Pertengahan Bulan Ramadhan, Bea Cukai Pangkalan Bun Gempur Rokok Ilegal dalam 3 Kali Penindakan

Pertengahan Bulan Ramadhan, Bea Cukai Pangkalan Bun Gempur Rokok Ilegal dalam 3 Kali Penindakan

Kotawaringin Barat (27/03) – Sebanyak 15.920 batang rokok ilegal diamankan Bea Cukai Pangkalan Bun dalam 3 kali penindakan pada Sabtu (16/03), Senin (18/03) dan Senin (25/03). Penindakan tersebut dilakukan terhadap paket kiriman barang melalui jasa ekspedisi.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Muhammad Akhyar menjelaskan bahwa pada Kamis (14/03) Bea Cukai Pangkalan Bun memperoleh informasi dari Bea Cukai Kotabaru bahwa terdapat pengiriman 1 paket yang diduga berisi rokok ilegal ke Kabupaten Lamandau. “Berdasarkan informasi tersebut, tim penindakan kami melaksanakan pemeriksaan terhadap paket yang diduga disaksikan oleh pihak ekspedisi pada Sabtu (16/03). Dari pemeriksaan didapati paket berisi 108 bungkus rokok yang melanggar ketentuan pita cukai,” jelasnya.

Selanjutnya pada Senin (18/03), Bea Cukai Pangkalan Bun melaksanakan kegiatan patroli darat dalam rangka Operasi Bekantan 2024. “Dalam patroli tersebut tim kami melakukan pemeriksaan terhadap beberapa paket barang kiriman melalui jasa ekspedisi dan didapati 6 paket yang dicurigai berisi rokok ilegal. Selanjutnya kami melakukan pemeriksaan terhadap 6 paket tersebut dan didapati paket tersebut berisi total 568 bungkus rokok yang melanggar ketentuan pita cukai,” lanjutnya.

“Penindakan ketiga dilakukan pada Senin (25/03), penindakan ini bermula saat kami menerima informasi dari Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh bahwa terdapat pengiriman 1 paket yang diduga berisi rokok ilegal dengan tujuan Kotawaringin Barat,” tuturnya. Berdasarkan informasi tersebut tim penindakan Bea Cukai Pangkalan Bun melakukan pemeriksaan terhadap paket terduga. Hasil pemeriksaan didapati bahwa paket tersebut benar berisi 120 bungkus rokok berbagai merek tanpa dilekati pita cukai.

Akhyar menyampaikan bahwa dari ketiga penindakan tersebut telah diamankan 15.920 batang rokok ilegal dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp 21.969.600,-  dan potensi penerimaan negara berupa cukai, pajak rokok dan Pajak Pertambahan Nilai Hasil Tembakau (PPN HT) yang seharusnya dibayar mencapai Rp 15.073.746,-. Akhyar mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada terhadap peredaran rokok ilegal. “Adanya rokok ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, namun juga berbahaya bagi masyarakat dari sisi kesehatan karena tidak adanya uji tar dan nikotin,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *