Perkuat Integritas Pegawai, Bea Cukai Pangkalan Bun Kembali Gelar Bintal

Perkuat Integritas Pegawai, Bea Cukai Pangkalan Bun Kembali Gelar Bintal

Pangkalan Bun (16/04) – Bea Cukai Pangkalan Bun kembali menyelenggarakan Pekan Peningkatan Mental Pegawai (PPMP). Bertempat di Aula Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun, PPMP kali ini berbentuk kajian yang mengangkat tema Persiapan Ramadhan. Sejalan dengan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai, Bea Cukai Pangkalan Bun mendorong seluruh pejabat dan pegawai untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan PPMP dengan sebaik-baiknya.

Kegiatan PPMP sesi pertama diikuti oleh pegawai muslim/muslimah. Acara dibuka oleh Muhammad Fahrurrizal, pelaksana di Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai & Dukungan Teknis, dilanjutkan dengan lantunan ayat surat Al-Mulk yang dibacakan oleh Hamzah Fanzuri dari Seksi Penindakan dan Penyidikan. Sambutan disampaikan oleh Kadiyat, selaku Kepala Sub Bagian Umum, yang menjelaskan bahwa kegiatan PPMP ini diselenggarakan serentak oleh Kantor Bea Cukai seluruh Indonesia dan merupakan kegiatan lanjutan dari Apel Integritas. Kadiyat berharap agar seluruh pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun mendapatkan berkah dari kegiatan PPMP ini.

Dalam kajian pegawai muslim/muslimah yang dibawakan oleh Ustad Yazid, pegawai dihimbau untuk mempersiapkan diri untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Tepat di bulan sebelum Ramadhan, yaitu Sya’ban, pegawai dianjurkan untuk menghidupkan malam pertengahan 15 Sya’ban yang dikenal dengan malam Nifsu Sya’ban. Yang dimaksud menghidupkan malam adalah dengan beribadah, memperbanyak do’a, syahadat, dan istighfar. Ustad Yazid menjelaskan bahwa pada malam Nifsu Sya’ban, 300 pintu rahmat telah dibuka oleh Allah SWT.

Selanjutnya pada bulan suci Ramadhan, pegawai dihimbau untuk memasang target beribadah. Tidak hanya bekerja yang perlu target, namun ibadah juga. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dimana surga akan menjadi balasan bagi orang-orang yang sabar. Ramadhan adalah bulan kasih sayang, sehingga pegawai dianjurkan untuk saling membantu dalam hal kebaikan. Ramadhan adalah bulan yang istimewa. Awal bulan Ramadhan (1-10 Ramadhan) adalah bulan yang penuh dengan rahmat. Pertengahan bulan Ramadhan (11-20 Ramadhan) adalah bulan yang penuh dengan pengampunan. Akhir Ramadhan (21-29 atau 30 Ramadhan) adalah bulan pembebasan dari api neraka. Pegawai dianjurkan untuk memperbanyak baca syahadat dan istighfar, berdo’a sebanyak mungkin agar Allah memberikan surga dan menghindarkan dari api neraka. Ibadah di bulan Ramadhan adalah berkah, karena pahala yang diberikan dilipat gandakan sebanyak 70x. Oleh karena itu, alangkah baiknya apabila seluruh muslim/muslimah mempersiapkan sebaik mungkin akan datangnya bulan yang penuh nikmat ini.

Tidak hanya pegawai muslim/muslimah yang mengikuti kegiatan PPMP, pegawai kristiani pun turut melakukan ibadah bersama Pendeta Nancy. Pendeta Nancy menjelaskan tentang keyakinan terhadap Tuhan. Bahwa sebagai manusia yang memiliki keinginan maupun cita-cita, ada kalanya keinginan maupun cita-cita tersebut tidak tercapai atau tidak berhasil. Ada berbagai macam faktor yang menyebabkan ketidakberhasilan tersebut. Namun, hendaknya hal itu tidak melunturkan semangat kita dalam menjalankan tugas-tugas kita. Kita harus tetap rendah hati dan yakin akan rencana Tuhan dalam hidup kita. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, menjadi mungkin bagi Tuhan.

Dengan adanya kegiatan PPMP ini, diharapkan dapat meningkatkan integritas pegawai guna mendukung program penguatan reformasi birokrasi di lingkungan DJBC. Karena integritas adalah bagian dari fitrah manusia yang perlu dipelihara. Jangan pernah lelah untuk mengisi semangat dalam diri dan jiwa kita secara terus menerus. Let’s recharge our Soul for #BeaCukaiMakinBaik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *