EKSPOR PERDANA ILMENITE SAND DARI KOTA MANIS UNTUK DUNIA

EKSPOR PERDANA ILMENITE SAND DARI KOTA MANIS UNTUK DUNIA

Pangkalan Bun 04/11/2021 –  Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan salah satu kabupaten dengan potensi ekspor yang sangat besar terutama dari sektor sumber daya alam yaitu perkebunan dan mineral tambang. Melalui program tim klinik ekspor Bea Cukai Pangkalan Bun memberikan asistensi kepada PT. Irvan Prima Pratama dimulai dari proses perizinan sampai dengan pelepasan ekspor perdana Ilmenite sand sejumlah 20.000 Metric Ton yang siap untuk diekspor dari pelabuhan Bumiharjo Kumai, Kalimantan Tengah dengan negara tujuan China pada hari kamis 4 November 2021.

Kegiatan pelepasan ekspor perdana ilmenite Sand diawali dengan sambutan dari Direktur PT. Irvan Prima Pratama, Teungku Ismail. Dalam sambutannya PT. Irvan Prima Pratama sangat mengapresiasi kinerja Bea Cukai dan dukungan pemerintah daerah yang melakukan asistensi dan pendampingan  sampai terwujudnya ekspor perdana langsung dari Pangkalan Bun. “Bea Cukai berperan sebagai trade facilitator and industrial assistance dengan semangat misi tersebut BC Pangkalan Bun berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik dan memberikan asistensi kepada pelaku usaha guna mewujudkan eksportasi langsung dari Kotawaringin Barat” sambutan Pandhu Pratomo selaku Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun. Ekspor Perdana secara simbolis dilakukan dengan pengguntingan pita di depan truk yang akan mengangkut Ilmenite Sand ke Pelabuhan oleh Direktur PT. Irvan Prima Pratama bersama instansi terkait. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak yang turut hadir mendukung acara Pelepasan Ekspor Perdana Ilminate Sand antara lain perwakilan dari Dinas Perindag Koperasi dan UKM Kabupaten Kotawaringin Barat, Kepala cabang Dinas ESDM wilayah 3, perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kotawaringin Barat serta turut hadir Camat Kumai.

Berdasarkan data eksportasi tahun 2021, Kotawaringin Barat telah berkontribusi menyumbang devisa ekspor lebih dari 90% di Provinsi Kalimantan tengah, dengan komoditas utama ekspornya berupa Produk Turunan CPO, yang disusul oleh produk hasil olahan kayu dan produk pertambangan. Devisa Ekspor di Kotawaringin Barat yang tercatat sampai bulan Oktober 2021 telah mencapai  US$ 561,987,078,- atau tumbuh sebesar 74.83% dibanding tahun 2020. Dengan adanya ekspor langsung dari Pangkalan Bun ini diharapkan memberikan konstribusi yang besar untuk kemajuan perekonomian masyarakat di kotawaringin barat pada khususnya dan tentu saja mendongkrak perekonomian nasional kita pada umumnya. Ekspor perdana Ilmenite Sand ini diharapakan bias menjadi momentum munculnya eksportir-eksportir baru dari Kota Manis Pangkalan Bun sehingga membuka lebih luas peluang lapangan kerja.

Sebagai institusi Kepabenan yang melayani dan mengawasi proses ekspor dan impor, Bea dan Cukai  dituntut untuk berperan sebagai Trade Facilitaor and Industrial Assistance. Bea Cukai dituntut untuk mampu memfasilitasi perdagangan sehingga perdagangan internasional dapat berjalan lancar dan mendukung industri dalam negeri berkompetisi di pasar internasional. Berdasarkan misi dan peran tersebut, Bea Cukai Pangkalan Bun berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik dan memberikan asistensi kepada pelaku usaha guna  mewujudkan eksportasi langsung dari  Kabupaten Kotawaringin Barat. Semangat misi tersebut diusung untuk terus memberikan pendampingan dan pelayanan maksimal kepada pengusaha lokal dan calon eksportir di Pangkalan Bun untuk melakukan penetrasi pasar produknya ke mancanegara. Ekspor dari Bumi Marunting Batu Aji untuk Dunia. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *