. “Untuk realisasi kinerja penerimaan Bea Masuk sebesar 101,97% dengan total Rp.928.292.000,- turun 47% dibandingkan dengan tahun 2020. Hal ini disebabkan turunnya jumlah PIB (26,67%) dan juga Devisa Impor (21,91%) dari tahun sebelumnya. Sementara itu untuk realisasi Bea Keluar sebesar 4.049,81% dengan total penerimaan Rp 539.096.670.000,- naik 3.950% dari tahun 2020”  demikian disampaikan Heru dalam sambutannya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa “Jumlah penindakan sepanjang tahun 2021 sebanyak 20 SBP, naik 100% dari tahun 2020. Dengan total nilai barang sebesar Rp 91.118.737,- Hasil penindakan selama tahun 2021 dilaporkan berupa BKC HT (Rokok) Ilegal sebanyak 24.624 batang, MMEA Ilegal sebanyak 3.5 liter atau 7 botol dan HPTL Ilegal berupa Vape sebesar 1.740 ml atau sebanyak 39 botol.  Penindakan jenis barang larangan berupa Boraks Anhidrat 95% dengan total perkiraan kerugian pungutan impor senilai Rp 56.443.088,-

“Selain itu, memasuki awal tahun 2022 dengan semangat kerja baru ditengah ancaman varian baru virus Covid-19 Omicorn yang saat ini sudah mencapai 165 kasus di area DKI Jakarta. Untuk itu diharapkan kepada seluruh pegawai untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan saat sedang beraktivitas di kantor maupun diluar rumah ” tambah Heru.

Sebelum menutup apel pagi, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan Employee Of The Month periode Desember 2021 kepada pegawai dan pemberian penghargaan kepada PPNPN dan PKD Terbaik Tahun 2021. “kami berharap bahwa pemberian penghargaan ini, dapat memberikan suntikan semangat baru kepada para pegawai untuk terus meningkatkan kinerja di tahun 20202” tutur heru menutup amanatnya.

Read More
Lomba Pidato dalam Rangka HAKORDIA 2021 untuk Generasi Milenial

Lomba Pidato dalam Rangka HAKORDIA 2021 untuk Generasi Milenial

Selasa,21 Desember 2021 – Bea Cukai Pangkalan Bun menyelenggarakan Lomba Pidato dalam rangka Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2021 yang diikuti oleh 46 peserta dari SMA/K Sederajat se-kabupaten kotawaringin Barat. Lomba Pidato ini merupakan bentuk sinergi atau Kerjasama antara Bea Cukai Pangkalan Bun dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin Barat. Proses lomba melalui beberapa tahapan penilaian, setelah sebelumnya dilaksanakan babak penyisihan secara online mulai tanggal 22 September – 05 Desember 2021 dimana setiap peserta wajib mengumpulkan video pidato dengan durasi maksimal 6 menit.  Melalui penilaian yang a lot dari tim juri diperoleh 15 finalis yang berhak mengikuti perlombaan secara offline atau tatap muka di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotawaringin Barat.

Acara lomba pidato diawali dengan sambutan dari Pandhu Pratomo selaku Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun. “Kami sangat terkejut dengan antusiasme para siswa-siswi yang ikut berpartisipasi pada acara lomba pidato kali ini. Memilih 15 besar sangat sulit karena seluruh peserta sangat bagus-bagus dari video yang dikumpulkan ke panitia” terang Pandhu dalam sambutannya.  Kemudian acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Rustam Efendi. Dalam sambutannya Pak Rustam sangat mengapresiasi karena lomba ini merupakan proses edukasi yang sangat positif untuk melatih para siswa-siswi.

“Lomba pidato ini bisa membiasakan diri siswa-siswi mampu berpidato didepan umum sebagai generasi penerus bangsa dan dapat mengungkapkan pikiran mereka dalam bentuk tulisan dan kata-kata.” ujar Pak Rustam.

Dalam babak 15 Besar, peserta diminta untuk menyampaikan pikiran dan gagasannya melalui pidato yang sudah disusun sebelumnya dengan tema “Peran Nyata Siswa Milenial dalam Melawan Korupsi”. Setelah dilakukan undian untuk menentukan urutan penampilan, 15 finalis menyampaikan pidato dengan semangat dan antusias dengan harus memenuhi kriteria penilaian dari dewan juri dan batas waktu yang diberikan oleh panitia yaitu maksimal 5 (lima) menit dalam menyampaikan pidatonya.

Setelah tahap penjurian selesai, 6 finalis dengan nilai tertinggi dengan penampilan terbaik yang berhakl lolos ke babak selanjutnya yang kemudian ‘bermain’ dengan Role of Play dalam menyampaikan pidato. Para peserta mengambil undian dan selanjutnya akan mendapatkan peran “role of play” yang menentukan mereka akan menyampaikan tema sebagai apa. Para peserta memperoleh 6 peran role of play yang berbeda-beda dan harus dituangkan dalam konsep naskah pidato saat itu juga.  Tentu hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi 6 finalis yang tersisa, dikarenakan peserta dituntut untuk dapat berpikir dengan cepat dan menuangkannya dengan waktu 7 menit. Pada babak role of play ini kemampuan literasi dari para peserta benar-benar diuji.

Setelah melalui persaingan ketat dalam proses penjurian, Indra Birukman dari SMK Sumbermas Sarana berhasil menjuarai Lomba Pidato dalam Rangka HAKORDIA 2021 edisi perdana yang diselenggarakan oleh Bea Cukai Pangkalan Bun. Juara 2 diraih oleh Natzswa Widyaiswara dari SMAN 3 Pangkalan Bun, Juara 3 diraih oleh Anggi K. U. dari SMAN 1 Pangkalan Lada dan Juara Favorit yang ditentukan dari bayanknya likesdi media sosial masing-masing peserta  diraih oleh Desta Suryaningsuh dari SMAN 2 Kumai.

Lomba Pidato HAKORDIA 2021, Milenial Bebas Bersuara, Satu Padu Lawan Korupsi.

Read More

Permendag No : 82 Th 2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu

Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Perdagangan nomor : 82 tahun 2017 tanggal 26 Oktober 2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional Untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu, dengan ini disampaikan bahwa terhadap :

  1. Eksportir dengan komoditas batu bara dan/atau CPO dan importir dengan beras dan/ barang untuk pengadaan barang pemerintah diwajibkan untuk menggunakan Angkutan Laut yang dikuasai oleh Perusahaan Perusahaan Angkutan Laut Nasional dan wajib menggunakan Asuransi dari Perusahaan Pengasuransian Nasional.
  2. Ketentuan tersebut wajib dilaksanakan paling lambat tanggal 26 April 2018.
  3. Lebih lanjut mengenai peraturan di atas, dapat diunduh pada link berikut permendag 82 th 2017

 

Read More

MATERI SHARING SESSION KEPABEANAN DAN CUKAI COFFEE MORNING 21 DESEMBER 2017

MATERI SHARING SESSION KEPABEANAN DAN CUKAI COFFEE MORNING 21 DESEMBER 2017

Read More

Survei Persepsi Pengguna Jasa 2017 dalam rangka perubahan tipologi kantor

Dalam rangka persiapan perubahan tipologi kantor dari KPPBC Tipe Pratama Pangkalan Bun menjadi KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun, dengan ini diadakan Survei Persepsi Pengguna Jasa. Bagi pengguna jasa yang akan mengisi, dapat mengunduh file kuesioner survei disini. Diharapkan hasil pengisian survei dapat kami terima kembali paling lambat tanggal 15 Mei 2017.

Read More
Peringatan Hari Uang ke-70 di Pangkalan Bun

Peringatan Hari Uang ke-70 di Pangkalan Bun

Dalam rangka memperingati hari uang republik indonesia ke-70, seluruh jajaran instansi Kemenkeu meliputi Bea Cukai, Pajak, KPPN dan KPKNL wilayah Pangkalan Bun merayakannya dengan berbagai kegiatan :
1. Pertandingan Olah Raga
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, acara diperingati dengan kegiatan pertandingan olah raga. Pada tahun 2016 ini, Kemenkeu wilayah Pangkalan Bun mempertandingkan 3 cabang olah raga, yaitu voli, gaple, dan tenis meja.

pertandingan1 pertandingan2 pertandingan3

2. Kemenkeu Mengajar
Ini adalah salah satu kegiatan baru selama peringatan Hari Uang. Konsep acara Kemenkeu Mengajar ini adalah pegawai Kemenkeu melakukan kegiatan mengajar di ruangan kelas layaknya guru yang mengajar kepada murid-muridnya. Karena tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan Kementerian Keuangan kepada anak-anak mulai sejak dini, maka obyek dari kegiatan ini adalah Sekolah Dasar (SD). Berdasarkan hasil pertimbangan bersama, di wilayah Pangkalan Bun, kegiatan ini dilaksanakan di SD Tanjung Putri yang terletak di Dusun Pendulangan, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Kegiatan pagi itu tanggal 27 Oktober 2016, diawali dengan penampilan dari perwakilan Bea Cukai, Pajak, KPPN dan KPKNL bersama-sama tampil di depan kelas memperkenalkan instansi masing-masing secara umum dengan konsep materi yang ringan kepada para siswa. Selanjutnya dilanjutkan dengan acara makan snack dan games-games. Jam pelajaran terakhir hari itu diisi dengan kegiatan pemutaran video tentang Bea Cukai.

mengajar1 mengajar2 mengajar3 mengajar4

Antusiasme terhadap pelaksanaan Kemenkeu Mengajar sangat tampak ketika kegiatan mengisi pohon cita-cita yang telah dibuat panitia, ada beberapa anak yang bercita-cita menjadi Bea Cukai, dengan alasan yang polos layaknya anak-anak yakni karena ingin terlihat gagah dan pemberani. Pada akhir acara ini dilakukan penyerahan souvenir dan piagam secara simbolis oleh Kepala KPP Pratama Pangkalan Bun dan Kepala Sekolah SD Tanjung Putri.
3. Kegiatan Senam dan Jalan Sehat Bersama
Pada hari Minggu, tanggal 30 Oktober 2016 bertempat di KPP Pratama Pangkalan Bun, peringatan Hari Uang diisi dengan kegiatan senam dan jalan sehat bersama. Selain dari instansi dalam lingkup Kementerian Keuangan, pada acara ini juga turut serta diundang dari Kantor Pos dan beberapa Bank di Pangkalan Bun. Pada akhir acara diisi dengan pembagian hadiah kepada pemenang lomba dan pembagian doorprize.

senam1 senam2 senam3 senam4

4. Upacara Peringatan Hari Uang dan hari Sumpah Pemuda
Sebagai acara puncak, pada hari Senin, tanggal 31 Oktober 2016, pukul 07.30 WIB diadakan upacara peringatan hari uang republik indonesia yang ke 70 dan hari Sumpah Pemuda yang bertempat di halaman KPP Pratama Pangkalan Bun. Dalam upacara tersebut juga dilaksanakan pemberian penghargaan Satyalencana Karyasatya 30 tahun, 20 Tahun, dan 10 Tahun kepada pegawai Kementerian Keuangan di wilayah Pangkalan Bun.

upacara1 upacara2 upacara3 upacara4

Read More
Pemusnahan BMN Berupa Barang Kena Cukai di KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun

Pemusnahan BMN Berupa Barang Kena Cukai di KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun

Pangkalan Bun – (11/8) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun melaksanakan kegiatan pemusnahan Barang Milik Negara Barang Kena Cukai hasil tembakau berupa rokok dan tembakau iris (TIS). Kegiatan tersebut diselenggarakan di PT KORINDO (pabrik pengolahan kayu) dan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Kalimantan Bagian Barat, Kepala Seksi PKN Wahyu Warsono dan Kasubbag Umum Jamaludin Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pangkalan Bun, Sekda Kabupaten Kotawaringin Barat, dan para Kepala Dinas se-Kabupaten Kotawaringin Barat.

Barang Kena Cukai yang dimusnahkan dengan menggunakan tungku pembakaran tersebut berupa hasil tembakau berupa rokok dengan total berat kurang lebih 19 (sembilan belas) ton dan hasil tembakau iris sebanyak 132 (seratus tiga puluh dua) kotak dengan berat 33 (tiga puluh tiga) kg. Barang-barang yang dimusnahkan tersebut terbukti melanggar Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 yaitu barang kena cukai hasil tembakau tanpa dilekati pita cukai dan Pasal 58 yaitu barang kena cukai hasil tembakau palsu atau bukan peruntukkannya. Harga total seluruh barang kena cukai tersebut diperkirakan sebesar Rp 1.560.520.800,00 dan apabila barang tersebut beredar di pasaran diperkirakan kerugian negara sebesar Rp 947.018.640,00 atau hampir Rp 1 M.

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat mengatakan bahwa kedepannya barang-barang illegal tidak hanya akan ditegah barangnya, tetapi juga akan dilakukan penyidikan secara menyeluruh dan akan disampaikan kepada Kejaksaan untuk dapat ditetapkan tersangkanya. “Kita harus tegas dalam menghadapi masalah ini, untuk menimbulkan efek jera bagi para pelaku”, ujar beliau.

Pembakaran dilaksanakan di tungku pembakaran (boiler) yang berada di PT KORINDO, sesuai dengan amanat dari Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat untuk meminimalisir titik api yang ada di Kab. Kotawaringin Barat. ali oleh  Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat dan kemudian diikuti oleh para tamu undangan.

Read More
Neraca Perdagangan Diramalkan Surplus US$150 Juta

Neraca Perdagangan Diramalkan Surplus US$150 Juta

Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) kembali memperkirakan neraca perdagangan Agustus mengalami surplus sekitar US$150 juta karena peningkatan ekspor yang cukup tinggi.

“Ekspor meningkat cukup tinggi, tapi impor juga meningkat. Ini menandakan produksi dalam negeri mengalami peningkatan. Tidak hanya untuk konsumsi [masyarakat], tapi untuk bahan baku juga usaha juga,” ungkap Deputi Gubernur BI, Perry Warjio di Kompleks Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (13/9).

Terkait ekspor, Perry mengatakan, peningkatan ekspor memang tidak signifikan bila dibandingkan dengan realisasi ekspor Juli 2016 yang mencapai US$598,3 juta. Namun, ekspor mengalami perbaikan, baik dari sisi komoditas maupun hasil industri manufaktur.

“Permintaan akan produk mesin dan produk kimia meningkat. Ini menandakan adanya kinerja yang cukup baik terhadap ekspor manufaktur, juga palm oil,” jelas Perry.

Adapun faktor lain yang memicu peningkatan ekspor, yakni perbaikan harga komoditas tambang dan pertanian. Pasalnya, sebagian besar peningkatan ekspor berasal dari sektor non migas.

Selanjutnya, dari sisi impor, Perry mengharapkan, peningkatan impor tidak disalahartikan sebagai tolak ukur keburukan komoditas dalam negeri yang tak bisa memenuhi kebutuhan, namun sebagai tolak ukur bahwa dunia usaha mulai menggeliat.

“Kenaikan impor khususnya bahan baku merupakan pertanda bahwa kegiatan produksi mengalami peningkatan dan dunia usaha mulai meningkatkan produksinya,” ujar Perry.

Pasalnya, menurut Perry, impor yang dilakukan pengusaha menandakan adanya optimisme pengusaha akan meningkatnya permintaan dari konsumen.

Kemudian, peningkatan ekspor yang diimbangi oleh peningkatan impor dinilai Perry sebagai hal yang wajar karena merupakan tahapan perbaikan ekonomi. Namun, dari sini, BI optimis mengejar defisit neraca transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) agar tetap berada di bawah tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Perkiraan sekitar 2,1 persen sampai 2,2 persen dari PDB. Angka kondusif untuk Indonesia berkembang itu optimalnya 2,5 persen sampai 3 persen. Jadi, Indonesia masih bisa menerima defisit transaksi berjalan yang lebih tinggi dari 2,1 persen,” tambahnya.

http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160913224345-78-158060/neraca-perdagangan-diramalkan-surplus-us-150-juta/

Read More
KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun

KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun

KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun merukan instansi vertikal dibawah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat. KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun sendiri terletak di Jalan Pangeran Antasari Kompleks Pelabuhan Pangkalan Bun 74114, Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah. Meskipun letaknya di Kalimantan Tengah, tapi KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun berada dibawah Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Barat beserta beberapa Kantor lain di Kalimantan Tengah.

KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun mempunyai tugas melakukan pelayanan dan pengawasan di bidang Kepabeanan dan Cukai yang meliputi di 3 (tiga) wilayah Kabupaten, yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Sukamara. Baik kegiatan Ekspor, Impor, Cukai ataupun pengiriman Pos.

Read More