Mengelola Keuangan Negara dan Keluarga ? Bea Cukai : Siapa Takut!

Mengelola Keuangan Negara dan Keluarga ? Bea Cukai : Siapa Takut!

Tidak hanya mengelola keuangan negara, setiap Pegawai Kementerian Keuangan juga harus mampu mengelola Keuangan Pribadi dan Keluarga. Untuk itu pada Hari Rabu, 5 Februari 2020 bertempat di Aula Gedung Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun dilaksanakan kegiatan Program Peningkatan Keterampilan Pegawai (P2KP) tentang Perencanaan Keuangan Keluarga yang menghadirkan narasumber dari Bank Mandiri Syariah Pangkalan Bun.

Pandhu Pratomo (Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun) dalam sambutannya mengutarakan bahwa kegiatan P2KP merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh kantor dalam rangka meningkatkan keterampilan pegawai baik dalam hal teknis Kepabeanan dan Cukai maupun pengetahuan lainnya.
“Kebetulan pegawai pada kantor kita mayoritas terdiri dari pegawai milenial, sehingga dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pencerahan bagaimana mengelola uang yang diterima dari gaji agar bisa dikelola dengan baik” ucap Pandhu.

Tampil sebagai Narasumber, Deni Dwi Arifendi (Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri Pangkalan Bun) beserta tim menyampaikan bahwasannya uang yang diperoleh dari gaji harus disisihkan untuk digunakan membeli asset yang menambah nilai kedepannya atau yang lebih dikenal dengan investasi. Kapan investasi harus dimulai? Mengapa kita harus melakukan investasi?
Investasi harus dimulai sejak dini disaat masa-masa produktif. Hal tersebut harus dilakukan untuk melawan inflasi yang menggerus nilai uang yang kita miliki. Selain itu, investasi merupakan sebuah bentuk perencanaan kita untuk menggapai cita-cita di masa depan yang diperoleh dengan menyisihkan minimal 10% dari pendapatan.

Deni menyampaikan bahwa terdapat berbagai macam pilihan untuk meletakkan investasi kita, misalnya Bisnis, Emas (Perhiasan, Dinar, maupun Logam Mulia), Surat Berharga (Reksadana, Saham, Sukuk), Asuransi, Properti, maupun Deposito yang memiliki tingkat imbal balik dan risiko yang berbeda-beda. Emas merupakan salah satu bentuk investasi tertua yang memiliki risiko rendah namun mampu menaklukan depresiasi nilai uang dan juga mampu diuangkan.

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun kepada Bank Syariah Mandiri Pangkalan Bun yang diserahkan oleh Pandhu kepada Deni. Dari diangkatnya tema ini dalam P2KP bulan Februari, diharapkan dapat membuka wawasan setiap pegawai untuk mengalokasikan pendapatan yang diterima untuk berinvestasi demi masa depan yang semakin baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *