Bea Cukai Pangkalan Bun Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal Melalui Jasa Pengiriman

Bea Cukai Pangkalan Bun Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal Melalui Jasa Pengiriman

Kotawaringin Barat (18/12) – Bea Cukai terus berupaya untuk mewujudkan iklim usaha yang kondusif salah satunya dengan melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal di pasaran. Bea Cukai Pangkalan Bun kembali menggagalkan upaya pengiriman 96 bungkus rokok tanpa dilekati pita cukai melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT) pada Sabtu, 16 Desember 2023 di  Kabupaten Sukamara.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Pangkalan Bun Muhammad Akhyar menyampaikan bahwa penindakan ini bermula dari informasi awal yang diperoleh dari Bea Cukai Palangka Raya. “Tim Penindakan Bea Cukai Pangkalan Bun memperoleh informasi bahwa akan ada pengiriman satu paket yang diduga berisi rokok ilegal menggunakan salah satu PJT. Berdasarkan informasi tersebut, tim melakukan koordinasi dengan PJT terkait untuk melakukan pemeriksaan fisik terhadap paket tersebut,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dan disaksikan oleh petugas PJT, didapati paket tersebut berisi 96 bungkus rokok ilegal jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dengan merek Sumber Baru. “Dari penindakan ini, Bea Cukai menyita 1.920 batang rokok ilegal dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp2.409.600,00 dan potensi penerimaan negara berupa cukai, pajak rokok dan PPN hasil tembakau yang seharusnya dibayar sebesar Rp1.632.202,00,” tuturnya.

Akhyar menambahkan bahwa atas pengiriman rokok ilegal tersebut melanggar pasal 54 Undang-Undang nomor 39 tahun 2007 tentang Perubahan Undang-Undang nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai. Disebutkan bahwa setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Bea Cukai berkomitmen untuk memberantas peredaran rokok ilegal dari hulu hingga ke hilir. Upaya tersebut juga dilakukan dengan terus bersinergi bersama Aparat Penegak Hukum (APH) dan pihak terkait lainnya. Bea Cukai juga mengimbau kepada seluruh penjual rokok eceran untuk waspada terhadap oknum yang menawarkan rokok ilegal. “Kami berharap seluruh penjual rokok untuk tetap menjalankan usahanya dengan menjual rokok yang legal, karena rokok ilegal akan merugikan diri sendiri dan juga negara,” pungkas Akhyar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *