Pita Cukai 2020, Ada Yang Baru Nih !

Pita Cukai 2020, Ada Yang Baru Nih !

Seperti biasa setiap tahunnya, pita cukai mengalami pembaharuan desain dengan maksud untuk membedakan pita cukai yang lama dengan yang baru. Selain itu, dengan pembaharuan yang rutin dilakukan dan konsep desain yang khas, membuat pita cukai sulit untuk dipalsukan oleh tangan-tangan nakal di luar sana.

Dalam kesempatan Program Peningkatan Kompetensi Pegawai (PKP) pada Hari Kamis 5 Maret 2020, Bea Cukai Pangkalan Bun berkesempatan untuk mengenal lebih jauh Desain Pita Cukai tahun 2020 dengan Narasumber Kepala Subseksi Administrasi, Manifes, Penerimaan dan Jaminan, Irwan Kadir dan Pelaksana pada Seksi Penindakan dan Penyidikan, Hamzah Fanzuri.
 
Seperti yang diketahui, Pita Cukai terdiri dari Pita Cukai untuk produk Hasil Tembakau (HT) dan Pita Cukai untuk Produk Minuman Mengandung Ethyl Alkohol (MMEA). Dengan konsep tema 75 RI, untuk pita cukai HT terdapat lima warna untuk masing-masing produk dengan golongan tertentu. Warna biru untuk produk Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Putih Mesin (SPM), Sigaret Kretek Tangan (SKT), dan Sigaret Putih Tangan (SPT) Golongan I, Warna Ungu untuk Golongan II, dan Warna Jingga untuk SKT dan SPT Golongan III.
Pita cukai berwarna Hijau sendiri merupakan warna untuk pita cukai Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF), Sigaret Putih Tangan Filter (SPTF), Tembakau Iris (TIS), Kelobot, Sigaret Kelembak Kemenyan, Cerutu, dan Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL). Masih ada dua warna lagi untuk pita cukai produk ht, yaitu warna cokelat untuk Pita Cukai HT yang diimpor untuk dipakai serta seluruh warna untuk Kawasan Bebas (Free Trade Zone).
Untuk Pita Cukai MMEA, juga terdapat enam warna berbeda. Warna Biru untuk Pita Cukai MMEA dalam negeri personalisasi golongan B (kadar alkohol lebih dari 5%-20%), Warna Coklat untuk produk MMEA Dalam Negeri Personalisasi Golongan C (kadar alkohol lebih dari 20%), Warna Hijau untuk pita cukai produk MMEA Impor Golongan A (Kadar Alkhohol kurang dari 5%), Warna Merah adalah pita cukai MMEA Impor Golongan B (Kadar alkhohol lebih dari 5%-20%), Warna Ungu untuk Pita Cukai MMEA Impor Golongan C (Kadar Alkhohol lebih dari 20%), dan Seluruh Warna untuk Kawasan Bebas.
Untuk informasi yang terdapat dalam Desain Pita Cukai tahun ini tidak berubah dari tahun sebelumnya. Untuk Pita Cukai HT sendiri, terdapat 11 unsur informasi yang harus ada yaitu :
1. Lambang Negara RI

2. Lambang Ditjen Bea dan Cukai

3. Tarif Cukai

4. Angka Tahun Anggaran

5. Harga Jual Eceran

6. Teks “Indonesia”

7. Teks “Cukai Hasil Tembakau”


8. Jumlah Isi Kemasan

9. Jumlah Hasil Tembakau

10. Hologram

11. Kode Personalisasi

Tidak jauh berbeda dengan informasi dalam pita cukai HT, dalam Pita Cukai MMEA dan Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) juga terdapat informasi-informasi sebagaimana diatas yang hanya dibedakan dari Jenis Teks Cukai “MMEA Impor atau Cukai MMEA Dalam Negeri” untuk pita Cukai MMEA serta tidak ada Kode Personalisasi untuk Pita Cukai HPTL.
Dalam kesempatan PKP ini, pegawai juga berkesempatan untuk mengidentifikasi pita cukai asli menggunakan metode-metode tertentu. Beberapa metode yang digunakan yaitu dengan kasat mata, menggunakan kaca pembesar, sinar UV, Holo Reader, dan menggunakan cairan kimia.
 Harapannya dengan adanya PKP ini dapat meningkatkan kompetensi pegawai untuk mensosialisasikan kepada masyarakat serta memerangi Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal terutama rokok illegal di Wilayah Pangkalan Bun, Lamandau, Sukamara yang merupakan wilayah pengawasan Bea Cukai Pangkalan Bun. #WilayahBebasDariKorupsi2020 #BeaCukaiMakinBaik

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *