Tingkatkan Keterampilan Penggunaan Senjata Api,  Bea Cukai Pangkalan Bun Gelar Training

Tingkatkan Keterampilan Penggunaan Senjata Api, Bea Cukai Pangkalan Bun Gelar Training

Sabtu, 27 Juli 2019, bertempat di Lapangan Tembak Pangkalan Udara Iskandar Pangkalan Bun, Bea Cukai gelar kegiatan Training Retraining berupa pelatihan menembak yang diikuti oleh seluruh pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun. Pelatihan menembak yang dipimpin oleh TNI AU Pangkalan Bun ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pegawai khususnya peningkatan keterampilan penggunaan sejata api dalam menjawab tuntutan pelaksanaan tugas dan fungsi DJBC di lingkungan pengawasan KPPBC TMP C Pangkalan Bun.

Diawali dengan sambutan oleh Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun, Nurtanti Widyasari mengucapkan terima kasih kepada TNI AU Pangkalan Bun yang telah memberikan kesempatan dan waktunya untuk memberikan pelatihan kepada pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun. Nurtanti juga berpesan 3 hal yang harus diingat pegawai dalam menjalankan pelatihan menembak kali ini, yaitu: safety, safety, dan safety.

Instruktur TNI AU menjelaskan kepada pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun tentang teknis dasar menembak yang disebut dengan “Nabitepi” (Napas, Bidik, Tekan, Picu). Seorang penembak harus bisa mengatur napas dengan baik dan membidik dengan akurat, yaitu dengan menutup sebelah mata dan menyejajarkan antara visir dan pejera. Saat menekan picu, disarankan untuk menggunakan pertengahan tulang ibu jari secara perlahan sehingga peluru tidak melesat kasar kebawah.

 

Di sesi pertama, pegawai diberikan kesempatan untuk menembak menggunakan senjata laras pendek (pistol) dengan jarak tembak 25 meter. Sebagai pemanasan, pegawai dipersilakan untuk menembak kering, menggunakan 3 butir peluru percobaan, dilanjutkan dengan 5 peluru penilaian.

Sesi ini diikuti oleh seluruh pegawai secara antusias dan didapatkan 3 nama dengan skor menembak tertinggi yaitu: Dwi Muhammad Ikhsanudin dari Seksi Penindakan dan Penyidikan, Munawar dari Seksi Kepatuhan Internal dan penyuluhan, serta Dewanti Yanuarsari dari Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan.

Di sesi kedua, pegawai diberikan kesempatan untuk mencoba menembak menggunakan senjata laras panjang yang telah digunakan sejak jaman penjajahan Belanda. Meskipun laras panjang ini memiliki daya tolak yang lebih dahsyat dan suara yang lebih nyaring daripada laras pendek, tetap tidak menyurutkan semangat pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun, baik itu laki-laki maupun perempuan, untuk meningkatkan akurasi keterampilan menembak.

Dengan jarak tembak 100 meter, diperoleh tiga nama dengan skor tertinggi pada sesi ini yaitu: Luthfi Febri Priambodo dari Seksi Penindakan dan Penyidikan, Yuli Wijayanto dari Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, serta Boby Febriyan Ramadhan dari Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai.

Secara keseluruhan, seluruh pegawai Bea Cukai Pangkalan Bun merasa puas dengan pelatihan menembak yang dipimpin oleh instruktur dari TNI AU Pangkalan Bun dan berharap agar pelatihan peningkatan keterampilan yang menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi DJBC lainnya dapat berjalan secara kontinyu untuk #BeaCukaiMakinBaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *